Tampilkan postingan dengan label Jadwal pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal pertandingan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2016

Kekasih Gelap Seorang PNS

Kekasih Gelap Seorang PNS

 Agen Poker Online Terpercaya

Perkenalkan namaku Roy Reynaldi saat ini, sudah beristeri dan bekerja sebagai PNS DI SUDIN KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL JAKARTA BARAT. Rumahku terletak di pinggiran kota Jakarta yg bisa disebut sebagai cipondoh sebagai PNS aku memang banyak waktu untuk pergi keluar kantor dengan alasan kerjaan.
Agen Poker Online Terpercaya - Sehingga aku biasa leluasa untuk pergi kemanapun saat jam tugas dengam alasan ada pekerjaan diluar kantor ,seperti yg saya lakukan sejak saya bertugas di kelurahan DURI KEPA dan KEDOYA SELATAN,orang taunya saya pergi ke kecamatan atau sudin padahal saya pergi ke hotel sama selingkuhan saya.
Hotel favorit saya adalah hotel xxx di sawangan dan hotel di gintung ,karena tempatnya cukup didalam dan tdk mencolok dari luar.sebut saja namanya Wiwin (samaran )….dia cewk selingkuhanku yg waktu itu statusnya masih istri orang,awal ketemu karena dia juga bekerja sebagai karyawan honorer di kelurahan durikepa. inilah yg menjadi ‘pemeran utama’ dalam ceritaku ini.
Kau sudah lama kerja di kelurahan duri kepa ,begitu masuk Wiwin hatiku langsung pingin menggodanya.. Wiwin berumur 28 tahun, dia sudah belum bersuami anaknya satu. Wajahnya tdk cantik, kulitnya putih. Tapi yg menarik dari Ratih ini adalah bodynya, sexy sekali. Tinggi kira-kira 164 cm, dengan pinggul yg bulat dan dada berukuran 36. Kulitnya putih mulus. Sering sekali aku memperhatikan kemolekan tubuh Ratih ini, sambil membandingkannya dengan tubuh isteriku yg sudah agak mekar.
Bandar Poker Online Terpercaya - Hari itu,aku dating ke kantor lebih pagi,sampai dikantor masih sepi,hanya tukang sapu yg sedang membersihkan halaman kelurahan,aku langsung masuk ke ruanganku,aku lihat Wiwin sudah ada di ruang perpustakaan….aku batalkan niatku masuk keruanganku ,langsung aku hampiri Wiwin di perpustakaan.dan seperti biasa, mataku langsung melihat tonjolan pinggul dan pantatnya juga dadanya yg aduhai itu.
“Ini Pak, pak mau baca buku apa sih ?”
Rupanya dia ngerasa juga kalau aku sedang memperhatikan pantat dan dadanya.
“Pak Roy ngeliatin apa sih” Tanya Wiwin.
Karena selama ini aku sering juga bercanda sama dia, akupun menjawab,
“Ngeliatin pantat kamu Wiwin. Kok bisa seksi begitu sih Wiwin?”
“Iiih Bapak, kan Ibu Dewi juga pantatnya gede”
“Iya sih, tapi kan lain sama pantat kamu Wiwin”
“Lain gimana sih Pak?” tanya Wiwin, sambil matanya melirik kearahku.

Aku yakin, saat itu memang Wiwin sedang memancingku untuk kearah yg lebih hot lagi.
Merasa mendapat angin, akupun menjawab lagi,
“Iya, kalo Bu Dewi kan cuma menang gede, tapi tepos”
“Terus, kalo saya gimana Pak?” Tanyanya sambil melirik genit.

Kurang ajar, pikirku. Lirikannya langsung membuat k0ntolku berdiri.
Langsung aku berjalan kearahnya, berdiri di belakang Wiwin yg masih sibuk sambil membereskan buku di rak.
“Kalo kamu kan, pinggulnya gede, bulat dan kayaknya masih kencang”, jawabku sambil tanganku meraba pinggulnya.
“Idih Bapak, emangnya saya motor bisa kencang” sahut Wiwin, tapi tdk menolak saat tanganku meraba pinggulnya.

Mendengar itu, akupun yakin bahwa Wiwin memang minta aku ‘apa-apain’.
Akupun maju sehingga k0ntolku yg sudah berdiri dari tadi itu menempel di pantatnya. Adduuhh, rasanya enak sekali karena Wiwin memakai rok berwarna abu-abu (seperti rok anak SMU) yg terbuat dari bahan cukup tipis. Terasa sekali k0ntolku yg keras itu menempel di belahan pantat Wiwin yg, seperti kuduga, memang padat dan kencang.
“Apaan nih Pak, kok keras? tanya Wiwin genit.
“Ini namanya Boy Win, sodokan nikmat” sahutku.

Agen Judi Online - Saat itu, rupanya buku-buku sudah rapi disusun, dan dia bersandar ke dadaku, sehingga pantatnya terasa menekan k0ntolku. Aku tdk tahan lagi mendapat sambutan seperti ini, langsung tanganku ke depan, ku remas kedua buah dadanya. Alamaak, tanganku bertemu dengan dua bukit yg kenyal dan terasa hangat dibalik kaos dan branya.
Saat kuremas, Wiwin sedikit menggelinjang dan mendesah,
“Aaahh, Pak” sambil kepalanya ditolehkan kebelakang sehingga bibir kami dekat sekali.
Kulihat matanya terpejam menikmati remasanku. Kukecup bibirnya , dia membalas kecupanku. Tak lama kemudian, kami saling berpagutan, lidah kami saling belit dalam gelora nafsu kami. K0ntolku yg tegang kutekantekankan ke pantatnya, menimbulkan sensasi luar biasa untukku (kuyakin juga untuk Dewi).
Sekitar 5 menit, keturunkan tangan kiriku ke arah pahanya. Tanpa banyak kesukaran akupun menyentuh CDnya yg ternyata telah sedikit lembab di bagian memeknya.
Kusentuh memeknya dengan lembut dari balik CDnya, dia mengeluh kenikmatan,
“Ssshh, aahh, Pak Roy, paak.. jangan di diperpustakaan dong Pak” dan akupun mengajak Wiwin ke hotel transit di deket kantor saya sampai di kamar, Wiwin langsung memelukku dengan penuh nafsu,
“Pak, Wiwin sudah lama lho pengen ngerasain punya Bapak”
“Kok nggak bilang dari dulu Wiwin?” tanyaku sambil membuka baju dan roknya.

Dan.. akupun terpana melihat pemandangan menggairahkan di tubuh Wiwin ini.
Kulitnya memang tdk putih, tapi mulus sekali. Buah dadanya besar tapi proporsional dengan tubuhnya. Sementara pinggang kecil dan pinggul besar ditambah bongkahan pantatnya bulat dan padat sekali. Rupanya Wiwin tdk mau membuang waktu, diapun segera membuka kancing bajuku satu persatu, melepaskan bajuku dan segera melepaskan celana panjangku.
Sekarang kami berdua hanya mengenakan pakaian dalam saja, dia bra dan CD, sedangkan aku hanya CD saja. Kami berpelukan, dan kembali lidah kami berpagut dalam gairah yg lebih besar lagi. Kurasakan kehangatan kulit tubuh Wiwin meresap ke kulit tubuhku. Kemudian lidahku turun ke lehernya, kugigit kecil lehernya, dia menggelinjang sambil mengeluarkan desahan yg semakin menambah gairahku,
“Aahh, Bapak”.
Tanganku melepas kait branya, dan bebaslah kedua buah dada yg indah itu. Langsung kuciumi, kedua bukit kenyal itu bergantian. Kemudian kujilati pentil Wiwin yg berwarna coklat, terasa padat dan kenyal (Beda sekali dengan buah dada isteriku), lalu kugigit-gigit kecil pentilnya dan lidahku membuat gerakan memutar disekitar pentilnya yg langsung mengeras. cerita sex
Kurebahkan Wiwin ditempat tidur, dan kulepaskan CDnya. Kembali aku tertegun melihat keindahan kemaluan Wiwin yg dimataku saat itu, sangat indah dan menggairahkan. Bulunya tdk terlalu banyak, tersusun rapi dan yg paling mencolok adalah kemontokan memek Wiwin. Kedua belah bibir memeknya sangat tebal, sehingga klitorisnya agak tertutup oleh daging bibir tersebut. Warnanya kemerahan.
“Pak, jangan diliatin aja dong, Wiwin kan malu” Kata kata.
Aku sudah tdk mempunyai daya untuk bicara lagi, melainkan kutundukkan kepalaku dan bibirkupun menyentuh memek Wiwin yg walaupun kakinya dibuka lebar, tapi tetap terlihat rapat, karena ketebalan bibir memeknya itu. Wiwin menggelinjang, menikmati sentuhan bibirku di klitnya. Kutarik kepalaku sedikit kebelakang agar bisa melihat memek yg sangat indah ini.
“Wiwin, memek kamu indah sekali, sayang”
“Pak Roy suka sama memek Wiwin? tanya Wiwin.
“Iya sayang, memek kamu indah dan seksi, baunya juga enak” jawabku sambil kembali mencium dan menghirup aroma dari memek Wiwin.
“Mulai sekarang, memek Wiwin cuma untuk Pak Roy” Kata Wiwin.
“Pak Roy mau kan?”
“Siapa sih yg nggak mau memek kayak gini Wiwin?” tanyaku sambil menjilatkan lidahku ke memeknya kembali.

Wiwin terlihat sangat menikmati jilatanku di klitorisnya. Apalagi saat kugigit klitorisnya dengan lembut, lalu lidahku ku masukkan ke liang kenikmatannya, dan sesekali kusapukan lidahku ke lubang anusnya.
“OooHHHh, sshsHHHhh, aahh.. Pak Roy, enak sekali Pak. Terusin ya Pak Roy sayang”
10 menit, kulakukan kegiatan ini, sampai dia menekan kepalaku dengan kuat ke memeknya, sehingga aku sulit bernafas
”Pak Roy.. aahh, Wiwin nggak kuat Pak.. sshh”Kurasakan kedua paha Wiwin menjepit kepalaku bersamaan dengan itu, kurasakan memek Wiwin menjadi semakin basah. Wiwin sudah mencapai orgasme yg pertama. Wiwin masih menghentak-hentakkan memeknya kemulutku, sementara air maninya meleleh keluar dari memeknya.
Kuhirup cairan kenikmatan Wiwin sampai kering. Dia terlihat puas sekali, matanya menatapku dengan penuh rasa terima kasih. Aku senang sekali melihat dia mencapai kepuasan.
Bandar Judi Online - Tak lama kemudian dia bangkit sambil meraih kemaluanku yg masih berdiri tegak seperti menantang dunia. Dia memasukkan kemaluanku kedalam mulutnya, dan mulai menjilati kepala kemaluanku. Ooouugh, nikmatnya, ternyata Wiwin sangat memainkan lidahnya, kurasakan sensasi yg sangat dahsyat saat lidahnya itu mengenai batang kemaluanku. Agak sakit tapi justru sangat nikmat. Wiwin terus mengulum kemaluanku, yg semakin lama semakin membengkak itu. Tangannya tdk tinggal diam, dikocoknya batang kemaluanku, sambil lidah dan mulutnya masih terus mengirimkan getaran-getaran yg menggairahkan di sekujur batang kemaluanku.
“Pak Roy, Wiwin masukin sekarang ya Pak?” pinta Wiwin.
Aku mengangguk, dan dia langsung berdiri mengangkangiku tepat di atas kemaluanku. Digenggamnya batang kemaluanku, lalu diturunkannya pantatnya. Di bibir memeknya, dia menggosok-gosokkan kepala kemaluanku, yg otomatis menyentuh klitorisnya juga. Kemudian dia arahkan kemaluanku ke tengah lobang memeknya. Dia turunkan pantatnya, dan.. slleepp.. sepertiga kemaluanku sudah tertanam di memeknya. Wiwin memejamkan matanya, dan menikmati penetrasi kemaluanku.
Aku merasakan jepitan yg sangat erat dalam kemaluan Wiwin. Aku harus berjuang keras untuk memasukkan seluruh kemaluanku ke dalam kehangatan dan kelembaban memek Wiwin. Ketika kutekan agak keras, Wiwin sedikit meringis. Sambil membuka matanya, dia berkata,
“Pelan dong Pak Roy, sakit nih, tapi enak banget”. Dia menggoygkan pinggulnya sedikit-sedikit, sampai akhirnya seluruh kemaluanku lenyap ditelan keindahan memeknya.
Kami terdiam dulu, Wiwin menarik nafas lega setelah seluruh kemaluanku ‘ditelan’ memeknya. Dia terlihat konsentrasi, dan tiba-tiba.. aku merasa kemaluanku seperti disedot oleh suatu tenaga yg tdk terlihat, tapi sangat terasa dan enaak sekali. Ruaar Biasaa! Kemaluan Wiwin menyedot kemaluanku!
Belum sempat aku berkomentar tentang betapa enaknya memeknya, Wiwin pun mulai membuat gerakan memutar pinggulnya. Mula-mula perlahan, semakin lama semakin cepat dan lincah gerakan Wiwin. Waw.. kurasakan kepalaku hilang, saat dia ‘mengulek’ kemaluanku di dalam memeknya. Wiwin merebahkan badannya sambil tetap memutar pinggulnya. Buah dadanya yg besar menekan dadaku, dan.. astaga.. sedotan memeknya semakin kuat, membuat aku hampir tdk bertahan.

Aku tdk mau orgasme dulu, aku ingin menikmati dulu memek Wiwin yg ternyata ada ‘empot ayamnya’ ini lebih lama lagi. Maka, kudorong tubuh Wiwin ke atas, sambil kusuruh lepas dulu, dengan alasan aku mau ganti posisi. Padahal aku takut ‘kalah’ sama dia.
Lalu kusuruh Wiwin tidur terlentang, dan langsung kuarahkan kemaluanku ke memeknya yg sudah siap menanti ‘kekasihnya’. Walaupun masih agak sempit, tapi karena sudah banyak pelumasnya, lebih mudah kali ini kemaluanku menerobos lembah kenikmatan Wiwin.
Kumainkan pantatku turun naik, sehingga k0ntolku keluar masuk di lorong sempit Wiwin yg sangat indah itu.
Dan, sekali lagi akupun merasakan sedotan yg fantastis dari memek Wiwin. Setelah 15 menit kami melakukan gerakan sinkron yg sangat nikmat ini, aku mulai merasakan kedutan-kedutan di kepala k0ntolku.

“Wiwin, aku udah nggak kuat nih, mau keluar, sayang”, kataku pada Wiwin.
“Iya Pak, Wiwin juga udah mau keluar lagi nih. Oohh, sshh, aahh.. bareng ya Pak Roy.., cepetin dong genjotannya Pak” pinta Wiwin.

Akupun mempercepat genjotanku pada lobang memek Wiwin yg luar biasa itu, Wiwin mengimbanginya dengan ‘mengulek’ pantatnya dengan gerakan memutar yg sangat erotis, ditambah dengan sedotan alami didalam memeknya. Akhirnya aku tdk dapat bertahan lebih lama lagi, sambil mengerang panjang, tubuhku mengejang.
“Wi..win..., aku keluar sayaang”
Muncratlah air maniku ke dalam memeknya. Di saat bersamaan, Wiwin pun mengejang sambil memeluk erat tubuhku.
“Pak Roy, Wiwin juga keluar paakk, sshh, aahh”.
Aku terkulai di atas tubuh Wiwin. Wiwin masih memeluk tubuhku dengan erat, sesekali pantatnya mengejang, masih merasakan kenikmatan yg tdk ada taranya itu. Nafas kami memburu, keringat tak terhitung lagi banyaknya. Kami berciuman.
“Wiwin, terima kasih yaa, memek kamu enak sekali” Kataku.
“Pak Roy suka memek Wiwin?”
“Suka banget Wiwin, abis ada empot ayamnya sih” jawabku sambil mencium bibirnya.

Kembali kami berpagutan.
“Dibandingin sama Bu Dewi, enakan mana Pak?” pancing Wiwin.
“Jauh lebih enak kamu sayang”

Wiwin tersenyum.
“Jadi, Pak Roy mau lagi dong sama Wiwin lain kali. Wiwin sayang sama Pak Roy”
Berita Terkini - Aku tdk menjawab, hanya tersenyum dan memeluk Wiwin. Sampai sekarang jadi Wiwin masih menjadi kekasih gelapku.Untuk melancarkan hubungan ini,dan supaya tdkterlau mencolok ,maka saya minta pindah ke kelurahn kedoya selatan,dan Wiwin saya bawa menjadi karyawan honorer di tempat saya.langsung saya belikan motor,rumah beserta isinya yg setiap saat saya bias nginep disana.
Beberapa kali istri saya,dan temen temen kantor sempet curiga,tetapi karena kepandaian saya,sehingga semuanya bias teratasi sampai sekarang
Tiap kali saya mau ngewe sama dia tinggal saya bilangada keperluan ke sudin,dan Wiwin ijin pulang lebih awal.padahal Wiwin sudah aku suruh tunggu di rumah temanya di kelapa dua.
Sampai sekarang hubungn ini masih berlanjut,kurang lebih sudah 6 tahun lamanya bahkan Wiwin rela menceraikan suaminya demi saya.
Read More

Senin, 13 Juni 2016

Skandal Sex Dengan Si Cantik Anjani

Skandal Sex Dengan Si Cantik Anjani



 Agen Poker Online Terpercaya


Cerita Sex Dewasa - Anjani (sebut saja begitu) saat ini bekerja di sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang kelautan yang berbasis di InBlack esia Timur.

Walau sering ke Jakarta, namun baru kali ini kami berjanji untuk bertemu, terima kasih facebook yang telah memungkinkan pertemuan ini terjadi! cerita sex dewasa berawal dari facebook!hihihi

Ok lanjut ke Cerita Dewasa nya, Aku duduk di Lobby, memesan teh dan duduk menunggu Anjani datang menemuiku.

Baru setengah batang rokok kuhisap, ia datang.
Hmmm wajahnya masih menarik seperti dahulu, dengan mengenakan rok selutut yang agak ketat berwarna biru tua, blouse warna putih dan blazer senada rok, Anja tampak sebagaimana seharusnya seorang wanita karir berpakaian.

"Hai Black … apa kabar ?"

(Anja memanggilku Black, nama akrabku di masa SMU karena memang kulitku lebih hitam daripada teman-teman lain)

"Hai Anja… baik, sibuk terus ya ?"

"iya nih, ini juga baru kelar workshopnya, nih masih bawa materi… sahutnya sambil menunjukkan map plastik berisi dokumen."

Agen Poker Online - Kamipun bersalaman dan cipika cipiki formalitas. Berbagai cerita pun mengalir lancar, hingga tak terasa sudah mendekati jam 8 malam. Anja pamit untuk mandi di kamarnya, dan setelah itu kami akan makan malam di luar.
Selesai mandi, Anja berganti kostum, kali ini celana jeans belel. sepatu ket putih dan kaos berwarna putih.


Dalam perjalanan menuju Rumah Makan Sunda yang memang tidak begitu jauh, kami lebih banyak diam. Berbagai kenangan masa lalu lebih ramai bermunculan di benakku, mungkin juga Anja .
Makanan telah dipesan, Aku pun leluasa memandang Anja . Masih cantik…

“black .. ngapain aja kamu sekarang ?”

“Ya.. gini-gini aja, jualan keliling InBlack esia sahutku”

“enak Black g.. kalo ke Bali mampir ya ke rumah..”  kata Anjaa

“ah.. nanti pacarmu sewot !”

“hahah .. mosok sama pacarku aja kok tAkut… iya kalo ada.. kalo gak ada ? wong Aku aja gak tAkut sama istrimu kok” jawabnya ngawur

“hlo emang kamu gak punya pacar ?”

“sekarang sih gak ada… kemaren sempat ada, tapi ya gitu… setiap cowok yang dekat denganku selalu melarikan diri ketika Aku ajak serius, sama kaya kamu dulu !”

“masak sih?.. emang dulu kamu mau sama Aku ? bukannya surat-suratku gak pernah kamu balas ? ada kali 5 surat yang kukirim lewat pos ditujukan kepadamu …”

“Anja Aulia, SMU, jalan surat-surat itu intinya sih nembak kamu lah.. kalo bahasa anak sekarang”

“hlo, Aku gak pernah terima surat-surat itu Black  ! gak satupun !”

“waduuuh… terus siapa yang baca ya ?”

“Makanya setelah kamu gak balas surat-suratku dan kamu bersikap seolah gak ada apa-apa sama Aku, ya Aku pikir kamu hanya mau berteman… makanya Aku heran, kenapa kamu komplain setiap malam minggu Aku gak main ke rumahmu… toh kita gak pacaran ..!”

“hmmm iya.. waktu itu Aku berharap, kamu ngajak Aku pacaran Black .. tapi gak pernah terucap sekalimatpun dari dirimu .. yang ada setelah lulus kamu malah pacaran sama siapa itu ..?”

“Teman kampusmu yang suka kau kenal-kenalin kemana-mana itu! Ketika hatiku berharap, ketika diriku siap … kau melarikan diri !”

“hmmm nanti dulu, Aku jadi ingat sama Bu Budi, guru BP dia pernah menegorku untuk belajar dulu jangan main surat-suratan … tapi waktu itu Aku gak perhatikan… ingat Aku sekarang namanya kan Anja Sirait ! Dipanggil Bu Budi karena kawin sama Pak Budi matematika ..jangan-jangan surat itu dia yang terima ! Mampus Aku !”

“ha ha ha ha ha ….. salah sendiri.. pake surat-suratan kaya jaman kuno ! ngomong langsung kenapa”
“habis, Aku malu kan … iya kalo kamu mau.. kalo nolak kan gak begitu malu kalo pake surat..”

“ya sudah… sudah jadi sejarah… he he he gimana keluargamu sekarang Black  ?”

Bandar Poker Online - Pembicaraanmu bergeser ke topik lain yang gak begitu penting, setelah makan, kami kembali ke hotel, kali ini agak jauh memutar di bundaran Kuningan.
Ketika radio mobil membahas soal video mesumnya yang diduga dilakukan oleh Ariel, Luna dan Cut, Anja bertanya,

“emang itu beneran Black  ? Ariel beneran ?”

“gak tau ah.. belum liat jelas juga sih… belum sempat liatnya”

“emang kamu punya ?”

“Ada tuh di laptop, yang katanya sama Cut Tari juga ada”

“Liat doong !”

“Ya ntar aja di Hotel, baterainya habis laptopku…”

Masuk kamarnya, pintu kamar sengaja dibiarkan dibuka, mungkin dia belum nyaman berduaan dengan yang bukan muhrimnya. Kuberitahukan dimana file-file yang dia ingin lihat itu berada dan Aku mohon ijin menggunakan kamar mandinya untuk mandi.

Agen Judi Online - Beberapa saat kemudian, Aku keluar dari kamar mandinya, bertelanjang dada, karena kaosku terjatuh tersiram shower. Tampak Anja sedang memiringkan kepalanya sambil menonton video yang tampaknya salah orientasi itu. Aku mendekat,

“gambarnya bagus juga…”

“ooh itu beneran Cut Tari ya ?”

“iya kali.. Cut Tari yang mana juga aku gak apal”

“Liat deh.. matanya … bibirnya… tuh tuh”

Ejakulasi Yang Lama Dengan Bispak - Aku mendekat, berdiri membungkuk dibelakang Anja ikut memperhatikan video yang sedang diputar. Ufff… luar biasa ! video itu benar-benar membuat Anja terpAku tak berkedip memperhatikan, sementara Aku di belakang mulai tegang dan pening.

Aku melangkah ke pintu, kututup pintu, gak enak ntar ada yang tau . Padahal karena memang Aku punya maksud lain.

“keluarin luar aja.. ntar hamil…he he he” Anja berkomentar ketika ada dialog di dalam video Mau Keluarin dimana ? terdengar.

Durasi video habis, Anja beranjak berdiri, menghela nafas dan memandangku ih.. kenapa liatnya begitu

“Gak pa pa .. Aku kangen kamu … baru kusadari betapa Aku bodoh saat itu, gak bilang langsung sama kamu”

“sudahlah..gpp kok.. sudah jadi sejarah.. toh kamu sekarang sudah menikah.. punya anak…”

Anjaa gak sempat menyelesaikan kalimatnya, ketika tiba-tiba kucium bibirnya dan kukulum perlahan. Anja sedikit tercekat, ada penolakan .. ada hasrat… ada tantangan .. ada petualangan bercampur dalam respon Anja terhadap ciumanku.

Tiba-tiba, Anja mendorongku dan sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiriku. Aku tak surut selangkahpun, kurengkuh dia dalam pelukan, kuciumi rambut kepalanya dan keningnya kemudiah ku peluk lagi erat. Anja mulai terisak…

“kamu jahat Black … Aku mau kau apakan saja…. asal jangan pernah kau meninggalkanku !”

“iya beibz… andai Aku mengetahui waktu itu…”

Kali ini, Aku terbawa oleh perasaan, air matAku mengalir dan Aku sedikit terisak. Anja mengusap airmatAku, kemudian mencium bibirku

“Aku sayang dan kangen kamu…” bisiknya

Ciuman bibir berdasar naluri dan penuh perasaan itu, terjadi sekian lama, rasanya memang beda ketika kau berciuman dengan seseorang yang benar-benar kau tau bahwa dia menyayangi dan membutuhkanmu, kau seakan tidak menginjak tanah.

Kali ini, hasrat dasar manusia mendorongku untuk melangkah ke tahap yang lebih jauh.

Kulucuti pakaiannya, kubaringkan di tempat tidur dan kujelajahi seluruh lekuk tubuhnya dengan bibir dan lidahku.

Payudaranya yang membulat dengan puting kecil coklat muda yang agak tenggelam itu kuhisap-hisap, kujilat-
jilat dan kugigit-gigit hingga sekarang tampang sedikit menonjol.

Vaginanya yang hangat dan basah itu, juga kujelajahi dengan lidah dan bibirku. Anja menggigit bibirnya sendiri, mencengkeram bahuku dan mengetatkan jepitan

Kembali ciuman bibir kulakukan, dengan bisikan-bisikan mantra ajaib asal bunyi di tedonanya. Anja meresponse lebih dahsyat kali ini, matanya terpejam penuh penghayatan.

Bandar Judi Online - Penetrasi kulakukan perlahan, desakan pada vaginanya yang terasa sempit membutuhkan sedikit energi tambahan. Ketika terasa posisinya sudah nyaman, kudorongkan sekuat tenaga pinggulku untuk menyatukan donga dan Yoni kami.

Anja berseru lirih…aaaaaaacccch…

MOT standar berlangsung sekitar 3 menit, kemudian Anja diatas, namun tampaknya dia belum begitu ahli, goyanganya belum memiliki irama yang indah.

Anja cenderung bergerak patah-patah dan menekan kuat pinggulku, tampaknya dia gemes. 2 menit WOT yang tidak terlalu lancar, wajah Anja sudah memerah dan matanya semakin sayu.
Anja kutidurkan tengkurap, pinggulnya kuangkat hingga agak nungging, kuganjal bantal dan kemudian kulakan penetrasi lagi.

Vaginanya sudah sangat licin, goyangan dengan rpm tinggi kulAkukan beberapa saat, ketika terasa dinding pertahananku sudah mulai melemah pertanda akan tumpahnya jutaan calon jenderal ke dalam vaginanya.
Kurobah posisi, kali ini miring, kaki kanan Anja lurus, kaki kirinya menekuk ke depan, badannya miring dan Aku bisa leluasa memandang payudaranya yang bergoyang-goyang ketika kusodokkan penisku.

“jangan pernah tinggalkan Aku ya … aaah uuuh… oohh”

“iya… tak akan pernah Aku meninggalkanmu lagi…uuph oooh”

“temani Aku terus…. walau kamu berkeluarga Aku tak peduli … kamu atur gimana caranya… aah aah… aauuw ssshhh”

“iya.. Aku ngerti.. uuuh.. ahhhh mau keluar nih…”

“mau keluarin dimana ? bisik Anja sambil terengah-engah.” Sesaat seakan Aku pernah mendengar kalimat itu dan juga posisi ini.. de javu .. tapi entahlah.

Aku jawab dengan tindakan, kusemprotkan seluruh sperma yang tersedia saat itu ke dalam rahim Anja . Anja kemudian menjerit tertahan ooooooggghhh

Kupeluk Anja erat, kuciumi dia kemudian kami tertidur. Ketika Aku terbangun, beberapa saat kemudian tampak lelehan sperma putih bercampur darah merah tua mengalir dari selangkangan Anja . Anja masih tertidur…

Aku ambil HP, mengirimkan sms RI 1 say.. Aku nungguin ngedit on line ya .. di studio kayaknya sampai pagi
Setelah ada jawaban ok..Aku tidur.. ngantuk nich…mmuuuach Aku pun kembali tidur memeluk Anja .

Jam 5 subuh, Anja membangunkanku .. “Aku bisa hamil nih Black  …”

“hmmm iya…” gumamku mengantuk

“jebol juga perawanku nih ..”

“hmmm iya…” gumamku lagi

“Black  ! bangun ! harus bagaimana ini !! Dasar kebooo tidur melulu !”

Aku terbangun seketika, otakku berputar dan berbagai Rencana Dewasa telah tersedia disana. Cari Postinor 2 di apotik buat Anja , agar gak hamil, menemaninya lagi malam berikutnya … dan mengantarnya ke Bandara Jumat ini…
Read More

Lepas Keperjakaan Buat Guru Cantik Gue

Lepas Keperjakaan Buat Guru Cantik Gue 

 Agen Poker Online Terpercaya

Cerita Sex - Ratna adalah sosok guru yang cantik dan terkenal dengan keseksiannya ketika mengajar. Setiap murid-muridnya pasti akan terpana memandang kecantikan dan keseksian ibu guru yang satu ini. umurnya masih muda 28 tahunan, dengan rambut panjang, tubuh langsing, dan buah dada yang menonjol besar 36B dan bongkahan kedua pantatnya yang naik turun secara beraturan ketika berjalan selalu menghiasi hari-hari murid laki-lakinya. Bahkan tak jarang Ratna genit menggoda murid yang memang disukainya, seperti yang satu ini.
Agen Poker Online - Angga adalah murid yang paling menjadi pusat perhatian cewek-cewek disekolahan, karena tubuhnya yang tinggi kekar dan penampilannya yang keren dan stay cooll membuat para teman-teman wanita banyak yang menyukainya. Namun tanpa diduga ibu gurunya yang terkenal cantik dan seksi itu juga menaruh rasa suka kepadanya. Hingga akhirnya muncullah pikiran mesum Ratna untuk megundang Angga kerumahnya agar Ratna bisa menggodanya secara leluasa tanpa diketahui murid-murid yang lainya.
Saat pelajaran Angga yang memang terkenal kurang cerdas sengaja diberikan soal yang sangat sulit oleh Ratna agar supaya Ratna bisa mencari alasan untuk menyuruh Angga kerumahnya. Setelah 2 jam semua murid mengerjakan soal hanya Angga yang paling mendapatkan nilai yang paling jelek. Sesuai dengan rencana, Ratna kemudian memanggil Anggak sendirian setelah para murid-murid keluar.
“Angga nilai kamu dikelas paling jelek, kamu nanti siang harus kerumah ibu untuk mendapatkan pelajaran kusus dari ibu”.
“Iya Bu, sulit banget soal yang ibu berikan tadi” jawab Angga.
“Nanti ibu tunggu kamu dirumah, kalau gak datang kerumah ibu, ibu akan memberikan nilai jelek padamu Angga” ucap Ratna.
“Iya Bu, Angga pasti datang kerumah bu Ratna”jawab Angga.
Tepat seperti janji Angga, siang itu Angga menepati janjianya untuk datang kerumah Ratna. Setelah diketok pintu bu gurunya itu, dibukalah dan Angga bengong melihat apa yang dilihatnya, Karena siang itu bu gurunya menggunakan pakaian yang sangat seksi dan super mini, sehingga membuat Angga melotot melihat tubuh bu gurunya itu.
“Heey, kamu bengong ngelihatin apa Angga” ujar Ratna.
“Eeenngg…Engggak papa kok bu” jawab Angga dengan tergagap.
“Ayoo masuk” ajak Ratna. Kemudian Ratna mengajak Angga kesebuah ruangan. Dan memberikan Angga selembar kertas berupa soal-soal dan menyuruh Angga untuk mengerjakannya lalu meninggalkannya pergi keruang tengah.
”Sudah selesai Angga?”, Ratna masuk kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Angga selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang diberikannya.
”Hampir bu””Kalau sudah nanti masuk ke ruang tengah ya saya tinggal ke belakang..”
”Iya.. Bu Ratna, Saya sudah selesai”, Angga masuk ke ruang tengah sambil membawa pekerjaannya.
”Ibu dimana?”
”Ada di kamar.., Angga sebentar ya”, Ratna berusaha membetulkan t-shirtnya. Ia sengaja mencopot BH-nya untuk merangsang muridnya itu. Di balik kaus longgarnya itu bentuk payudaranya terlihat jelas, terlebih lagi puting susunya yang menyembul.
Begitu ia keluar, mata Angga nyaris copot karena melotot, melihat tubuh gurunya. Ratna membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, tidak seperti biasanya saat ia tampil di muka murid-muridnya.
”Kenapa ayo duduk dulu, Ibu periksa..”Muka Angga merah karena malu, karena Ratna tersenyum saat pandangannya terarah ke buah dadanya.
”Bagus bagus…, Kamu bisa gitu kok pakai menyontek segala..?”
”Maaf Bu, hari itu saya lupa untuk belajar..”
”oo…, begitu to?”
”Angga kamu mau menolong saya?”, Ratna merapatkan duduknya di karpet ke tubuh muridnya.
”Apa Ibu?”, tubuh Angga bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul dirinya, sementara tangan Ratna yang satu mengusap-uasap daerah ‘vital’ nya.
”Tolong Ibu ya…, dan janji jangan bocorkan pada siapa–siapa”.
”Tapi tapi…, Saya”.
”Kenapa?, oo…, kamu masih perjaka ya?”.Muka Angga langsung saja merah mendengar perkataan Ratna
”Iya”
”Nggak apa-apa, Ibu bimbing ya.”
Bandar Poker Online - Ratna kemudian duduk di pangkuan Angga. Bibir keduanya kemudian saling berpagutan, Ratna yang agresif karena haus akan kehangatan dan Angga yang menurut saja ketika tubuh hangat gurunya menekan ke dadanya. Ia bisa merasakan puting susu Ratna yang mengeras. Lidah Ratna menjelajahi mulut Angga, mencari lidahnya untuk kemudian saling berpagutan bagai ular.
Setelah puas, Ratna kemudian berdiri di depan muridnya yang masih melongo. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang polos seakan akan menantang untuk diberi kehangatan oleh perjaka yang juga muridnya ini.
”Lepaskan pakaiannmu Angga”, Ratna berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.
”Ahh cepat Angga”, Ratna mendesah tidak sabar.
Angga kemudian berlutut di samping gurunya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pengetahuannya tentang seks hanya di dapatnya dari buku dan video saja.
”Angga…, letakkan tanganmu di dada Ibu”,Dengan gemetar Angga meletakkan tangannya di dada Ratna yang turun naik. Tangannya kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Ratna yang montok itu.
”Oohh…, enakk…, begitu caranya…, remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang..” Dengan semangat Angga melakukan apa yang gurunya katakan.
”Ibu…, Boleh saya hisap susu Ibu?”.Ratna tersenyum mendengar pertanyaan muridnya, yang berkata sambil menunduk,
“Boleh…, lakukan apa yang kamu suka”.
Tubuh Ratna menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulut pemuda itu di susunya. Perasaan yang ia pernah rasakan 3 tahun lalu saat ia masih bersama suaminya.
”Oohh…, jilat terus sayang…, ohh”, Tangan Ratna mendekap erat kepala Angga ke payudaranya.
Angga semakin buas menjilati puting susu gurunya tersebut, mulutnya tanpa ia sadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapan Angga makin keras, gairahsex.com bahkan tanpa ia sadari ia gigit-gigit ringan puting gurunya tersebut.
”mm…, nakal kamu”, Ratna tersenyum merasakan tingkah muridnya itu.
”Sekarang coba kamu lihat daerah bawah pusar Ibu”.Angga menurut saja. Duduk diantara kaki Ratna yang membuka lebar. Ratna kemudian menyandarkan punggungya pada dinding di belakangnya.
”Coba kamu rasakan”, ia membimbing telunjuk Angga memasuki vaginanya.
”Hangat Bu..”Bisa kamu rasakan ada semacam pentil…?”
”Iya..”
”Itu yang dinamakan klitoris, itu adalah titik peka cewek juga. Coba kamu gosok-gosok”Pelan-pelan jari Angga mengusap-usap clitoris yang mulai menyembul itu.
”Terus…, oohh…, ya…, gosok…, gosok”, Ratna mengerinjal-gerinjal keenakan ketika clitorisnya digosok-gosok oleh Angga.
”Kalo diginiin enak ya Bu?”, Angga tersenyum sambil terus menggosok-gosok jarinya.
”Oohh…, Angga…, mm”, tubuh Ratna telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.
Tangan Angga semakin berani mempermainkan clitoris gurunya yang makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanan gurunya akan segera jebol.
”Ooaahh…, Anggaaa”, Tangan Ratna mencengkeram pundak muridnya, sementara tubuhnya menegang dan otot-otot kewanitaannya menegang. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah lama tidak dirasakannya.
”Hmm…, kamu pintar Angga…, Sekarang…, coba kamu berbaring”.Angga menurut saja. Penisnya segera menegang ketika merasakan tangan lembut gurunya.
”Wah…, wahh.., besar sekali”, tangan Ratna segera mengusap-usap penis yang telah mengeras tersebut.
Segera saja benda panjang dan berdenyut-denyut itu masuk ke mulut Ratna. Ia segera menjilati penis muridnya itu dengan penuh semangat. Kepala penis muridnya itu dihisapnya keras-keras, sehingga Angga merintih keenakan.
”Ahh…, enakk…,enakk”, Angga tanpa sadar menyodok-nyodokkan pinggulnya untuk semakin menekan penisnya makin ke dalam kuluman Ratna. Gerakannya makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Ratna.
”oohh Ibu…, Ibbuu”Muncratlah cairan mani Angga di dalam mulut Ratna, yang segera menjilati cairan itu hingga tuntas.
”Hmm…, manis rasanya Angga”, Ratna masih tetap menjilati penis muridnya yang masih tegak.
”Sebentar ya aku mau minum dulu”.
Ketika Ratna sedang membelakangi muridnya sambil menenggak es teh dari kulkas. Tiba-tiba ia merasakan seseorang mendekapnya dari belakang.
”Angga…, biar Ibu minum dulu”.
”Tidak…, nikmati saja ini”, Angga yang masih tegang berat mendorong Ratna ke kulkas.Gelas yang dipegang Ratna jatuh, untungnya tidak pecah. Tangan Ratna kini menopang tubuhnya ke permukaan pintu kulkas.
”Ibu…, sekarang!”
”Ahhkk”, Ratna berteriak, saat Angga menyodokkan penisnya dengan keras ke liang vaginanya dari belakang. Dalam hatinya ia sangat menikmati hal ini, pemuda yang tadinya pasif berubah menjadi liar.
”Angga…, enakk…, ohh…, ohh”. Tubuh Ratna bagai tanpa tenaga menikmati kenikmatan yang tiada taranya. Tangan Angga satu menyangga tubuhnya, sementara yang lain meremas payudaranya. Dan penisnya yang keras melumat liang vaginanya.
”Ibu menikmati ini khan”, bisik Angga di telinganya
”Ahh…, hh”, Ratna hanya merintih, setiap merasakan sodokan keras dari belakang.
”Jawab…, Ibu”, dengan keras Angga mengulangi sodokannya.
”Ahh…,iyaa””Angga…, Angga jangann…, di dal.. La” belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Ratna telah merasakan cairan hangat di liang vaginanya menyemprot keras. Kepalang basah ia kemudian menyodokkan keras pinggulnya.
”Uuhgghh”, penis Angga yang berlepotan mani itupun amblas lagi ke dalam liang Ratna.
”Ahh”.
Kedua insan itupun tergolek lemas menikmati apa yang baru saja mereka rasakan. Setelah kejadian dengan Angga, Ratna masih sering bertemu dengannya guna mengulangi lagi perbuatan mereka. Namun yang mengganjal hati Ratna adalah jika Angga kemudian membocorkan hal ini ke teman-temannya.
Ketika Ratna berjalan menuju mobilnya seusai sekolah bubar, perhatiannya tertumbuk pada seorang muridnya yang duduk di sepeda motor di samping mobilnya, katakanlah dia Sendo. Ia berbeda dengan Angga, anaknya agak pembuat onar jika di kelas, kekar dan nakal. Hatinya agak tidak enak melihat situasi ini.
”Bu Ratna salam dari Angga”, Sendo melemparkan senyum sambil duduk di sepeda motornya.
”Terima kasih, boleh saya masuk”, Ia harus berkata begitu karena sepeda motor Sendo menghalangi pintu mobilnya.
”Boleh…, boleh Bu saya juga ingin pelajaran tambahan seperti Angga.”Langkah Ratna terhenti seketika. Namun otaknya masih berfungsi normal, meskupun sempat kaget.
”Kamu kan nilainya bagus, nggak ada masalah kan..”, sambil duduk di balik kemudi.
”Ada sedikit sih kalau Ibu nggak bisa mungkin kepala sekolah bisa membantu saya, sekaligus melaporkan pelajaran Angga”, Sendo tersenyum penuh kemenangan.
”Apa hubungannya?”, Keringat mulai menetes di dahi Ratna.
”Sudahlah kita sama-sama tahu Bu. Saya jamin pasti puas”.
Agen Poker Online - Tanpa menghiraukan omongan muridnya, Ratna langsung menjalankan mobilnya ke rumahnya. Namun ia sempat mengamati bahwa muridnya itu mengikutinya terus hingga ia menikung untuk masuk kompleks perumahan. Setelah mandi air hangat, ia bermaksud menonton TV di ruang tengah. Namun ketika ia hendak duduk pintu depan diketuk oleh seseorang. Ratna segera menuju pintu itu, ia mengira Angga yang datang. Ternyata ketika dibuka
”Sendo! Kenapa kamu ngikuutin saya!”, Ratna agak jengkel dengan muridnya ini.
”Boleh saya masuk?”.
”Tidak!”.
”Apa guru-guru perlu tahu rahasia ibu?”.”!!”dengan geram ia mempersilakan Sendo masuk.
”Enak ya rumahnya, Bu”, dengan santainya ia duduk di dekat TV.
“Pantas aja Angga senang di sini”.
”Apa hubunganmu dengan Angga?, Itu urusan kami berdua”, dengan ketus Ratna bertanya.”
Dia teman dekat saya. Tidak ada rahasia diantara kami berdua”.
”Jadi artinya”, Kali ini Ratna benar-benar kehabisan akal. Tidak tahu harus berbuat apa.
”Bu, kalo saya mau melayani Ibu lebih baik dari Angga, mau?”, Sendo bangkit dari duduknya dan berdiri di depan Ratna. Ratna masih belum bisa menjawab pertanyaan muridnya itu. Tubuhnya panas dingin.
Ratna masih belum bisa menjawab pertanyaan muridnya itu. Tubuhnya panas dingin. Belum sempat ia menjawab, Sendo telah membuka ritsluiting celananya. Dan setelah beberapa saat penisnya meyembul dan telah berada di hadapannya.
”Bagaimana Bu, lebih besar dari Angga khan?”.Sendo ternyata lebih agresif dari Angga, dengan satu gerakan meraih kepala Ratna dan memasukkan penisnya ke mulut Ratna.
”Mmpfpphh”.
”Ahh yaa…, memang Ibu pandai dalam hal ini. Nikmati saja Bu…, nikmat kok”Rupanya nafsu menguasai diri Ratna, menikmati penis yang besar di dalam mulutnya, ia segera mengulumnya bagai permen.
Dijilatinya kepala penis pemuda itu dengan semangat. Kontan saja Sendo merintih keenakan.
”Aduhh…, nikmat sekali Bu oohh”, Sendo menyodok-nyodokkan penisnya ke dalam mulut Ratna, sementara tangannya meremas-remas rambut ibu gurunya itu. Ratna merasakan penis yang diisapnya berdenyut-denyut. Rupanya Sendo sudah hendak keluar.
”oohh…, Ibu enakk…, enakk…, aahh”.Cairan mani Sendo muncrat di mulut Ratna, yang segera menelannya. Dijilatinya penis yang berlepotan itu hingga bersih. Kemudian ia berdiri.
”Sudahh…, sudah selesai kamu bisa pulang”, Namun Ratna tidak bisa memungkiri perasaannya. Ia menikmati mani Sendo yang manis itu serta membayangkan bagaimana rasanya jika penis yang besar itu masuk ke vaginanya.
”Bu, ini belum selesai. Mari ke kamar, akan saya perlihatkan permainan yang sebenarnya.”
”Apa! beraninya kamu memerintah!”, Namun dalam hatinya ia mau. Karenanya tanpa berkata-kata ia berjalan ke kamarnya, Sendo mengikuti saja.
Setelah ia di dalam, Ratna tetap berdiri membelakangi muridnya itu. Ia mendengar suara pakaian jatuh, dugaannya pasti Sendo sedang mencopoti pakaiannya. Ia pun segera mengikuti jejak Sendo. Namun ketika ia hendak melepaskan kancing dasternya.
”Sini saya teruskan”, ia mendengar Sendo berbisik ke telinganya. Tangan Sendo segera membuka kancing dasternya yang terletak di bagian depan. Kemudian setelah dasternya jatuh ke lantai, tangan itupun meraba-raba payudaranya. Ratna juga merasakan penis pemuda itu diantara belahan pantatnya.
”Gilaa…, besar amat”, pikirnya. Tak lama kemudian iapun dalam keadaan polos. Penis Sendo digosok-gosokkan di antara pantatnya, sementara tangan pemuda itu meremasi payudaranya. Ketika jemari Sendo meremas puting susu Ratna, erangan kenikmatan pun keluar.
”mm oohh”.Sendo tetap melakukan aksi peremasan itu dengan satu tangan, sementara tangan satunya melakukan operasi ke vagina Ratna.
”Sendo…, aahh…, aahh”, Tubuh Ratna menegang saat pentil clitorisnya ditekan-tekan oleh Sendo.
”Enak Bu?”, Sendo kembali berbisik di telinga gurunya yang telah terbakar oleh api birahi itu. Cerita sex
Ratna hanya bisa menngerang, mendesah, dan berteriak lirih. Saat usapan, remasan, dan pekerjaan tangan Sendo dikombinasi dengan gigitan ringan di lehernya. Tiba-tiba Sendo mendorong tubuh Ratna agar membungkuk. Kakinya di lebarkan.
”Kata Angga ini posisi yang disukai Ibu”
”Ahhkk…, hmm…, hmmpp”, Ratna menjerit, saat Sendo dengan keras menghunjamkan penisnya ke liang vaginanya dari belakang.”
”Ugghh…, innii…, innii”, Sendo medengus penuh gairah dengan tiap hunjaman penisnya ke liang Ratna. Ratnapun berteriak-teriak kenikmatan, saat liang vaginanya yang sempit itu dilebarkan secara cepat.
”Adduuhh…, teruss.., teruss Sendo…, oohh”, Kepala ibu guru itu berayun-ayun, terpengaruh oleh sodokan Sendo. Tangan Sendo mencengkeram pundak Ratna, seolah-olah mengarahkan tubuh gurunya itu agar semakin cepat saja menelan penisnya.
”Oohh Bu Ratna…,”.Ratna segera merasakan cairan hangat menyemprot di dalam vaginanya dengan deras. Matanya terpejam menikmati perasaan yang tidak bisa ia bayangkan.
Ratna masih tergolek kelelahan di tempat tidur. Rambutnya yang hitam panjang menutupi bantalnya, dadanya yang indah naik-turun mengikuti irama nafasnya. Sementara itu vaginanya sangat becek, berlepotan mani Sendo dan maninya sendiri. Sendo juga telajang bulat, ia duduk di tepi tempat tidur mengamati tubuh gurunya itu. Ia kemudian duduk mendekat, tangannya meraba-raba liang vagina Ratna, kemudian dipermainkannya pentil kelentit gurunya itu.
”mm capek…, mm”, bibir Ratna mendesah saat pentilnya dipermainkan. Sebenarnya ia sangat lelah, tapi perasaan terangsang yang ada di dalam dirinya mulai muncul lagi.
Dibukanya kakinya lebar-lebar sehingga memberikan kemudahan bagi Sendo untuk memainkan clitorisnya.
”Senndo  aahh”, Tubuh Ratna bergetar, menggelinjang-gelinjang saat Sendo mempercepat permainan tangannya.
”Bu…, balik…, Sendo pengin nih”
”Nakal kamu ahh”, dengan tersenyum nakal, Ratna bangkit dan menungging. Tangannya memegang kayu dipan tempat tidurnya. Matanya terpejam menanti sodokan penis Sendo. Sendo meraih payudara Ratna dari belakang dan mencengkeramya dengan keras saat ia menyodokkan penisnya yang sudah tegang
”Adduuhh…, owwmm”, Ratna mengaduh kemudian menggigit bibirnya, saat lubang vaginannya yang telah licin melebar karena desakan penis Sendo.
”Bu Ratna nikmat lho vagina Ibu…, ketat”, Sendo memuji sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya.
”mm…, aahh…, ahh…, ahhkk”, Ratna tidak bisa bertahan untuk hanya mendesah. Ia berteriak lirih seiring gerakan Sendo. Badannya digerakkannya untuk mengimbangi serangan Sendo.
Kenikmatan ia peroleh juga dari remasan muridnya itu.
”Ayoo…, aahh.., ahh… Mm.., buat Ibu keluuaa.. Rr lagi…”. Gerakan Ratna makin cepat menerima sodokan Sendo.
Tangan Sendo beralih memegangi tubuh Ratna, diangkatnya gurunya itu sehingga posisinya tidak lagi “doggy style”, melainkan kini Ratna menduduki penisnya dengan membelakangi dirinya. Sendo kini telentang di tempat tidur yang acak-acakan dan penuh oleh mani yang mengering.
”Ooww..”, Teriakan Ratna terdengar keras saat ia tidak bisa lagi menahan orgasmenya. Tangannya mencengkeram tangan Sendo, kepalanya mendongak menikmati kenikmatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Sementara Sendo sendiri tetap menusuk-nusukkan penisnya ke vagina Ratna yang makin becek.
”Ayoo…, makin dalam dalamm”.
”Ahh.., aahh…, aahh..”, Sendopun mulai berteriak-teriak.
”Mau kelluuaarr”Ratna sekali lagi memejamkan matanya, saat mani Sendo menyemprot dalam liang vaginanya.
Ratna kemudian ambruk menindih tubuh Sendo yang basah oleh keringat. Sementara diantara kaki-kaki mereka mengalir cairan hangat hasil kenikmatan mereka.
”Bu Ratna…, sungguh luar biasa, Coba kalau Angga ada disini sekarang”.
”mm memangnya kamu mau apa”, Ratna kemudian merebahkan dirinya di samping Sendo. Tangannya mengusap-usap puting Sendo.
”Kita bisa main bertiga, pasti lebih nikmat..”Ratna tidak bisa menjawab komentar Sendo, sementara perasaannya dipenuhi kebingungan.
Akhirnya hari kelulusan murid klas 3 sampai juga. Dengan demikian Ratna harus berpisah dengan kedua murid yang disayanginya, terlebih lagi ketika ia harus pindah ke kota lain untuk menempati pos baru di Kanwil. Karenanya ia memanggil Angga untuk datang ke rumahnya untuk memberitahukan perihal kepindahannya.Ketika seputar Indonesia mulai ditayangkan, Angga muncul. Ia langsung dipersilakan duduk.
”Bu, Angga kangen lho”.
”Iya deh…, nanti. Gini, Ibu bulan depan pindah ke kota B, soalnya akan dinaikkan pangkatnya. Jadi…, jadi…, Ibu ingin malam ini malam terakhir kita”, mata Ratna berkaca-kaca ketika mengucapkan itu.
”…………..”, Angga tidak bisa menjawab.
Ia kaget mendengar berita itu. Baginya Ratna merupakan segalanya, terlebih lagi ia telah mendapatkan pelajaran berharga dari gurunya itu.
”Tapi Angga masih boleh berkirim surat kan?”.Ratna bisa sedikit tersenyum melihat muridnya tabah,
“Iya…, boleh…, boleh”.
”Minum dulu Ngga, ada es teh di meja makan. Kalau sudah nonton DVD di kamar yaa”, Ratna mengerling nakal ke muridnya sambil beranjak ke kamar. Di kamar ia mengganti pakaiannya dengan kimono kegemarannya, melepas Bra, gairahsex.com menghidupkan AC dan tentu saja menyetel DVD ‘Kamasutra-nya Penthouse”. Lalu ia tengkurap di tempat tidur sambil menonton TV.
Diluar Angga meminum es teh yang disediakan Ratna dan membiarkan pintu depan tidak terkunci. Ia mempunyai rencana yang telah disusun rapi.Lalu Angga menyusul Ratna ke kamar tidur. Begitu pintu dibuka ia melihat gurunya tengkurap menonton DVD dengan dibalut kimono merah tipis, lekuk tubuhnya jelas terlihat. Rambutnya yang panjang tergerai di punggungnya bagai gadis iklan shampo Pantene.
”Ganti pakaian itu..”, Ratna menunjuk celana pendek dan kaos tipis yang terlipat rapi di meja riasnya.
Ketika Angga sedang mencopot celananya Ratna sempat melihat penis pemuda itu menyembul di balik celana dalam GT Man-nya. Setelah selesai Angga juga tengkurap di samping Ratna.
”Sudah liat film ini belum? Bagus lho untuk info posisi-posisi ngesex”.
”Belum tuh…”, Mata Angga tertuju pada posisi dimana si wanita berdiri memegang pohon sementara si pria memasukkan penisnya dari belakang, sambil meremas-remas payudara partnernya.
”mm…, itu posisi fave saya. Kalau kamu suka nanti CD itu bisa kamu ambil”.
”Thanx..”, Angga kemudian mengecup pipi gurunya.
Bandar Poker Online - Adegan demi adegan terus bergulir, suasana pun menjadi semakin panas. Ratna kini tengkurap dengan tidak lagi mengenakan selembar benangpun. Demikian pula Angga. Angga kemudian duduk di sebelah gurunya itu, dibelainya rambut Ratna dengan lembut, kemudian disibakkannya ke sebelah kiri. Bibir Angga kemudian menciumi tengkuk Ratna, dijilatinya rambut-rambut halus yang tumbuh lebat.
”aahh…”Setelah puas, Angga kemudian memberi isyarat pada Ratna agar duduk di pangkuannya
.”Bu, biar Angga yang puasin ibu malam ini…”, Bisik Angga di telinga Ratna. Ratna yang telah duduk di pangkuan Angga pasrah saja saat kedua tangan muridnya meremas-remas payudaranya yang liat. Kemudian ia menjerit lirih saat puting susunya mendapat remasan.
”Akhh…”, Ratna memejamkan matanya.”Angga…, jilatin vagina ibu…”
Angga kemudian merebahkan Ratna, dibukanya kaki gurunya itu lebar-lebar, kemudian dengan perlahan ia mulai menjilati vagina gurunya. Bau khas dari vagina yang telah basah oleh gairah itu membuat Angga kian bernafsu.
”oohh…, teruss…, teruuss…”, Ratna bergetar merasakan kenikmatan itu. Tangannya membimbing tangan Angga dalam meremasi susunya. Memberikan kenikmatan ganda.
”Jilatin…, pentil itu…, oohohh”, Bagai dikomando Angga menjilati pentil clitoris Ratna, dengan penuh semangat.
”Aduuhh….. Oohh…oohh…hh.. Hh…..”
”Angga…, massuukk”.
Kaki Ratna kemudian disampirkannya ke pundak, dan dengan cepat disodokkannya penisnya ke vagina Ratna yang becek.
”mm…”, Ratna menggigit bibirnya. Meskipun lubang vaginanya telah licin, namun penis yang besar itu tetap saja agak kesulitan menerobos masuk.
”Uuhh…, masih susah juga ya Bu…”, Angga sambil meringis memaju mundurkan penisnya. Ia merasakan penisnya bagai diremas-remas oleh tangan yang sangat halus saat di dalam. Tangan Ratna mempermainkan puting Angga. Dengan gemas dicubitnya hingga Angga berteriak.
”Uhh…, nakal, Ini balasannya!”, sodokan Angga makin keras, lebih keras dari saat ia memasukkan penisnya.
”aa…”.
Tiba-tiba pintu kamar tebuka! Spontan Ratna terkejut, tapi tidak bagi Angga. Sendo sudah berdiri di muka pintu, senjatanya telah tegak berdiri.
”mm…, hot juga permainan Ibu dengan Dia, boleh saya bergabung?”, Sendo kemudian berjalan mendekati mereka. Ratna yang hendak berdiri ditahan oleh Angga, yang tetap menjaga penisnya di dalam vagina Ratna.
”Nikmati saja…”Sendo kemudian mengangkangi Ratna, penisnya berada tepat di mukanya.
”Isap… Ayoo”, sambil memasukkan penisnya. Saat itu pula Angga menghentakkan gerakannya. Saat Ratna berteriak, saat itu pula penis Sendo masuk.
”Ahh…, nikmat..”, Ratna merem-melek menghisap-hisap penis muridnya, sementara Angga dengan puas menggarap vaginanya.
”uufff…, jilatin…, jilatt”, tangan Sendo memegangi kepala Ratna, agar semakin dalam saja mengisap penisnya.
Posisi itu tetap bertahan hingga akhirnya Angga keluar duluan. Maninya menyemprot dengan leluasa di lubang vagina gurunya yang cantik. Sementara Sendo tetap mengerang-erang sambil medorong-dorong kepala Ratna. Setelah Angga mengeluarkan penisnya dari vagina Ratna,
“Berdiri menghadap tembok Bu!”Ratna masih kelelahan. Ia telah orgasme pula saat Angga keluar, namun ia tidak bisa teriak karena ada penis di mulutnya. Saat ia berdiri dengan tangan di tembok menahan tubuhnya, mani Angga menetes ke lantai.
”mm…, Angga…, liat tuh punya kamu..”, seru Sendo sambil tertawa. Ia kemudian menempelkan tubuhnya ke Ratna. Penisnya tepat berada di antara kedua pantat Ratna.”Nih Bu rasakan punya Sendo juga ya”.
Janda Kesepian Bispak - Angga dengan santai menyaksikan temannya menggarap gurunya dari belakang. Tangan Sendo memegangi pinggang Ratna saat ia menyodok-nyodokkan penisnya keluar masuk dengan cepat. Saat Ratna merintih-rintih menikmati permainan mereka, Angga merasakan penisnya tegang lagi. Ia tidak tahan melihat pemandangan yang sangat erotik sekali.Kedua insan itu saling mengaduh, mendesah, dan berteriak lirih seiring kenikmatan yang mereka berikan dan rasakan.
”ooww…”, Tubuh Ratna yang disangga Sendo menegang, kemudian lemas. Angga menduga mereka berdua telah sampai di puncak kenikmatan.
Timbul isengnya, ia kemudian mendekati mereka dan menyusup diantara Ratna dan tembok. Dipindahkannya tangan Ratna ke pundaknya, dan penisnya menggantikan posisi milik Sendo.
”Angga…”, Lagi-lagi Ratna mendesah saat penis Angga masuk dan pinggulnya didorong oleh Sendo dari belakang.
”Ahh.. Ahh…. Dorongg…dorongg………….”
”aa.. Aa… Aa”.”oohhkk…, kk…, kk..”, Ratna berteriak keras sekali, saat dorongan Sendo sangat keras menekan pinggulnya. penis Angga amblas hingga mencapai pangkalnya masuk ke vagina Ratna. Saat itu pula ia merasakan penis yang berdenyut-denyut itu melepaskan muatannya untuk kedua kali.
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest



Popular Posts

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © CERITA DEWASA | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com