Tampilkan postingan dengan label Cerita sex Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita sex Baru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juli 2019

Pengalaman Ngewe Dengan Istri Orang



Cerita Dewasa - Kisah ini bermula dengan persiapan kelahiran anak pertamaku. Isteriku, Nana, yang kunikahi hampir dua tahun lalu, akhirnya menjadi perempuan sempurna sebagai ibu yang melahirkan sendiri anaknya.

Namun, dengan pertimbangan belum berpengalaman melahirkan, ia ingin kedua orang tuanya, bapak dan ibu mertuaku, menemaninya selama proses kelahiran. Ringkas cerita, tempat tinggal pun kedatangan tamu. Untuk menghormati orang tua, kami menjemput pasangan itu. Tak ada kejadian istimewa ketika kami menjemput. Layaknya anak kepada orang tua, kami berusaha melayani sebaik-baiknya.

Sampai tibalah saatnya Nana meahirkan bayinya dan harus tinggal di rumah sakit bersalin, kerennya sih Rumah Sakit Ibu dan Anak. Dokter kandungan yang memeriksa isteriku menyatakan sebaiknya Nana tinggal di RS agar pemulihan kesehatan dan perawatan bayinya. Kami yang semula berempat terpaksa meninggalkan Nana di RS dan kembali ke rumah bertiga saja. Aku dan kedua mertuaku.

AGEN POKER -  Nah, ketika kami tiba di rumah, aku duduk di sofa sambil tidur-tiduran, Sementara mertuaku menyibukkan diri, berusaha kerasan di tempat anaknya. Bapak mertuaku tampak sibuk dengan buku teka-teki silang yang entah dari mana ia dapatkan. Ibu mertuaku pun menyambar koran dan duduk di kursi sebelah sofa di ruang tamu. Posisinya agak menghadap aku, dengan sofa dan kursi membentuk huruf L. Sofa tempatku berbaring adalah bagian atas L, dan kursi tempat mertuaku membentuk bagian bawah Fani.

Saat itu aku terserang kantuk sebenarnya. Jadi, aku bergeser ke samping dan membuka mata. Ibu mertuaku, namanya Fani, yang biasa ku panggil Mak Fani, kelihatan serius membaca koran sampai menutup wajah dan tubuh bagian atasnya. Maka aku hanya bisa melihat dia dari pinggang ke bawah. Saat itulah aku tersadar! Dia mengenakan salah satu rok lipit panjang, yang telah turun sampai ke lutut dan cukup longgar. Jelas, ketika ia duduk roknya naik sedikit di atas lutut dan agak longgar. Hal pertama yang aku lihat adalah sepasang betis yang memukau! Maksudku ramping dan cantik, seperti yang terlihat di sinetron TV itu! Inilah rahasia pertama yang aku temui pada Mak Fani.

Siapa yang mengenal Mak Fani, tidak akan pernah melihat bagian atas lututnya. Tapi kali ini mataku menjelajahi kakinya dan melihat bahwa cara ia duduk membuatku dapat melihat seluruh pahanya dengan jelas! Putih krem dan tampak sehalus sutera berlanjut hingga menghilang dalam kegelapan. Aku merasa penisku terjepit di celana! Aku tahu aku sudah kehilangan seks yang sehat, tetapi kaki dan paha perempuan akan membuat laki-laki berdarah merah menarik napas! Aku terus menatap kaki seksi itu dan mulai berfantasi apa rasanya berada di antara keduanya! Maksudku, ini adalah ibu isteriku dan ia membangkitkan birahiku!

AGEN TARUHAN POKER - Aku yakin dia tidak tahu apa yang sedang terjadi dan tak sadar membuatku terpesonaa. Dia masih sibuk dengan koran, jadi aku meringkuk, berusaha menyembunyikan penis kerasku ke dalam bantal. Tak lama kemudian aku mendengar dia memanggil nama aku lembut dan bertanya apakah sudah saatnya makan malam? Aku bilang akan segera bangun, tetapi dia mengatakan santai-santai saja, karena ia ingin berganti pakaian dulu sepulang dari RS. Dia bangkit pergi sementara aku menunggu penisku normal dulu agar bisa bergerak. Akhirnya aku sudah kembali normal dan berjalan ke dapur, melewati Pak Hasan, mertua Fani kiku yang masih tenggelam dalam TTS dan tidak menunjukkan tanda-tanda bergerak.

Karena tak memiliki pembantu dan memang piawai memasak, aku ke dapur menyiapkan makan malam untuk kami bertiga. Saat itulah aku mendengar Mak Fani masuk ke dapur, tempat aku menemukan rahasia kedua. Mak Fani telah berganti pakaian menggunakan celana kulot krem dan polo shirt berhias bordir . Aku tidak banyak perhatian langsung pada kulot karena polo shirtnya cukup ketat memamerkan sepasang payudara indah! Setidaknya berukuran 36, bulat dan penuh dan jauh lebih besar daripada milik anak-anaknya yang tiga orang perempuan semua itu.

AGEN DOMINO QQ - Desakan di celana mulai lagi ketika aku melihatnya bergerak di dapur. Aku harus berhati-hati menyembunyikan tonjolan penis ini.

Kami lantas mulai menyiapkan makanan dan aku tidak bisa apa-apa kecuali mengawasi goyangan buah dada setiap kali ia memotong sayuran. Namun gairah birahiku kian memuncak ketika pikiranku melayang kembali ke paha dan kaki yang terlihat beberapa saat sebelumnya. Aku berjalan ke tempat cuci piring untuk memeriksa apakah aliran airnya lancar. Saat aku menoleh bagian bawah aku agak terkesiap melihat bokongnya. Maksudku, itu tidak sebagus punya Nana, dan menunjukkan tanda-tanda setengah baya sedikit melebar, tapi tampak montok, bulat dan seksi. Dengan mudah aku membayangkan tanganku meremasnya!

AGEN CEME - Aku belum bisa percaya tergetar oleh Mak Fani, tanpa dia ketahui! Kami selesaikan sajian makan malam itu berdua: aku berusaha menyembunyikan penis keras, sementara Mak Fani tidak mampu mengalihkan mataku jauh dari gundukan yang merangsang! Pak Hasan segera bergabung dan kami cepat selesai memasak dan beralih di meja makan.

Aku tidak bisa mengambil risiko ketahuan, jadi mataku terus di piringku sementara kami bertiga mengobrol ringan. Aku selesai pertama dan bilang kecapekan serta berniat mandi langsung menuju tempat tidur.

Ketika aku membuka pakaian di kamar mandi, gambaran tubuh Mak Fani  memenuhi kepalaku. Penisku tegang setegang-tegangnya dan berdenyut saat aku menyabuninya. Pada gosokan kesekian pikiranku kembali membayangkan halus paha dan kaki Mak Fani, hingga aku meledak dalam getar orgasme luar biasa! Aku harus bersandar ke dinding ketika air maniku menyembur. Setelah itu aku cepat-cepat menyelesaikan mandi dan pergi tidur. Beberapa kali aku terbangun dan membayangkan mengisap payudaranya, membelai pahanya, mencengkeram bokongnya. Ketika aku melihat ke bawah batang di selengkanganku mengeras. Tak tahan, kembali aku beronani, kali ini di tempat tidur.

AGEN CAPSA SUSUN - Aku tertidur kembali dan ketika aku terbangun sebelah kamarku sudah dibanjiri cahaya dan jam kesukaan aku menunjukkan pukul 10 kurang sedikit. Aku duduk, perasaan seperti aku baru saja pergi tidur, dan teringat telah menghabiskan malam dalam gairah memuncak sehingga basah celana dalamku. Aku terhuyung-huyung ke kamar mandi. Bagaimanapun, Mak Fani tampaknya belum menyadari birahiku. Usai mandi, aku mengeringkan diri dan dengan penuh semangat bersiap-siap untuk kembali ke RS untuk melihat Nana. Aku mencium aroma kopi yang sedang diseduh di dapur dan mendatanginya. Mak Fani memanggilku dari ruang makan “Kamal, ya?” (Dia selalu memanggil aku Kamal, begitu tepat)

“Ya”, jawabku.
“Oh, bagus, dia berkata, Aku sedang menunggumu bangun. Bapak telah pergi keluar untuk sedikit untuk mencari beberapa buku TTS. Ia harus segera kembali dan kemudian kita akan pergi melihat Nana”

Aku bisa mendengar koran berdesir dan berpikir ia telah terjebak dalam hidungnya lagi. Aku memutuskan untuk pergi duduk di ruang tamu dan menangkap berita sebelum pergi. Kita hidup dan r. makan yang terbuka untuk satu sama lain dan aku sekilas melihat Mak Fani keluar dari sudut mataku, duduk di meja ruang dinning membaca koran Minggu. Ketika aku duduk di kursi aku menyalakan t.v. dan dibalik itu ke salah satu program Minggu pagi. Ketika aku menghirup kopiku Aku melirik Mak Fani, masih terpesona dalam membaca. aku agak terkejut melihat bahwa ia masih mengenakan gaun tidur sutra putih. Mak Fani  tua koq, pikirku, sampai aku membiarkan mataku melayang ke bawah. Dia telah menyilangkan kaki dan memperlihatkan sedikit bagian atas lututnya. Penisku mulai bergerak saat aku menatap kaki Mak Fani. Semua membuat aku tegang dan aku hanya duduk minum kopi sambil menatap kaki! Akhirnya aku memaksa bangun dan pergi dari dapur untuk meletakkan cangkir ke dalam bak cuci. Tepat ketika aku hendak pergi, Mak Fani berjalan dalam membawa piringnya ke tempat cuci piring.

Dia tersenyum sopan, dan bertanya “Apa mau berangkat sekarang?”

“Eh, Ya”, kataku, agak malu karena aku baru saja mengintipnya.

“Iya deh”, dia berkata, “Mak dan Bapak akan segera menyusul” dan memutar keran air untuk mencuci piring.

Aku hampir sampai ke pintu ketika ia memanggil namaku

“Kamal, di mana Nana menyimpan sabun?”

“Eh”, pikirku sambil berjalan kembali ke dapur, “Apakah Mak lihat di bawah bak cuci piring?”

Ketika aku masuk, aku melihat Mak Fani, satu tangan di bak cuci piring yang lain di pintu, agak sedikit membungkuk melihat ke kolong. Saat aku semakin dekat aku melihat bahwa dalam posisinya sekarang bagian depan bajunya memperlihatkan puncak-puncak payudaranya. Tampak seolah-olah buah dada itu seperti memberontak keluar dari kurungan. Payudaranya memang agak kendur, tapi ketika kondisiku sekian lama libur birahi, keduanya tampak sangat merangsang! Aku juga bisa melihat tonjolan putingnya dari baju Mak Fani. Penisku langsung keras saat aku melawan dorongan untuk mendekatkan wajahku di antara payudaranya!

Mak Fani menyadarkan aku ketika mengatakan “Nggak ada tuh Mal”

Aku segera mendekat untuk mencari sabun cuci piring. Beruntung aku menemukannya dan kami berdua berdiri lurus ke atas dengan Mak Fani melanjutkan mencuci, benar-benar tidak menyadari apa yang baru saja terjadi.

Kunjungan dengan Nana dan bayi berjalan dengan baik dan orangtuanya bergabung dengan kami setelah beberapa saat. Aku mengepalkan mata Mak Fani meskipun sendiri, merasa beberapa gejolak di selangkanganku saat ia melangkah masuk.

Mertuaku pulang lebih dulu, sementara tidak terlalu terburu-buru. Ketika aku rasa kunjunganku cukup aku memutuskan pulang untuk makan malam. Aku mencium Nana dan bayi dan segera pulang dan tidur. Sebenarnya aku memikirikan untuk mencoba siapa tahu Mak Fani dapat melepaskan birahiku yang memuncak.

Keesokan harinya, bangun tidur aku segera mandi pagi. Selanjutnya aku mengenakan celana pendek dan t-shirt berjalan ke dapur. Aku teringat Pak Hasan mertua laki-lakiku biasa jalan pagi-pagi dan pulang siang hari. Mungkin di rumah tinggal aku dengan ibu mertua. Lantas aku berjalan ke dapur untuk menemukannya bersandar di tengah ruang sambil membaca koran pagi.

Aku yakin dia tidak tahu apa yang sedang terjadi dan tak sadar membuatku terpesonaa. Dia masih sibuk dengan koran, jadi aku meringkuk, berusaha menyembunyikan penis kerasku ke dalam bantal. Tak lama kemudian aku mendengar dia memanggil nama aku lembut dan bertanya apakah sudah saatnya makan malam? Aku bilang akan segera bangun, tetapi dia mengatakan santai-santai saja, karena ia ingin berganti pakaian dulu sepulang dari RS. Dia bangkit pergi sementara aku menunggu penisku normal dulu agar bisa bergerak. Akhirnya aku sudah kembali normal dan berjalan ke dapur, melewati Pak Hasan, mertua Fani kiku yang masih tenggelam dalam TTS dan tidak menunjukkan tanda-tanda bergerak.

Karena tak memiliki pembantu dan memang piawai memasak, aku ke dapur menyiapkan makan malam untuk kami bertiga. Saat itulah aku mendengar Mak Fani masuk ke dapur, tempat aku menemukan rahasia kedua. Mak Fani telah berganti pakaian menggunakan celana kulot krem dan polo shirt berhias bordir . Aku tidak banyak perhatian langsung pada kulot karena polo shirtnya cukup ketat memamerkan sepasang payudara indah! Setidaknya berukuran 36, bulat dan penuh dan jauh lebih besar daripada milik anak-anaknya yang tiga orang perempuan semua itu.

Desakan di celana mulai lagi ketika aku melihatnya bergerak di dapur. Aku harus berhati-hati menyembunyikan tonjolan penis ini.

Kami lantas mulai menyiapkan makanan dan aku tidak bisa apa-apa kecuali mengawasi goyangan buah dada setiap kali ia memotong sayuran. Namun gairah birahiku kian memuncak ketika pikiranku melayang kembali ke paha dan kaki yang terlihat beberapa saat sebelumnya. Aku berjalan ke tempat cuci piring untuk memeriksa apakah aliran airnya lancar. Saat aku menoleh bagian bawah aku agak terkesiap melihat bokongnya. Maksudku, itu tidak sebagus punya Nana, dan menunjukkan tanda-tanda setengah baya sedikit melebar, tapi tampak montok, bulat dan seksi. Dengan mudah aku membayangkan tanganku meremasnya! Aku belum bisa percaya tergetar oleh Mak Fani, tanpa dia ketahui! Kami selesaikan sajian makan malam itu berdua: aku berusaha menyembunyikan penis keras, sementara Mak Fani tidak mampu mengalihkan mataku jauh dari gundukan yang merangsang! Pak Hasan segera bergabung dan kami cepat selesai memasak dan beralih di meja makan.

Aku tidak bisa mengambil risiko ketahuan, jadi mataku terus di piringku sementara kami bertiga mengobrol ringan. Aku selesai pertama dan bilang kecapekan serta berniat mandi langsung menuju tempat tidur.

Ketika aku membuka pakaian di kamar mandi, gambaran tubuh Mak Fani memenuhi kepalaku. Penisku tegang setegang-tegangnya dan berdenyut saat aku menyabuninya. Pada gosokan kesekian pikiranku kembali membayangkan halus paha dan kaki Mak Fani, hingga aku meledak dalam getar orgasme luar biasa! Aku harus bersandar ke dinding ketika air maniku menyembur. Setelah itu aku cepat-cepat menyelesaikan mandi dan pergi tidur. Beberapa kali aku terbangun dan membayangkan mengisap payudaranya, membelai pahanya, mencengkeram bokongnya. Ketika aku melihat ke bawah batang di selengkanganku mengeras. Tak tahan, kembali aku beronani, kali ini di tempat tidur.

Aku tertidur kembali dan ketika aku terbangun sebelah kamarku sudah dibanjiri cahaya dan jam kesukaan aku menunjukkan pukul 10 kurang sedikit. Aku duduk, perasaan seperti aku baru saja pergi tidur, dan teringat telah menghabiskan malam dalam gairah memuncak sehingga basah celana dalamku. Aku terhuyung-huyung ke kamar mandi. Bagaimanapun, Mak Fani tampaknya belum menyadari birahiku. Usai mandi, aku mengeringkan diri dan dengan penuh semangat bersiap-siap untuk kembali ke RS untuk melihat Nana. Aku mencium aroma kopi yang sedang diseduh di dapur dan mendatanginya. Mak Fani memanggilku dari ruang makan “Kamal, ya?” (Dia selalu memanggil aku Kamal, begitu tepat)

“Ya”, jawabku.

“Oh, bagus, dia berkata, Aku sedang menunggumu bangun. Bapak telah pergi keluar untuk sedikit untuk mencari beberapa buku TTS. Ia harus segera kembali dan kemudian kita akan pergi melihat Nana”


Aku bisa mendengar koran berdesir dan berpikir ia telah terjebak dalam hidungnya lagi. Aku memutuskan untuk pergi duduk di ruang tamu dan menangkap berita sebelum pergi. Kita hidup dan r. makan yang terbuka untuk satu sama lain dan aku sekilas melihat Mak Fani keluar dari sudut mataku, duduk di meja ruang dinning membaca koran Minggu. Ketika aku duduk di kursi aku menyalakan t.v. dan dibalik itu ke salah satu program Minggu pagi. Ketika aku menghirup kopiku Aku melirik Mak Fani, masih terpesona dalam membaca. aku agak terkejut melihat bahwa ia masih mengenakan gaun tidur sutra putih. Mak Fani tua koq, pikirku, sampai aku membiarkan mataku melayang ke bawah. Dia telah menyilangkan kaki dan memperlihatkan sedikit bagian atas lututnya. Penisku mulai bergerak saat aku menatap kaki Mak Fani. Semua membuat aku tegang dan aku hanya duduk minum kopi sambil menatap kaki! Akhirnya aku memaksa bangun dan pergi dari dapur untuk meletakkan cangkir ke dalam bak cuci. Tepat ketika aku hendak pergi, Mak Fani berjalan dalam membawa piringnya ke tempat cuci piring.

Dia tersenyum sopan, dan bertanya “Apa mau berangkat sekarang?”

“Eh, Ya”, kataku, agak malu karena aku baru saja mengintipnya.

“Iya deh”, dia berkata, “Mak dan Bapak akan segera menyusul” dan memutar keran air untuk mencuci piring.

Aku hampir sampai ke pintu ketika ia memanggil namaku

“Kamal, di mana Nana menyimpan sabun?”

“Eh”, pikirku sambil berjalan kembali ke dapur, “Apakah Mak lihat di bawah bak cuci piring?”

Ketika aku masuk, aku melihat Mak Fani, satu tangan di bak cuci piring yang lain di pintu, agak sedikit membungkuk melihat ke kolong. Saat aku semakin dekat aku melihat bahwa dalam posisinya sekarang bagian depan bajunya memperlihatkan puncak-puncak payudaranya. Tampak seolah-olah buah dada itu seperti memberontak keluar dari kurungan. Payudaranya memang agak kendur, tapi ketika kondisiku sekian lama libur birahi, keduanya tampak sangat merangsang! Aku juga bisa melihat tonjolan putingnya dari baju Mak Fani. Penisku langsung keras saat aku melawan dorongan untuk mendekatkan wajahku di antara payudaranya!

Mak Fani menyadarkan aku ketika mengatakan “Nggak ada tuh Mal”

Aku segera mendekat untuk mencari sabun cuci piring. Beruntung aku menemukannya dan kami berdua berdiri lurus ke atas dengan Mak Fani melanjutkan mencuci, benar-benar tidak menyadari apa yang baru saja terjadi.

Kunjungan dengan Nana dan bayi berjalan dengan baik dan orangtuanya bergabung dengan kami setelah beberapa saat. Aku mengepalkan mata Mak Fani meskipun sendiri, merasa beberapa gejolak di selangkanganku saat ia melangkah masuk.

Mertuaku pulang lebih dulu, sementara tidak terlalu terburu-buru. Ketika aku rasa kunjunganku cukup aku memutuskan pulang untuk makan malam. Aku mencium Nana dan bayi dan segera pulang dan tidur. Sebenarnya aku memikirikan untuk mencoba siapa tahu Mak Fani dapat melepaskan birahiku yang memuncak.

Keesokan harinya, bangun tidur aku segera mandi pagi. Selanjutnya aku mengenakan celana pendek dan t-shirt berjalan ke dapur. Aku teringat Pak Hasan mertua laki-lakiku biasa jalan pagi-pagi dan pulang siang hari. Mungkin di rumah tinggal aku dengan ibu mertua. Lantas aku berjalan ke dapur untuk menemukannya bersandar di tengah ruang sambil membaca koran pagi.

“Mak Fani um aku nggak bisa jelasin,” kataku.

Dia memandang mataku, dan berkata “Mak tidak menyalahkan kamu sepenuhnya, Kamal.”

Dia menunduk lagi dan berkata “Maksud aku pertama sih mungkin tidak apa-apa, spontan. Tapi yang kedua kedua kalinya Mak seharusnya mencegah Kamal . tapi Mak. membiarkannya terus . Mak menyerah! Mak juga nggak tahu kenapa begitu! Waktu Kamal mencoba lagi mak seharusnya sudah menguasai diri, tetapi Mak bukan berhenti malah membiarkan itu terjadi .. Ya tuhan, Mak juga membiarkan kamu. Gimana Mak bisa menghadapi Bapak dan Nana setelah ini? ”

Aku berdiri sambil berpikir dan kemudian mulai bergerak ke sisi , tapi tiba-tiba ia mendongak dengan ekspresi kaget dan mulai bergerak kembali. Aku berhenti dan bersandar di ujung pulau dan dia berhenti di sepanjang sisi. Dia cukup dekat sehingga aku bisa meraih dan menyentuhnya, namun cukup jauh, sehingga ia merasa nyaman.

“Mak Fani aku tidak akan khawatir tentang Bapak dan Nana, mereka tidak pernah perlu tahu. Hanya saja sesuatu yang terjadi dan dapat tetap bersama kita” kataku dalam upaya untuk alasan dengannya.

Tuhan, Nana tidak boleh pernah tahu tentang ini!

Dia tidak menatapku, tapi berkata “Oh, Kamal Mak berharap bisa menjelaskan pada diri sendiri bagaimana hal ini terjadi! Tidak ada yang seperti ini, belum pernah terjadi padaku .. Mak cuma .”

“Mak Fani, aku yang bersalah,” kataku. “Aku terhanyut. dan tidak bisa benar-benar menjelaskan Mak. Aku melihat betapa cantiknya Mak dan aku. .. tak bisa mengendalikan dorongan untuk mencium Mak! Aku tidak bisa menahan diri! Kemudian setelah aku melakukannya Aku tidak bisa berhenti memikirkan bagaimana rasanya.. dan aku terdorong ingin melakukannya lagi! Pengen sekali sehingga aku tidak bisa menahan diri ”

Saat aku berbicara ia akan melirik ke arahku, lalu mengalihkan matanya ke bawah, seolah-olah dia malu dengan penjelasan aku.

Ia menyela “Yah mungkin begitu, tapi Mak sudah tua dan Mak kan mertuamu. Mak nggak mengerti berciuman sama Kamal sampai tiga kali.!!!”

Aku tetap diam beberapa saat, agar berhati-hati menanggapinya.

“Satu-satunya penjelasan yang aku miliki, Mak memang membuatku terpesona.” Aku berkata dengan nada tenang. “Ekspresi wajah Mak, saat rambut Mak memantulkan cahaya, ketika bibir Mak menyentuh bibirku semua itu terlalu banyak. Aku tidak pernah berpikir yang lain . Aku hanya mengikuti perasaan. Aku sangat menyesal, dan tidak tahu bagaimana Mak bisa memaafkan aku ”

Aku bersandar ke dinding, mencoba bermain dengan simpati. Dia menatapku sebentar dan kemudian melangkah ke arahku.

“Nah, Kamal, aku kira ada cukup alasan untuk saling menyalahkan. Aku merasa begitu . kotor!” dia menangis.

Aku menyela, “Jangan, itu tidak seperti itu. Ini bukan apa-apa. Aku terpesona oleh Mak sebagai perempuan sangat menarik dan aku tidak bisa ingat kapan terakhir kali aku merasa begitu bermakna dengan kehadiran Mak. ”

Matanya melebar ketika ia meresapi apa yang aku katakan. “Oh, Kamal Mak tidak tahu harus berkata apa. Tidak ada yang pernah mengatakan itu kepada Mak sebelumnya. Mak mau bilang sungguh-sungguh, Mak cuma kaget ” jawabnya.

Aku mengamati wajahnya sejenak untuk membiarkan semua rayuanku mengena.

“Aku.. tidak bermaksud membuat Mak canggung atau tidak nyaman dan bukan maksudku mempermalukan diri kita sendiri,.. aku benar-benar tidak bisa menahan diri.” Kataku.

Matanya melembut dan ia menjawab “Mak percaya kamu Kamal. Kata-katamu saja yang mengejutkan. Mak tahu sedikit tentang apa yang kamu bicarakan, Mak merasakan juga di ciuman terakhir. ”

Dia berhenti bicara dan menunduk lagi. Pada saat itu aku pikir aku tidak pernah menginginkan wanita mana pun seperti aku ingin dia. Rasanya seperti seorang sakit yang pergi ke bagian terdalam dari pangkal paha aku.

Aku membungkuk ke arahnya dan berkata “Mak Fani, aku tidak bisa menjelaskannya, tapi aku tidak bisa menahannya.”

Aku terus bersandar ke depan, bibirnya dalam jarak jangkauku. Dia tampak diam di tempat, mata melebar menatap aku yang kian dekat.

Dalam hening, suara lembut Mak Fani keluar “Jangan Kamal . jangan .. ayolah .”

Dia meletakkan tangannya di dadaku saat menggerakkan kepalanya ke belakang sedikit untuk menjaga agar bibir kami tak bertemu. Aku perlahan-lahan menutup jarak yang tersisa, bibirku mendekat dan lebih dekat dengan wajahnya, sampai aku merasakan sensasi ketika bibirku menyentuh bibirnya dan kemudian diam dalam ciuman lembut sehingga menyebabkan Mak Fani mengeluarkan tertahan “huhmmm”!

Aku menggerakkan kepala sedikit ke atas dan bawah gerak, melumat bibirnya ketika kelopak matanya bergetar dan perkelahian tampak di wajahnya. Aku mundur, bibir kami berpisah pelan-pelan, menunggu sejenak dan kemudian mendekat dengan bibir terbuka untuk mempertemukan miliknya dengan aku. Aku membelai lembut bibirnya saat ia mengeluarkan erangan lembut lain dan aku merasa ketegangan di wajahnya luruh ketika tekanan tangannya di dadaku melemah.

Aku mundur sekali lagi, sampai kami terpisah beberapa inci dan terfokus dalam di wajahnya. Dia memandangku terselubung di bawah kelopak mata, napasnya pendek dan cepat, bibirnya terbuka dan basah. Aku mulai membungkuk ke depan lagi, menjaga mataku pada bibirnya saat ia terus-menerus melirik dari mataku ke mulutku dan kembali lagi.

Ketika jarak kami hanya beberapa inci, Mak Fani menatap lurus pada bibirku dan mengerang pelan “Oh, Kamal!!”.

AGEN JUDI KARTU - Dia memiringkan kepalanya dan mulai menyamakan geraknya dengan bibir terbuka. Bersama-sama kami menutup kesenjangan , dan kemudian masing-masing bibir menyentuh lembut dalam ciuman bergelora, ciuman penuh birahi!! Kami bertahan sesaat, merasakan ciuman yang menghalangi kami untuk bernafas dan bergerak! Lalu perlahan kami mulai menggoyangkan kepala, melumat bibir terbuka bersama-sama, mengirimkan bunga-bunga api di antara kami ketika kami menekan mulut kita lebih tegas bersama-sama. Aku mengulurkan tangan dan meletakkan tangan di pinggang, menelusurinya naik dan turun di sisi dan kemudian secara bertahap menariknya ke arahku. Mak Fani tidak menunjukkan perlawanan, ketika ia tampak melayang melintasi jarak yang memisahkan kami hingga aku bisa merasakan payudaranya yang besar dan tangannya melekat di dadaku. Aku pindah tangan ke depan baju tidurnya, kemudian menyelipkan kedua tangan ke pinggangnya.


Aku lembut menariknya ke arahku, payudaranya menekan ke dadaku. Ketika kami melanjutkan ciuman, kepala kami bergerak-gerak dalam tarian yang lambat penuh nafsu, aku merasa pelukan melingkar Mak Fani  perlahan-lahan mendaki dada dan bahuku sampai terbungkus erat di leherku. Tubuh kami saling menekan. Payudaranya semakin merapat ke dadaku, sementara selangkangan kami bersama-sama menekan. Saat panas ciuman kami mulai naik, Mak Fani mengeluarkan jeritan tertahan dan bibir kami membuka satu sama lain dalam gelora tak terkendali.

Kepala kami lantas bergerak liar, seolah-olah kami sedang mencari cara bagaimana agar mulut kami kian rapat. Tanganku naik- turun ke punggung Mak Fani, menyentuh semua lengkungan yang pernah kubayangkan. Tanpa melepas ciuman, dalam satu gerakan aku menarik tangannya ke bawah dan menarik baju dari bahunya dan membiarkannya jatuh ke lantai. Ia segera memeluk kembali leherku saat aku rapatkan tubuhnya kembali! Aku bisa merasakan putingnya mengeras menusuk ke dadaku ketika tanganku melanjutkan penjelajahan tubuhnya. Aku sudah sangat bernafsu ketika bibir kami terus beradu bersama-sama, kami berdua saling mengerang di mulut! Aku menggapai ke bawah dengan kedua tangan, memegang ujung baju tidurnya, dan menariknya sampai menutupi pinggang. Tanganku balas ke bawah, memegang kedua pipi pantat tertutup sutra, dan menariknya erat-erat pangkal paha aku.

“Uhhmmm !!!!” dia mengerang, tapi tidak melepas ciuman!

Aku harus menyetubuhinya, sekarang, di mana saja! Aku segera meletakkan lenganku di bawah pahanya dan mengangkat ke pelukanku, cepat berjalan menyusuri lorong ke kamarku dan dengan lembut duduk di atas ranjang. Dia tampak sangat kusut, kedua matanya berkaca-kaca, mulutnya merah dan basah.
Read More

Kamis, 04 Juli 2019

Kehilangan Memek Dian Yang Legit



AGEN POKER - Pengalamanku menjadi seorang Wanita Lesbian berawal sekitar setahun lalu. Di lokasi kostku terdapat seseorang yang kebetulan pun kuliah di kampus yang sama denganku walaupun dia lain fakultas, sebut saja namanya Dian.

Dian tidak punya kendaraan, jadi dia tidak jarang ikut mobilku ke kampus. Kami pun sering pergi ke mall atau nonton bersama, sampai-sampai dalam masa-masa yang singkat hubungan kami menjadi lumayan dekat.

Dian anaknya paling cantik (dia sekali-sekali mengerjakan pemotretan sebagai model dan pernah menjadi cover girl di di antara majalah remaja), kulitnya putih mulus dan badannya pun tinggi langsing.

Sebenarnya semenjak dari mula aku kenal dia aku telah suka dia, namun sekali lagi, perasaan tersebut kusimpan dalam-dalam sebab aku tidak tahu apakah dia pun seperti aku atau laksana gadis normal lainnya. Yang kutahu dia belum pernah punya pacar cowok juga.

Di malam hari kami tidak jarang main ke kamar setiap untuk ngobrol atau nonton film. Kamar Dian pun ada kamar mandinya dan seringkali dia melulu melilitkan handuk setelah berlalu mandi dan mengenakan pakaian di depanku.

AGEN TARUHAN POKER - Mungkin sebab aku perempuan juga, jadi dia tidak malu-malu, pikirku. Di kamar seringkali Dian melulu mengenakan baju kaos longgar tanpa BH atau celana dalam lagi. Aku tidak jarang mencuri-curi pandang ke kemaluannya yang ditumbuhi oleh bulu-bulu yang lebat. Hampir semua badannya ditumbuhi bulu-bulu halus dan ini meningkatkan keseksian dia.

Aku duduk bersila di depannya dan kami mulai membual seperti biasanya. Karena posisi dudukku dan baju tidurku yang lumayan pendek, Dian dapat menyaksikan kemaluanku dengan jelas, dan kuperhatikan dia sejumlah kali menyaksikan ke arah situ.

AGEN DOMINO QQ - Pembicaraan kami juga berlanjut dan Dian menanyakan aku apakah aku pernah pacaran dengan wanita, sebab dia heran mengapa sampai ketika ini aku belum pernah punya pacar cowok. Aku bilang belum dan aku tidak melanjutkan jawabanku lagi.

Hal yang sama kutanyakan ke Dian dan jawabannya sungguh di luar dugaanku. Dian mengaku bila sebenarnya dia ialah seorang lesbian dan dia pernah punya pacar perempuan sewaktu di SMU. Terus terang, pernyataan tersebut membuat hatiku berbunga-bunga sebab dia ialah wanita kesatu yang kusuka dan kebetulan pun seorang lesbian.

AGEN CEME - Aku beranikan guna berterus cerah ke Dian bila aku pun seperti dia dan bahwa telah lama aku memendam perasaan padanya.

Dian tersenyum dan menuliskan bahwa dia pun punya perasaan yang sama, tapi pun tidak berani menuliskan yang sebetulnya kepadaku sebelum dia yakin bila aku pun suka sama dia. Dian lantas merebahkan kepalanya di pangkuanku.

Beberapa saat lantas Dian mengajakku naik ke ranjang. Kami berciuman lama sekali, dan itulah empiris kesatuku berciuman dengan seseorang.

Dian kelihatan telah cukup berpengalaman dan tangannya mulai turun dan memegang buah dadaku. Aku telah mulai terangsang dan aku mohon dia untuk mencungkil baju tidurku.

AGEN CAPSA SUSUN - Sambil berdiri, Dian mencungkil baju kaos yang dikenakannya, namun masih mengenakan celana dalamnya. Kemudian dia unik baju tidurku ke atas sampai-sampai aku istirahat telentang di hadapannya tanpa mengenakan apa-apa lagi.

Dian lantas mulai menciumi buah dadaku dan menjilati kedua putingku. Aku sudah paling terangsang dan kemaluanku mulai basah.

Memek Indonesia Bokep Jilbab Hot
Ciuman Dian mulai turun dan dia lantas membuka kedua kakiku lebar-lebar. Rambut kemaluanku disibakkan dan Dian mulai menjilati klitorisku. Aku terus merintih sambil memejamkan mata.

Hanya dalam selang waktu sejumlah menit aku merasakan ciuman kesatuku, sentuhan seorang perempuan dan kini kesatu kalinya pun seseorang menjilati kemaluanku.

Setelah puas menjilatiku, dia memintaku untuk mengerjakan hal yang sama kepadanya. Aku mulai dengan menjilati buah dadanya yang cukup besar dan putingnya yang berwarna merah kecoklatan.

Baca juga ==> Menyetubuhi adek Nana

Putingnya pun besar dan kelihatannya sensitif sekali, sebab Dian langsung mendesah-desah dengan keras begitu aku menjilati putingnya. Dian memintaku guna menjilati kemaluannya, namun aku masih belum puas bermain-main dengan putingnya yang seksi itu.

Jilatanku terus turun hingga ke kemaluannya. Celana dalamnya belum kulepaskan, dan di sebelah kiri kanan celananya tampak rambut kemaluannya yang lebat. Aku mulai dengan menjilati sebelah kiri dan kanan selangkangannya.

Dian terus mendesah dan membuka kakinya lebih lebar lagi. Dia memintaku untuk mencungkil celananya, dan seraya pantatnya diusung sedikit, kulepaskan celana dalamnya perlahan-lahan, dan terlihatlah dengan jelas kemaluannya.

AGEN JUDI KARTU - Kulanjutkan dengan menjilati kemaluannya, matanya dipejamkan dan kedua tangannya diletakkan di atas kepalaku seraya sedikit menekan-nekan dan menunjukkan jilatanku ke klitorisnya. Ternyata menjilati kemaluan wanita paling nikmat, lebih dari yang sekitar ini kubayangkan.

Aku membuka bibir kemaluan Dian dan kujilati unsur dalamnya yang berwarna kemerahan. Dian sudah paling basah dan semakin keras mengerang.

Kemudian Dian memintaku guna bangun dan mengerjakan Posisi Gaya 69 dengan tubuhku sedang di atas tubuhnya.

Kami saling menjilati memek masing2 sampai kesudahannya kami sejumlah kali orgasme. Setelah lelah, kami berciuman pulang dan tidur berdekapan sepanjang malam. Aku benar-benar merasakan pengalaman kesatuku ini, lagipula dengan Cewek Indo Cantik Lesbian laksana Dian.

Setelah malam itu, kami tidak jarang bercinta. Kadang-kadang aku menginap di kamarnya atau dia di kamarku. Memang kami tidak berani guna tidur bareng setiap malam guna menghindari omongan teman-teman kost lainnya.

Percintaan kami selesai dua bulan yang kemudian waktu Dian beserta keluarganya pindah ke Australia. Aku paling kehilangan dirinya dan tidak tahu apakah aku bakal mendapatkan orang laksana dirinya lagi.
Read More

Sabtu, 09 Juli 2016

Kisah Nana Wanita Desa Menjadi Wanita Malam

Kisah Nana Wanita Desa Menjadi Wanita Malam

 Agen Poker Online Terpercaya

CeritaSex - Nana begitu tak sampai hati melihat keadaan mamanya, nyonya Laila, di dalam keadaan usia tua masih terus bekerja membanting tulang semata – mata karena hanya untuk makan sehari – hari. Bagaimana nyonya Laila tdk harus demikian, karena sejak kematian tuan Rudy suaminya tak ada lagi yg memberikan makan mereka selain dengan cara yg demikian itu.
Agen Poker Online - Sedangkan disisi lain nyonya Laila hanya hidup seorang diri di desa Briming yg lengang dan tdk banyak memberikan pola kerja selain daripada menjahit pakaian – pakaian orang – orang di sekitar kebun anggur itu. Ia untuk bekerja seperti mereka – mereka nyonya Laila betul – betul sudah tak kuat. Usianya yg memasuki empat puluh lima tahun itu sangat membuat ia semakin lemah, apalagi ia sudah mulai merasakan adanya sakit rematik, sehingga pekerjaan yg semestinya dikerjakan oleh kaum lelaki itu sungguh membuat ia tdk bisa sama sekali, selain hanya dengan cara menjahit pakaian – pakaian orang yg ada di sekitar kebun anggur itu.
Pekerjaan nyonya Laila memang tdk terlalu berat, tetapi justuru di mata Nana merupakan suatu pukulan bathin karena tak sampai hati melihat mamanya yg sudah dimakan usia tua itu masih terus bekerja keras hanya dikarenakan semata – mata untuk makan sehari – hari.
Di kala tegang – tegangnya pikiran Nana memikirkan orang tuanya, tiba – tiba tuan Michael si pemilik kebun anggur itu datang ke rumahnya dan sekaligus meminta kepada orang tuanya agar Nana dapat diajak ke Switzerland untuk dijadikannya sebagai tenaga penyalur di negara kincir angin itu.
Mengetahui maksud baik Michael sudah barang tentu diterima nyonya Laila. Untuk itu ia langsung menyerahkan puterinya itu untuk dibawa Michael ke Switzerland.
“Saya memang sudah semestinya beristirahat dan di samping itu sudah waktunya buat Nana mencari kehidupan sendiri. Bawalah dia, tapi tolong jaga anak saya itu baik – baik, tuan….” kata nyonya Laila menjawab permintaan juragan kebun anggur itu.

“Ow, masalah keselamatan diri puteri nyonya, saya yg bertanggung jawab…” kata tuan Michael memberikan keyakinan kepada orang tua itu.


“Lalu rencana tuan, Nana hendak tuan jadikan apa di kota besar itu ?” seketika nyonya Laila mendesak bertanya. Tuan Michael tersenyum kecil dan menghela napas panjang.Ba“Penyalur. Setelah anggur kami ini diproduksi menjadi minuman. Jadi di Switzerland Nana kami tempatkan di sebuah toko besar dan di situlah dia akan kami berikan kepercayaan untuk menangani permasalahan jual beli. Selain untuk mengajarkan dia supaya menjadi orang cerdik, dia juga memiliki wajah menarik yg semata – mata dapat mengundang rasa senang kaum pembeli, nyonya….” sahut lelaki yg bertubuh gemuk serta pendek dan berkepala botak itu kepada nyonya Laila sambil tersenyum.

Pembicaraan yg agak panjang dan mendetail itu akhirnya semakin membuat mengerti nyonya Laila. Maka setelah itu sepetang – petang harinya juga lelaki bandar anggur itu mengajak Nana berangkat menuju Switzerland dengan mengendarai kereta api. Bukan main senangnya perasaan Nana di kala lelaki setengah baya itu mengajaknya pergi ke kota besar. Selain dia memang sudah merasa jemu dengan keadaan desa Breming yg sepi itu, ia juga merasa mempunyai kewajiban untuk menjadi seorang yg mandiri dan sekaligus dapat meringankan beban mamanya yg sudah lama menjanda itu.
Tiba di Switzerland dengan mengendarai sebuah taksi dodge kuno, gadis yg masih di bawah umur itu dibawa Michael ke sebuah kios besar yg berisikan berbagai bentuk dan model jenis minuman keras. Ketika melihat keadaan toko yg besar dan luas itu semula Nana agak bingung dengan ketdkmengertiannya. Tetapi setelah dua hari berselang dan telah diajar dengan baik cara – cara menghadapi kaum pembeli akhirnya Nana menguasai pekerjaannya itu.
Pada suatu malam, di kala waktu sudah menunjukan pukul sembilan lewat di kala toko sudah tutup, Nana berlalu ke dalam kamar mandi yg letaknya di bagian dalam toko itu. Dia tampak sudah begitu lelah dan tubuhnya yg sejak tadi berkeringat melayani pembeli yg membludak sudah membuahkan aroma bau yg kurang sedap. Gadis yg baru menginjak dewasa dan bertubuh padat sekali serta montok itu bermaksud hendak mandi.
Tetapi alangkah terkejutnya ketika tiba di muka pintu kamar mandi itu. Seperti orang terkesima, ia melihat Michael dalam keadaan telanjang bulat tengah menunduk membelakangi pintu kamar mandi asyik sekali mengocok – ngocok kemaluannya yg diborehkannya sabun miyana.
Gila…..? sentak Nana di dalam hati terpaku melihat tubuh gemuk pendek bagai babi itu dalam keadaan telanjang bulat dan seolah – olah tdk memperdulikan apapun yg terjadi ketika itu. Kocokan – kocokan telapak tangan pada batang pelernya itu membuat bunyi yg berdecak – decak di antara busa sabun mandi.
“Akkkkh,” desah gadis itu lagi mulai merasakan adanya kelainan di dalam dirinya sewaktu melihat adegan tersebut.
Agen Judi Online - Jantungnya mendadak bergetar keras dan tubuhnya menjadi gemetaran. Sedangkan kelentitnya terasa berdenyut – denyut seketika, dan akibat menahan nafsu itu tiba – tiba terasa cairan agak kental dan licin mengalir keluar dari pelupuk liang memeknya.
Michael tampak megap – megap menyeringai dengan kepala tertatap menghadap keatas langit – langit kamar mandi itu. Sedangkan pinggulnya yg padat dan berlipat – lipat karena lemak itu tampak bergoyang – goyang ke muka belakang mengikuti gerakan telapak tangan yg mengkocok kocok kemaluannya. Dan selang beberapa saat tiba – tiba lelaki itu terdengar mengerang dengan suara serak – serak parau yg kemudian dilanjutkan dengan meluncurnya denyut – denyut cairan yg memancar keluar dari lubang kemaluannya. Cairan yg tampaknya kental berwarna putih itu, mendenyut – denyut terlempar jauh sampai membentur dinding tembok kamar mandi.
“Gila…?” kata hati Nana yg masih tegak terpaku menyaksikan ulah sang majikan yg sinting sendirian itu. Ia betul – betul menjadi terangsang hebat, dan sekaligus membuatnya menjadi resah tak menentu. Namun sedemikian tegangnya keadaan yg dialami Nana ketika itu, sedikitpun ia tdk bergerak dengan wajah tertatap lurus mengarah ke arah Michael yg tampak mulai mencuci kemaluannya dengan air.
Bandar Poker Online - Setelah selesai membasuh kemaluannya lelaki itu bermaksud hendak keluar dari kamar mandi tersebut, tetapi alangkah terkejutnya ia di kala membalikkan tubuh tiba tiba menjumpai Nana yg berdiri tegak di muka pintu dengan sikap penuh keterpanaan.
“Haiii….kau……kau………….” sentak Michael dan berusaha menutupi kemaluannya dengan kedua belah telapak tangannya. Wajahnya merah padam seperti menahan malu.
“Sedang apa kau disitu?” sambungnya berusaha menggapai handuk yg tergantung di sebelah kiri dan sekaligus menutupi pinggangnya dengan handuk itu.
“Sa…..saya ingin mandi tuan………” sahut Nana dengan wajah agak pucat dan gugup.

Betapa dia tdk harus menjadi demikian? Di kala lelaki setengah baya itu membalikkan tubuh, dengan jelas mata Nana melihat sesuatu yg menggantung masih sedikit tegang itu sungguh panjang dan besar. Dan bulu jembut di bagian pangkal peler. Hal yg demikian itu sungguh membuat Nana menjadi tak kuasa menghadapi keadaan.
“Sa…….saya lelah, tubuh saya sudah bau oleh keringat. Sedang apa tuan tadi di sini sendirian?” sambung Nana lagi.
Melihat sikap Nana yg bertanya itu, sedangkan perasaan gelisah mulai pudar dirasakannya lalu dengan senyuman yg dipaksa – paksakan lelaki itu menjawab.
“Saya sedang membersihkan kemaluan saya yg amat kotor oleh kotoran. Kalau kau mau mandi, mandilah dulu…….” ujar lelaki itu dan kemudian langsung berusaha keluar dari kamar mandi itu.
Di kala lelaki itu berlalu lewat ruangan di muka pintu, Nana berusaha melangkahkan kakinya maju sekalipun dirasakannya ketika itu dadanya berguncang hebat. Dan di kala ia telah masuk ke dalam kamar mandi itu dan tak memperdulikan lelaki yg sudah berlalu meninggalkan kamar mandi, dengan di sertai tubuh yg gemetaran ia mengunci pintu dari dalam kamar mandi.
“Aaaaah…….” desah perempuan itu di kala ia meraba bagian kemaluannya yg sudah telanjang bulat.
Telapak tangan kanannya yg berusaha meraba kemaluannya itu merasakan adanya cairan – cairan kental dan licin sudah memenuhi rongga yg ada di liang memeknya. “Aku rupanya sudah mengeluarkan air nafsu, ooooohhhhh…………..” sambungnya lagi di dalam hati dan kemudian meredupkan kedua matanya di antara yg sedikit terangkat.
Kobaran rangsangan mendadak datang menggangu jiwa perempuan itu. Darahnya terasa mendesir kuat dan kemudian membuat sekujur tubuhnya menjadi hangat. Sedangkan jantungnya terasa kian berdegup keras dan membuat dadanya tergetar – getar. Tubuhnya gemetaran menahan rangsangan yg sudah tdk terkendalikan itu. Dan di seluruh bagian dalam kemaluannya semakin banjir oleh derai derai air maninya sendiri.
“Oouuuuuuukh……..eeeeeessssstttttttt………” rintih perempuan itu berusaha menggosok – gosok bagian permukaan kemaluannya dengan telapak tangan.
Dan kemudian khayalannya melayg tinggi teringat kepada masa masa lalunya yg pernah dialaminya bersama David, bekas rekannya satu sekolah di sebuah yayasan orang – orang tdk mampu.
David betul – betul membuat sekujur tubuhnya menjadi hangat dan nyaman. Kemaluannya yg besar dan panjang itu sungguh membuat ia mendelik – delik menahan nikmat yg tiada tara. Tetapi sayangnya kenikmatan yg sangat itu tdk bisa diulanginya lagi. Setelah David selesai menamatkan sekolahnya, lalu pemuda itu pergi ke John dan kemudian bekerja di sebuah pabrik perkayuan. Sejak itu Nana sudah tak pernah berjumpa lagi dengan pemuda yg pernah memikat hatinya itu.
Sambil terus menerus mengusap – usap permukaan lubang memek yg di tutupi rapat oleh bebuluan jembut. Khayalan terus menggelinyg membayangkan kejadian – kejadian yg pernah dirasakannya bersama David.
“Uuuukkh, sayang kau tak ada disini David, kalau seandainya saja kau ada disini alangkah nyamannya tubuhku ini. Tentunya kita berdua akan mendesah – desah merasakan nikmatnya sentuhan antara kelamin kita. Ooooh,….” kata perempuan itu terpejam – pejam dan terus menggosok – gosok permukaan memek, yg semakin lama semakin banjir oleh denyut – denyut air mani karena menahan nafsu yg berkobar itu.
Namun di kala asyik – asyiknya perempuan itu menghayal dan merasakan nikmatnya sentuhan telapak tangan yg mengusap – usap permukaan liang memek, tiba – tiba pintu yg tertutup terkunci itu terdengar diketuk orang dari luar. Khayalan Nana sudah melayg tinggi itu mendadak sayup dan kecut karena keterkejutan.
“Siapa di luar?” sentaknya seraya bergegas menutup bagian tubuhnya dengan handuk. Dan kemudian dari luar kamar mandi terdengar suara menyahut.
“Aku Na. buka pintu. Ada sesuatu yg ketinggalan di dalam kamar mandi….” suara dari luar menyahut yg lain tdk adalah Michael. Ded! Jantung Nana agak berdetak kaget. Sedangkan keningnya mengernyit berpikir – pikir.
“Mau apa boss? Akh biarlah aku buka pintu ini, kalau dia mau biarlah akan aku penuhi seleranya daripada mengonani seperti tadi…..?” bisiknya di dalam hati dan kemudian tangannya mulai memutar anak kunci.
“Celanaku tertinggal, aku tdk bisa mengambil pakaian kalau dengan hanya mengenakan handuk seperti ini….” kata Michael yg tampak tegak di muka pintu dengan tubuh yg hanya ditutupi selembar handuk.

Namun mata pria itu tampak berbinar tajam memperhatikan tubuh Nana yg hanya ditutupi selembar handuk juga. Namun di bagian atas dia melihat sepasang buah dada yg bulat besar dan montok sama sekali tak tertutup oleh handuk.
Dan seketika itu pula tubuhnya tiba tiba menjadi bergetar menahan nafsu ingin rasanya ia menjilat dan melumat puting susu yg tampak mencuat ke muka itu. Namun untuk itu ia masih belum berani melakukannya. Ia mempunyai pikiran, apa pendapat nyonya Laila kalau dia sampai melakukan ke kurang ajaran terhadap putrinya itu. Alangkah malunya ia seorang juragan anggur telah melakukan hal kriminil yg semata – mata membuat nama baiknya menjadi tercemar.
Maka seketika di kala itu ia berpura – pura melangkah masuk dengan tujuan ingin mengambil pakaiannya yg tergantung di dinding sebelah kiri kamar mandi itu. Tetapi tak ubahnya pepatah mengatakan pucuk dicinta ulampun tiba, mendadak setelah ia berada di dalam kamar mandi itu, dan di kala baru saja ia hendak menggapai pakaiannya yg tergantung tiba – tiba Nana mendekati dan kemudian handuk yg melingkar di pinggangnya di tarik lalu Nana pun berusaha melepaskan handuknya pula. Sehingga kedua tubuh yg ada di dalam kamar mandi itu sudah dalam keadaan terlanjang bulat.
“Gila….? kau mau apa…?” cetus juragan anggur itu dengan kepura – puraan dan dengan kedua mat membelalak.
“Tuan tdk perlu khawatir, saya mengerti semenjak nyonya Linda meniggal dunia setahun yg lalu, tuan sudah kehausan. kita tdk berbeda tuan…. saya pun haus tuan….” seloroh Nana bagai tak sadarkan diri membuka ucapan demikian.
“Haaaa?” sentak lelaki itu dengan mata agak membelalak karena penuh keterkejutan.

Namun di kala perempuan itu selesai menghabiskan kalimat ucapannya, tiba – tiba ia merasakan denyut – denyut kemaluannya yg lama kelamaan bangkit tegak berdiri. Dan di kala milik lelaki itu bangkit menegang, darah di sekujur tubuh Nana terasa menyirap kuat dan sekaligus membuat tubuhnya menjadi hangat karena menahan rangsangan. Ia betul – betul merasa gemas melihat sesuatu yg semula bergelayut itu tiba – tiba berdenyut – denyut dan kemudian tegang dengan kerasnya. Dadanya seketika berdegup keras, tulang – tulang di seluruh tubuh terasa tergetar dan seketika saja ia melangkah mendekati lelaki itu. 
“Biarlah di kamar mandi ini kita lakukan tuan….” ujar Nana lagi dengan disertai tatapan mata sayu, dan kemudian melangkah mendekati.
“Rasanya tak ada halangan sekalipun kita lakukan di tempat kosong seperti ini….”

Michael tercengang diam. Namun di hatinya ketika itu, dia memang betul – betul mengharapkan itu bisa terjadi.
Sementara Michael terdiam bengong sambil menghela napas panjang, ketika itu Nana memperlihatkan tubuhnya yg kuning langsat itu. Michael mulai menggeraygi paha Nana lalu ke atas dan sampailah ke puncak yg ditujunya.

“Oh….akh Michael  jangan ditusuk pakai jari aaakhhhh…..” kata Nana sambil menggelinjang.
Sejak kematian istrinya nyonya Linda, ia memang betul haus akan persetubuhan dan rindu sekali menikimati sentuhan lembut dari seorang wanita. Tetapi memang keadaan dirinya yg kurang menarik, wanita-wanita tdk begitu bernafsu untuk melayaninya. Muka buruk, hidungnya pesek, kulitnya hitam dan bentuk postur tubuhnya gemuk pendek serta kepala pun botak itulah penyebab wanita-wanita kurang menyenanginya.
Namun kali ini seperti katak merindukan hujan, tiba-tiba hujan itu turun dengan derasnya. Begitulah yg ada di dalam hati lelaki itu. Maka seketika ia memandang bagian selangkangan paha Nana yg tampak rimbun oleh bebuluan yg keriting dan panjang sampai menepis ke bagian bawah pusarnya. Dan ketika tatapan itu terjadi tubuhnya mendadak menjadi gemetaran karena menahan nafsu.
Di bawah pinggang yg ramping dan berkulit putih itu ia melihat pinggul Nana padat, sekal dan berlipat-lipat. Di bagian atas pinggang perempuan itu ia melihat sepasang buah dada yg bulat, padat dan dihiasi puting susu yg tampak sudah mencuat tegak berdiri. Seketika lelaki itu menelan air ludah akibat menahan nafsu, dan dibiarkannya perempuan itu mulai merendahkan tubuhnya, duduk berjongkok sambil menggenggam batang peler.
“Juuuuuhhh…” erang suara Michael menyeringai di kala telapak tangan pegawainya itu mulai menyentuh batang kemaluannya.
Agen Judi Online - Jantung yg sudah terasa berdegub menggetarkan dada terasa semakin menjadi-jadi. Apalagi setelah itu Nana tampak mulai mendekatkan bibirnya kearah bagian kepala zakar. Dan dia mengerti kalau perempuan itu ingin melakukan sesuatu, maka seketika itu ia perlahan-lahan mengangkat mukanya memandang keatas langit-langit kamar mandi itu, berusaha menikmati apa yg dilakukan Nana saat itu.
“Aaaaaakkkhh…” erang lelaki itu lagi dengan wajah tegang merah padam. Seketika sentuhan ujung lidah yg lembut menggelenyar itu menepis di bagian lubang kemaluannya. Sungguh tak terbayangkan betapa indah keadaan yg ada, sekalipun hanya terjadi di dalam kamar mandi.
Nana tdk menghiraukan kegelisahan lelaki itu. Tdk diperdulikannya Michael yg tampak sudah menggeliat-geliat menahan nikmat dan diantar tubuh yg gemetaran. Setelah selesai ia menjilat-jilat bagian lubang perkencingan lelaki itu, lalu seluruh bagian kapala zakar itu diulasnya dengan penuh mesra dan perasaan dengan permukaan lidahnya secara menyeluruh.
Michael tampak semakin resah gelisah tak menentu. Diantar desah-desah mulut yg menahan rangsangan itu, ia tampak menggeliat tak karuan. Dan kemudian saking tak sadarnya kedua telapak tangannya bergerak yg kemudian meremas-remas rambut Nana, sehingga rambut menjadi acak-acakan tak menentu.
Tetapi hal itu tak menjadi problem bagi Nana. Bahkan dengan sikap histeris yg dilakukan lelaki yg sudah tdk sadarkan diri itu, ia semakin menjadi senang, gemas seperti ada suatu kelebihan yg membuat ia menjadi serius untuk menjilat-jilat kapala zakar itu.
Lama perempuan itu mengulas-ulaskan lidah yg semakin lama keadaan kapala zakar itu semakin bersih berkilat dan basah kuyup oleh cairan air ludah. Namun hal yg demikian itu bukanlah sesuatu yg mengurangi semangat Nana untuk menjilat-jilat itu, bahkan sebaliknya dengan keadaan yg ada itu merupakan salah satu spirit yg memberikan semangat untuk mengadakan aksi itu.
Sesaat keadaan kepala peler kian basah kuyup oleh deraan air ludah. Dan kemudian jilatan itu mulai turun ke bagian batang peler, sehingga keadaan kemaluan lelaki duda itu kian menegang keras dan penuh dilingkari oleh urat-urat yg besar melingkari seluruh bagian batang zakar. Di kala seluruh batang zakar itu telah tersapu seluruhnya oleh ujung lidah perempuan itu, dan keadaan k0ntol kian basah kuyup barulah perempuan itu bangkit dari jongkoknya.
“Uuuuffhh..” desahnya dengan suara terdengar serak parau.
Sesaat di kala posisi Nana sudah tegak berhadap-hadapan dengannya, lalu dengan secara otomatis seperti yg pernah dilakukannya dengan istrinya dahulu, lelaki bertubuh gemuk pendek itu menggantikan posisi Nana.
Perlahan-lahan ia merendahkan tubuhnya duduk berjongkok dan menghadapi bagian selangkangan Nana. Di kala melihat bebuluan yg keriting panjang dan berwarna pirang itu, guncangan dadanya semakin terasa. Sedangkan kedua kaki yg tertekuk duduk berjongkok itu terasa bergetar karena menahan nafsu yg sangat meluap-luap.
“Eeeeekkhh…” erang suaranya dengan serak, sedangkan kedua belah tangannya bergerak mulai menyentuh bagian bibir memek perempuan itu.
Pada saat jemari kedua belah telapak tangan lelaki itu mulai menyentuh bagian pentingnya, tak ayal Nana langsung mengerang lagi.
“Ooooww…aaakkkhhh”.
Tetapi suara itu sudah tak terpedulikan lagi oleh Michael. Di kala jari-jarinya mulai menyibak bulu dan kemudian membengkek bibir memek itu, ia melihat dengan jelas isi memek yg sudah tampak basah kuyup oleh air mani yg sekaligus membuat keadaan yg ada didalamnya tampak berkilat seperti terkena pernis. Benda yg bergerindil berwarna kemerah-merahan dan berkilat seperti terkena penis itu sungguh membuat kobaran rangsangan yg ada di dada lelaki itu kian meluap. Maka tak banyak pikir lagi lelaki itu langsung mengeluarkan ujung lidahnya dan kemudian bibir memek yg menguak lebar itu dijilat dngan penuh perasaan.
“Aaaaauuuuww…” pekik Nana menahan nikmat.
Mata perempuan itu terpejam-pejam dan nafasnya seketika menjadi menyengal-nyengal. Sentuhan lidah yg lembut dan basah itu sungguh memberikan kenikmatan yg tiada tara. Dan semakin perempuan itu resah blingsatan tak karuan, semakin pula semangat Michael untuk melahap-lahap bibir memek itu dengan lidahnya. Seru, mesra dan senang sekali tampaknya Michael mengadakan aksi yg demikian itu.
Setiap sentuhan yg agak menekan di permukaan bibir memek yg tipis dan peka itu, semakin pula perempuan itu mendesah dan sedangkan dari pelupuk memeknya mendenyutkan cairan kental dan semata-mata membuat keadaan di liang memek itu basah dan berkilat bentuknya.
Bibir memek yg terjegal oleh jemari lelaki itu semakin lama semakin melebar di kala kedua jari-jari itu kian menekan ke arah luar. Dan semakin bibir memek itu terkuak lebar, semakin pula mata Michael melihat isi bagian bagian dalam yg bergerunjul lembut dan basah, kemudian dengan penglihatannya itu semakin pula ia merasakan kobaran nafsu di dadanya.
Sehingga bagai seekor hewan jantan yg buas tengah menjilat-jilat daerah mangsa, sedemikian pula sikap dan aksi yg dilakukan lelaki itu. Penuh nafsu, penuh gairah, penuh semangat di balik rangsangannya yg bergelora.
Bibir memek yg terjilat-jilat itu, semakin lama semakin banjir oleh denyut-denyut air mani yg keluar dari pelupuk memek. Dan cairan yg membanjir itu akhirnya menepis keluar sampai tersentuh oleh ujung lidah lelaki itu.
Tetapi dengan tersentuhnya cairan lengket dan licin itu di lidah Michael, ia tampak semakin blingsatan. Semakin bernafsu dan cairan itu kemudian ditelannya. Cairan yg ditelannya itu tak ubahnya bagai susu kental yg penuh dengan kenyamanan.

Lama Michael menjilat-jilat bagian bibir memek dan tak ayal tepian bibir memek sampai ke bagian permukaan bebuluan yg menutupi permukaan lubang kemaluan itu pun tak luput menjadi basah kuyup oleh karena terjilat-jilat. Keadaannya pun tampak bersih agak kemerah-merahan dan sudah basah kuyup oleh air serta berkilat tampaknya.
Setelah sekian lamanya lelaki itu menjilat-jilat bibir memek, lalu ia pun berusaha menghela nafas panjang dan kemudian bangkit dari duduk berjongkoknya. Kemudian lengan kirinya langsung dilingkarkannya ke bagian pinggang perempuan itu dan kemudian sambil merengkuh, bibir Nana dikecupnya kuat-kuat dan sedangkan telapak tangan kanannya bergerak meremas-remas payudara yg sudah menyekal keras itu.
“Uuuufffhh….” Suara Nana mendesah dan karena mulutnya terhisap kuat oleh mulut lelaki itu.
Tetapi menikmati rengkuhan kuat dari lelaki itu, Natalie menggeliat-geliat. Di antara mulutnya yg tersedot itu, ia merasakan sentuhan nyaman pada bagian payudaranya yg teremas-remas itu. Tetapi Michael tdk memperdulikan sikap perempuan yg tampak sudah blingsatan itu, semakin ia merasakan perempuan itu menyengal-nyengal merasa nikmat, ia semakin menekuk pinggang perempuan itu seraya terus menerus meremas-remas payudara perempuan itu. Bukan main nyaman keadaan yg diterima Nana ketika itu. Seakan-akan dendam yg selama ini terlupakan tunai sudah diterimanya.
Serangan Michael yg demikian cukup berlangsung lama. Dada keduanya semakin terasa terguncang kuat oleh degup-degup jantung yg seakan-akan tak pernah mau berhenti. Tubuh semakin terasa bergetar-getar. Nafas terdengar memburu deras dan air keringat dingin pun mulai terasa menepis di seluruh tubuh keduanya.
“Uuuuukkhh….tuuuaan…enak….” desis mulut Nana dengan kedua mata terpejam-pejam. Nafas tersengal-sengal, sedangkan tubuhnya yg masih terengkuh kuat itu menggeliat-geliat bagai seorang penari striptase.
Tetapi sikap perempuan itu tdk diperdulikan Michael. Di antara tubuh yg terasa semakin tergetar-getar, ia kemudian melepaskan kecupan itu dan kemudian sambil kian menekuk pinggang perempuan itu, bibirnya didekatkannya ke bagian puting susu yg berada di sebelah kiri dada perempuan itu. Puting susu yg berwarna agak kecoklat-coklatan dan telah mencuat tegak berdiri itu lalu dijilatinya beberapa saat. Nana kembali tampak semakin menggeliat-geliat. Sentuhan ujung lidah yg lembut dan tiba di puting susu kirinya, ia merasakan titian nafsu kian meningkat. Merasakan sekujur tubuhnya kian nyaman dan segar, sehingga akibat menahan rangsangan yg kian bergelora itu akhirnya denyut-denyut air mani di liang memeknya kian membanjir dan membecek.
Setelah selesai menjilat-jilat beberapa saat lamanya, lalu lelaki itu mulai menghisap pelan-pelan puting susu itu. Nana kian resah salah tingkah menghadapi itu. Blingsatan! Sedangkan nafasnya terde ngar mendesah seperti sulit untuk dinafaskannya. Dan dikala ia telah selesai menjilat-jilat dan melumat puting susu sebelah kiri kemudian lelaki itu melanjutkannya lagi ke bagian puting susu sebelah kanan, sehingga lama kelamaan kedua puting susu itu tampak semakin mencuat tegak berdiri dan keadaannya pun sudah tampak basah kuyup oleh air ludah Michael.
Selang beberapa saat setelah selesai menjilat dan melumat kedua puting susu itu, sampai keadaan payudara Nana semakin menyembul mengeras karena terangsang hebat lalu lelaki itu mulai bergerak merubah pola permainannya lagi.
Perempuan itu dihelanya sampai ke tepian bak mandi yg terbuat dari porselin. Kemudian kedua tangan Nana disuruhnya memegang tepian tembok porselin itu. Di kala perempuan itu mengikuti perintahnya, kemudian lelaki itu langsung mengangkat kaki sebelah kiri Nana yg kemudian diletakkannya di bahu kirinya. Dan kemudian setelah posisi Nana setengah menungging dengan kedua telapak tangan memegang tepian tembok bak, telapak tangan kiri Michael langsung menahan kaki Nana yg ada di pundaknya, sedangkan telapak tangan kanannya bergerak menggenggam batang zakarnya yg sudah menegang keras ke muka itu.
Lalu kepala zakar yg sudah tergenggam itu diarahkannya ke permukaan lubang memek. Di kala kepala kemaluannya tepat berada di permukaan lubang kemaluan perempuan itu, perlahan-lahan lelaki itu menekan pantatnya ke muka dan…..
“Blluuuuuueeeess…….”.
Zakar itu turut maju ke muka di kala pantat Michael bergerak maju, dan kemudian langsung menyeruak masuk membelah bibir memek yg keadaannya sudah basah kuyup oleh cairan-cairan kental dan licin.
Sesaat k0ntol yg telah menyrobot masuk itu perlahan-lahan terus menggesek bergerak sampai amblas seluruhnya membenam di lubang memek. Di kala pergesekan itu terjadi dengan cara perlahan-lahan, keduanya merasakan sentuhan lembut, licin yg sangat memberikan kenikmatan. Tak ayal kedua mata insan yg sudah dalam keadaan telanjang bulat itu langsung memejamkan matanya.
“Aaaaakkkhhh….uuufff….” rintih Nana merasakan sekujur tubuhnya basah kuyup oleh curahan manisnya air madu dalam khayalan. Darahnya menyirap kuat menggelusur dan kemudian membuat hangat.
“Uuuuhhh….” erang Michael dengan suara terdengar serak-serak parau seperti terdesak oleh tingginya tensi rangsangan. Kepalanya seketika menghadap ke atas langit-langit kamar mandi tiu, sedangkan kedua belah matanya tampak terpejam-pejan menikmati nyamannya perasaan di kala itu.

Bandar Judi Online - Tangan kiri yg menahan kaki kiri Nana yg berada di atas pundaknya semakin erat. Sedangkan telapak tangan kanan yg semula menggenggam batang k0ntol kemudian bergerak berusaha meremas-remas payudara kanan Natalie. Dan ketika peler itu sudah amblas masuk seluruhnya di liang memek, lalu perlahan-lahan lelaki bertubuh gemuk pendek itu menghela pantatnya ke belakang, dan kemaluannya yg sudah amblas di liang memek perlahan-lahan bergerak keluar.
Dan di kala peler itu beringsut sampai sebatas kepala zakar yg masih terjepit di belahan bibir memek, lalu Michael menekan pantatnya lagi ke muka, peler itu pun begerak maju perlahan-lahan ke muka. Dan di kala kepala zakar itu telah membentur pelupuk kemaluan Nana yg lembut dan licin, perlahan-lahan menghela pantatnya ke belakang, perlahan-lahan k0ntol yg keras tegang itu beringsut mundur sampai sebatas kepala kemaluannya saja yg masih terjepit di belahan memek.
Dan kemudian sambil mendesah-desah lelaki itu kembali menekan pantatnya ke muka, sedangkan peler pun bergerak perlahan-lahan lagi ke muka. Dan di kala peler itu sudah membenam amblas masuk di lubang memek, lalu perlahan-lahan Michael menghela pantatnya kembali ke belakang kembali. Hal yg semacam itu dilakukan Michael berulang-ulang dengan cara estafet, dan disertai gerakan yg tampak erotis sekali.
Gerakan yg penuh dengan perasaan itu, berlalu dengan penuh penghayatan. Dan hasil dari aksi yg demikian sungguh membuat keadaan keduanya seakan-akan tengah berada di alam surga yg penuh dengan keindahan serta kenyamanan. Seolah-olah tdk ada lagi yg lebih menyenangkan, lebih memberikan kenikmatan dan kenyamanan selain dengan cara itu.
Gerakan pinggul Michael yg bergerak maju mundur, lama kelamaan semakin lancar karena denyut-denyut air mani yg terus menerus mengalir dari pelupuk liang memek. Air mani yg agak kental dan licin membuat renyahnya sentuhan serta mudahnya gerakan k0ntol yg keluar masuk itu. Air itu adalah kodrat yg merupakan bahan pelumas memperlancar persetubuhan. Dan akibat gerakan yg berlangsung tak henti-henti itu akhirnya membuat air mani semakin mengalir keluar dan membanjir sehingga tak ayal membuahkan suara-suara mendecak membecek.
” Crep…crep…crep…jrot…jret….” decak-decak becek yg tak ubahnya bagai lumpur yg terpijak-pijak kaki bajak di tengah sawah.
Suara-suara itu pun sesungguhnya merupakan bahan spirit yg membuat keduanya semakin mengkhayal jauh tinggi menepis keatas awan. Semakin lupa dengan keadaan diri dan tengah apa ketika itu mereka. Yg ada di dalam pikiran keduanya hanyalah menikmati sentuhan-sentuhan lembut menggelenyar dan membuat sekujur tubuh terasa nyaman.
Lama Michael terus menggoyah-goyahkan pantatnya maju mundur, dan dengan keadaan setengah menungging dengan kaki kiri tergantung di bahu lelaki itu, Nana mengimbanginya dengan cara mengoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan. Sehingga bibir memek tampak mengempot kedalam ketika peler bergerak masuk ke liang memek dan merekah keluar ketika peler itu bergerak keluar. Keadaan bibir memek itu tak ubahnya bagai klep yg mengulas-ulas dinding-dinding batang k0ntol dengan cara lembut dan di antara sentuhan-sentuhan kelentit. Gerakan yg tak henti-henti itu pun semakin membuat keadaan batang zakar basah kuyup oleh deraian air mani perempuan itu hingga keadaannya tampak berkilat seperti polesan pernis.
Desah-desah nafas keduanya terdengar menyengal-nyengal seperti orang terserang penyakit sesak nafas. Dan karena agak lamanya gerakan yg tak henti-henti itu akhirnya membuat tubuh mereka basah kuyup oleh air keringat yg mengucur deras. Sedangkan kepala yg menghadap ke atas langit-langit kamar mandi itu bergoyah ke kiri dan ke kanan mengikuti gerakan pantat yg mereka lakukan serta tak ayal membuat rambut mereka menjadi acak-acakan. Dada mereka terguncang keras karena degup-degup jantung dan seluruh tulang-tulang yg ada di tubuhnya terasa bergetar.
Namun semua yg ada itu bukanlah merupakan suatu penghalang atau kendala bagi keduanya untuk meniti naik ke puncak orgasme. Bahkan sebaliknya semua yg terasa mengganggu konsentrasi persetubuhan itu, adalah merupakan spirit yg memberikan rangsangan untuk berlalu terus meraih puncak klimaks.
“Eest…uuuwww..aakkhh…eesstt…” desis-desis mulut Nana tak henti-henti dengan kedua belah mata mendelik-delik menahan nikmat yg teramat dalam.
“Uuuukkhh….eekkh…akhh…uuff…” erang suara Michael  tak henti-henti dan terdengar serak-serak parau.

Gerakan pantat keduanya terus berlangsung dengan serasi, erotis dan bergerak dengan cara erotis. Sedangkan sekujur tubuh semakin lama semakin terasa bergetar karena begitu kuatnya sentuhan nikmat yg mereka terima.
Hampir 2 jam mereka berada di dalam kamar mandi itu. Posisi dan aksi mereka tetap seperti biasa. Sedangkan decak-decak membecek akibat pergesekan kedua kemaluan itu semakin lama semakin terdengar kuat. Dan semakin telinga mereka mendengar suara-suara itu keduanya mulai mempercepat gerakan pantat mereka, sehingga tak ayal bibir memek itu memble ke kiri dan ke kanan di kala Nana menggoyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan.
Semakin kuat gerakan pantat itu akhirnya keduanya merasakan adanya perubahan di dalam tubuh. Sel-sel dan hormon yg tersembunyi di tulang-tulang sum-sum keduanya terasa bergerak keluar dan kemudian mengalir menuju ke kantung sperma. Dan di kala sel-sel dan hormon itu sudah masuk ke kantung sperma, lalu tubuh keduanya terasa menegang kencang. Di kala tubuh mereka mulai tegang, gerakan itu dilakukan keduanya dengan cepat dan kuat sekali. Sehingga selang beberapa kali lelaki itu menghujamkan pantatnya maju mundur, tiba-tiba terdengar suara pekikan histeris dari mulut Nana.
“Ooooouuuwww….eeeeesssstt…..” suara permpuan itu dengan kedua mata terpejam.
Di saat lelaki itu menghempaskan pantatnya kuat-kuat tiba-tiba ia merasakan sel-sel yg sudah berkumpul di dalam kantung sperma, bergerak keluar dan kemudian meluncur keluar lewat dari lubuk memeknya.
“Seerr….seerr…seerr…” denyut-denyut sel-sel yg berubah menjadi sperma, cairan yg hangat dan kental kemudian kian membanjir di liang memek.
Di kala denyut-denyut sperma itu memancar keluar, tubuh Nana yg semula tegang kencang, mendadak menjadi lemas tak berdaya sama sekali.
“Aaaaahhh….” erang Nana kembali dan kemudian dengan keadaan lemas tak berdaya dan seluruh liang memeknya terasa ngilu, ia membiarkan lelaki itu masih terus aktif menggoyang-goyangkan pantatnya maju mundur.
Sedangkan sebaliknya Michael  yg mengerti kalau pegawainya itu sudah mengeluarkan air kental, dan dia faham kalau perempuan itu sudah tdk berdaya sama sekali, maka seketika sambil memeras-meras payudara semakin kuat, ia lalu menghujamkan rudalnya maju mundur dengan cepat dan lebih kuat. Decak-decak suara yg terdengar kian membecek itu sama sekali sudah tak terpedulikan olehnya. Dan hanya selang beberapa kali ia menghempaskan pantatnya maju mundur, tiba-tiba tubuhnya semakin terasa menegang kencang dan….
“Croott…creett….seerr….seerr…”
“Aaaaaaaaakkkkhhhh…” erang suara Michael  yg terdengar tak ubahnya bagai raungan suara harimau.

Hormon yg sudah berkumpul di kantung sperma terasa bergerak keluar lewat dari lubang perkencingannya.
“Jret…jret….jret…” denyut-denyut hormon yg berubah menjadi sperma kemudian kian membanjir di pelupuk liang memek itu.
Mata lelaki itu mendelik-delik di kala ia merasakan denyut-denyut cairan hangat dan kental itu memancar keluar. Dan tubuh yg semula terasa menegang kencang, tiba-tiba berbalik menjadi lemas tak berdaya sama sekali.
“Uuuuuukh…” desahnya lagi, dengan keadaan sisa-sisa tenaga yg masih ada, lalu perlahan-lahan kaki Nana yg masih berada di pundaknya diturunkannya dan di kala kaki perempuan itu berada di permukaan lantai, perlahan-lahan lelaki itu mencabut k0ntol yg masih terbenam di lubuk memek.

“Aaaaahhhh…..” suara Nana masih merasakan sisa kenikmatan di kala lelaki itu mencabut k0ntolnya dari memek.
“Eeeekhhkh…” suara Michael  pula dan kemudian berusaha memegang batang k0ntolnya yg sudah basah kuyup oleh air mani yg bercampur dengan sperma mereka berdua, dan setelah itu, bagai orang yg kelelahan sehabis berlari jauh keduanya pun terjerembab menjatuhkan di atas lantai, dengan posisi punggung keduanya bersandar ke dinding tembok sebelah kanan kamar mandi tersebut.

Demikianlah akhir dari cerita ini yg berakhir dengan tdk ada yg buruk bagi iblis untuk sesuatu yg menjerumuskan, dan tak ada yg baik bagi bisikan iblis yg terkandung dalam kehidupan yg layak dan wajar.
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest



Popular Posts

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © CERITA DEWASA | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com