Senin, 13 Mei 2019

Merasakan Kenikmatan Tubuh Siswi SMP





Aku seorang pegawai di salah satu perusahaan swasta di kota DKI, nama aku Riski, Aku berumur 30 tahun dengan tinggi badan 170 cm serta berat badan 65 kg dan kata cewek-cewek sih, aku memiliki wajah dan tubuh yang sangat ideal untuk seorang laki-laki bujangan. Perusahaan tempat aku kerja memberlakukan lima hari kerja yaitu setiap hari senin sampai Jumat, sehingga setiap hari sabtu aku selalu berada di rumah yang merupakan salah satu kompleks elit di kota aku itu. Setiap hari sabtu aku selalu mengisi waktu dengan melihat situs porno, majalah porno, dan menonton film porno yang aku sewa di salah satu rental yang berada di kompleks tersebut, dan hal itu berlangsung selama berbulan-bulan.


AGEN POKER - Suatu saat hal tersebut tidak aku lakukan lagi karena setelah aku melihat Nita anak tetangga aku yang masih duduk di kelas 1 SMP yang kira-kira berumur 12 tahun dan aku sangat terpesona dengan kemolekan tubuh anak tersebut. Nita memiliki tubuh yang indah untuk ukuran anak seumur dia dengan tinggi badan sekitar 155 cm dan berat badan sekitar 45kg serta memiliki dua bukit kembar yang berukuran sedang yang tercermin dari tonjolan padat dibalik seragam sekolah yang ketat dan tank top yang biasa dikenakannya dan yang tidak kalah menariknya lagi ia memiliki pantat yang sangat padat dan berisi yang terlihat dari rok sekolah setinggi lutut dan rok mini yang ia kenakan dan anehnya lagi aku tidak pernah melihat adanya garis CD yang ia kenakan, dan yang pasti memiawnya belum ditumbuhi bulu-bulu halus. Aku sering melihat Nita kesekolah setiap hari dengan sengaja berdiri didepan rumah sebelum aku berangkat kerja atau pada sore hari sepulang kerja di saat ia sedang jalan-jalan sore di sekitar kompleks dan pada saat itu aku selalu memandangi Nita dengan sangat tajam dan penuh nafsu namun ia tak menyadarinnya dan sampai suatu hari Nita mulai menyadarinya dan mulai membalas tatapan aku dengan mata yang sangat menggoda.


AGEN TARUHAN POKER - Sejak kejadian itu aku selalu terbayang-bayang dengan kemolekan Nita setiap usai bekerja namun bukannya aku jatuh cinta padanya tapi aku suka akan kemolekan tubuhnya dan sangat bernafsu untuk mencicipinnya, tetapi nafsu birahi tersebut aku tahan dan aku lampiaskan dengan hanya memandangi tubuhnya dari balik pagar pada sore hari disaat ia sedang berjalan-jalan dikompleks. Nita selalu menggunakan tank top dan rok mini setiap akan berjalan- jalan disekitar kompleks bersama kakak dan sepupunya (Tata yang sedang kuliah smst 2 dan Nia yang duduk di sma kls 3) dan ini dia lakukan setiap sore. Seperti biasanya pada sore hari setiap pulang kerja aku selalu menunggu Nita untuk memandangi tubuhnya, tetapi pada saat itu aku heran karena Nita hanya sendiri saja berjalan dengan sangat santai dan seperti biasa pula ia hanya memakai tank top yang pada saat itu berwarna kuning dan rok mini berwarna putih tembus pandang dan yang tidak terlalu ketat.


Dengan sangat nafsu aku tatap dia dari balik pagar dan dia pun membalasnya dan tanpa aku sangka-sangka Nita menuju ke pintu pagar rumah aku, dan dalam hati aku bertanya mungkin dia akan marah karena aku selalu menatapnya, tetapi hal tersebut tidak terjadi, dia malah tersenyum manis sambil duduk dideket didepan pagar rumah aku yang membuat nafsu aku semakin tinggi karena dengan leluasa aku dapat memandangi tubuh Nita dan yang lebih mengasikan lagi ia duduk dengan menyilangkan pahannya yang membuat sebagian roknya tersingkap disaat angin meniup dengan lembutnya namun ia diam dan membiarkan saja.


Dengan penuh nafsu dan penasaran ingin melihat tubuh Nita dari dekat maka aku dekati dia dan bertannya “Duduk sendirian nih boleh aku temanin,” dengan terkejut Nita mambalikan wajahnya dan berkata “eh…… boooboleh.” Aku langsung duduk tepat di sampingnya dikarenakan deker tersebut hanya pas untuk dua orang.


Dan untuk mengurangi kebisuan aku bertannya pada Nita “Biasanya bertiga, temennya mana..?”, dengan terbata-bata nita berkata “Gi.. gini om, mereka i.. itu bukan temen aku tetapi kakak dan sepupu aku.” aku langsung malu sekali dan kerkata “Sorry.” kemudia Nita menjelaskan bahwa kakak dan sepupunnya lagi ke salah satu mal namannya MM. Nita mulai terlihat santai tetapi aku semakin tegang jantungku semakin berdetak dengan kerasnya dikarenakan dengan dekatnya aku dapat memandangi paha mulus Nita ditambah lagi dua bukit kembarnya tersembul dari balik tank topnya apabila dia salah posisi.

AGEN DOMINO QQ - Diam-diam aku mencuri pandang untuk melihatnya namun dia mulai menyadarinya tetapi malah kedua bukit kembarnya tersebut tambah diperlihatkannya keaku yang membuat aku semakin salah tingkah dan tampa sengaja aku menyentuh pahanya yang putih tanpa ditutupi oleh rok mininya karena tertiup angin yang membuat Nita terkejut dan Nita pun tidak marah sama sekali sehingga tangan aku semakin penasaran dan aku dekapkan tangan aku ke pahanya dan dia pun tidak marah pula dan kebetulan pada saat itu langitpun semakin gelap sehingga aku gunakan dengan baik dengan perlahan-lahan tangan kiri aku yang berada di atas pahanya aku pindahkan ke pinggannya dan meraba-raba perutnya sambil hidungku aku dekatkan ketelingannya yang membuat Nita kegelian karena semburan nafasku yang sangat bernafsu dan mata ku tak berkedip melihat kedua bukit kembarnya yang berukuran sedang

Tanpa aku sadari tangan kiri aku telah menyusup kedalam tank top yang ia gunakan menuju kepunggunya dan disana aku menemukan sebuah kain yang sangat ketat yang merupakan tali BH nya dan dengan sigapnya tangan aku membuka ikatan BH yang dikenakan Nita yang membuat tangan aku semakin leluasa ber gerilya dipunggunya dan perlahan- lahan menyusup kebukit kembarnya serta tangan kanan aku membuka ikatan tali BH Nita yang berada di lehernya dan dengan leluasa aku menarik BH Nita tersebut keluar dari tank topnya karena pada saat itu Nita mengggunakan BH yang biasa digunakan bule pada saat berjemur. Setelah aku membuka BHnya kini dengan leluasa tangan aku meraba, memijit dan memelintir bukit kembarnya yang membuat Nita kegelian dan terlihat pentil bukit kembarnya telah membesar dan berwarna merah dan tanpa ia sadari ia berkata “Terusss.. nikmattttt.. Ommmm……….. ahh.. ahhhh….”

AGEN CEME - Dan itu membuat aku semakin bernafsu, kemudian tangan aku pindahkan ke pinggannya kembali dan mulai memasukannnya ke dalam rok mini yang ia kenakan dengan terlebih dahulu menurunkan res yang berada dibelakang roknya, kemudian tangan aku masukan kedalam rok dan CDnya dan meremas-remas bokongnya yang padat dan berisi dan ternyata Nita memakai CD model G string sehingga membuat aku berpikir anak SMP kayak dia kok sudah menggunakan G string tetapi itu membuat pikiranku selama ini terjawab bahwa Nita selama ini menggunakan G string sehingga tidak terlihat adanya garis CD.

Lima menit berlalu terdengar suara Nita “Ahh.. terusss Om… terusss.. nikmattttt.. ahh.. ahhhh…” hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Nita pada saat aku menyentuh dan memasukan jari tengan aku ke dalam memiawnya yang belum ditumbuhi bulu-bulu tersebut dari belakang dan aku pun makin menggencagkan seranganku dengan mengocok memiawnya dengan cepat. Tiba-tiba pecahlah rintihan nafsu keluar dari mulut Nita. “Ouuhhh..

AGEN CAPSA SUSUN - Ommmm.. terus.. ahhh.. ahhhhhhhhh.. ahhhhhhhhhhhhhh..” Nita mengalami orgasme untuk yang pertama kali. Setelah Nita mengalami orgasme aku langsung tersentak mendengar suara beduk magrib dan aku menghentikan seranganku dan membisikan kata-kata ketelinga Nita “Udah dulu ya..” dengan sangat kecewa Nita membuka matanya dan terlihat adanya kekecewaan akibat birahinya telah sampai dikepala dan aku menyuruhnya pulang sambil berkata “Kapan-kapan kita lanjutkan lagi,” ia langsut menyahut “Ya om sekarang aja tanggung nih, lihat memiaw aku udah basah..” sambil ia memegang memiawnya yang membuat aku berpikir anak ini tinggi juga nafsunya dan aku memberinya pengertian dan kemudian ia pulang dengan penuh kekecewan tanpa merapikan tank top dan roknya yang resnya masih belum dinaikan namun tidak membuat rok mininya turun karena ukuran pingganya yang besar, tetapi ada yang lebih parah ia lupa mengambil BH nya yang aku lepas tadi sehingga terlihat bukit kembarnya bergoyang-goyang dan secara samar-samar terlihat putting gunung kembarnya yang telah membesar dan berwarna merah dari balik tank topnya yang pastinya akan membuat setiap orang yang berpapasan dengannya akan menatapnya dengan tajam penuh tanda tanya.

Setelah aku sampai di rumah aku langsug mencium BH Nita yang ia lupa, yang membuat aku semakin teropsesi dengan bentuk gunung kembarnya dan dapat aku bayangkan dari bentuk BH tersebut. Sejak kejadian sore itu, lamunanku semakin berani dengan menghayalkan nikmatnya bersetubuh dengan Nita namun kesempatan itu tak kunjung datang dan yang mengherankan lagi Nita tidak pernah berjalan-jalan sore lagi dan hal tersebut telah berlangsung selama 1 minggu sejak kejadian itu, yang membuat aku bertanya apakah dia malu atau marah atas kejadian itu, sampai suatu hari tepatnya pada hari sabtu pagi dan pada saat itu aku libur, cuaca sangat gelap sekali dan akan turun hujan, aku semakin BT maka kebiasaan aku yang dulu mulai aku lakukan dengan menonton film porno, tapi aku sangat bosan dengan kaset tersebut.


AGEN JUDI KARTU - Hujanpun turun dengan derasnya dan untuk menghilangkan rasa malas dan bosan aku melangkah menuju keteras rumah aku untuk mengambil koran pagi, tapi setibanya didepan kaca jendela aku tersentak melihat seorang anak SMP sedang berteduh, ia sangat kedinginan dikarenakan bajunya basah semuannya yang membuat seluruh punggunya terlihat termasuk tali BH yang ia kenakan. Perlahan-lahan nafsuku mulai naik dan aku perhatikan anak tersebut yang kayaknya aku kenal dan ternyata benar anak tersebut adalah Nita, dan aku berpikir mungkin dia kehujanan saat berangkat sekolah sehingga bajunya basah semua. Kemudian aku mengatur siasat dengan kembali ke ruang tengah dan aku melihat film porno masih On, maka aku pun punya ide dengan megulang dari awal film tersebut dan akupun kembali ke ruang tamu dan membuka pintu yang membuat Nita terkejut.

Pada saat Nita terkejut kemudia aku bertannya pada dia “Lo Nita ngak kesekolah nih?” dengan malu- malu Nita menjawab “Ujan om..” aku langsung bertannya lagi “Ngak apa-apa terlambat.” “Ngak apa-apa om karena hari ini ngak ada ulangan umum lagi.” Nita menjawab dan aku langsung bertannya “Jadi ngak apa-apa ya ngak kesekolah?”. “Ia om”, Nita menjawab dan dalam hati aku langsung berpikir bahwa selama ini Nita tidak pernah kelihatan karena ia belajar untuk ulangan umum, dan inilah kesempatan yang aku tunggu- tunggu dan aku langsung menawarinya untuk masuk kedalam dan tanpa malu-malu karena udah kedingin dia langsung masuk kedalam ruang tamu dan langsung duduk dan pada saat itu aku memperhatikan gunung kembarnya yang samar- samat tertutupi BH yang terlihat dari balik seragam sekolahnya yang telah basah sehingga terlihat agak transparan. Melihat Nita yang kedinginan, maka aku menawari dia untuk mengeringkan badannya di dalam dan dia pun setuju dan aku menunjukan sebuah kamar di ruang tengah dan aku memberi tahu dia bahwa di sana ada handuk dan baju seadannya. Dengan cepat Nita menuju ke ruang tengah yang disana terdapat TV dan sedang aku putar film porno, hal tersebut membuat aku senang, karena Nita telah masuk kedalam jebakanku dan berdasarkan perkiraan aku bahwa Nita tidak akan mengganti baju tetapi akan berhenti untuk menonton film tersebut.

Setelah beberapa lama aku menunggu ternyata Nita tidak kembali juga dan akupun menuju keruang tengah dan seperti dugaanku Nita menonton film tersebut dengan tangan kanan di dalam roknya sambil mengocok memiawnya dan tangan kiri memegang bukit kembarnya. Aku memperhatikan dengan seksama seluruh tingkah lakunya dan perlahan-lahan aku mengambil handy cam dan merekam seluruh aktivits memegang dan mengocok memiaw dan bukit kembarnya yang ia lakukan sendiri dan rekaman ini akan aku gunakan untuk mengancamnya jika ia bertingkah. Setelah merasa puas aku merekamnya. Aku menyimpan alat tersebut kemudian aku dekati Nita dari belakang. Aku berbisik ketelinga Nita enak ya, Nita langsung kaget dan buru- buru melepaskan tangannya dari memiaw dan bukit kembarnya, aku langsung menangkap tangannya dan berbisik lagi “Teruskan saja, aku akan membantumu.” kemudian aku duduk dibelakang Nita dan menyuruh Nita untuk duduk di pangkuanku yang saat itu penisku telah menegang dan aku rasa Nita menyadari adanya benda tumpul dari balik celana yang aku kenakan.
Dengan perlahan-lahan, tanganku aku lingkarkan keatas bukit kembarnya dan ciumanku yang menggelora mencium leher putih Nita tangan kananku membuka kancing baju Nita satu demi satu sampai terlihat bukit kembarnya yang masih ditutupi BH yang bentuknya sama pada saat kejadian yang sore lalu.

Nita sesekali menggelinjat pada saat aku menyentuh dan meremas bukit kembarnya namun hal tersebut belum cukup, maka aku buka sebagian kancing baju seragam yang basah yang digunakan Nita kemudian tagan kiri aku masuk ke dalam rok Nita dan memainkan bukit kecilnya yang telah basah dan pada saat itu rok yang ia gunakan aku naikan ke perutnya dengan paksa sehingga terlihat dengan jelas G string yang ia gunakan. Aku langsung merebahkan badannya diatas karpet sambil mencium bibir dan telinganya dengan penuh nafsu dan secara perlahan-lahan ciuman tersebut aku alihkan ke leher mulusnya dan menyusup ke kedua gunung kembarnya yang masih tertutup BH yang membuat Nita makin terangsang dan tanpa dia sadari dari mulutnya mengeluarkan desahan yang sangat keras. “Ahhhhh terussssssss Omm…….. terusssssss…. nikmattttttt….. ahh…. ahhhhhhhhhhh……. isap terus Om.. Ahhhh…….. mhhhhhhhh. Omm…” Setelah lama mengisap bukit kembarnya yang membuat pentil bukit kembarnya membesar dan berwarna merah muda, perlahan- lahan ciuman aku alihkan ke perutnya yang masih rata dan sangat mulus membuat Nita tambah kenikmatan. “Ahh ugggh…. uuhh…. agh…. uhh…. aahh”.

Mendengar desahan Nita aku makin tambah bernafsu untuk mencium memiawnya, namun kegiatanku di perut Nita belum selesai dan aku hanya menggunakan tangan kiri aku untuk memainkan memiawnya terutama klitorisnya yang kemudian dengan menggunakan ketiga jari tangan kiri aku, aku berusaha untuk memasukan kedalam memiaw Nita namun ketiga jari aku tersebut tidak pas dengan ukuran memiawnya sehingga aku mencoba menggunakan dua jari tetapi itupun sia-sia yang membuat aku berpikir sempit juga memiaw anak ini, tetapi setelah aku menggunakan satu jari barulah dapat masuk kedalam memiawnya, itupun dengan susah payah karena sempitnya memiaw Nita.

Dengan perlahan-lahan kumaju mundurkan jari ku tersebut yang membuat Nita mendesah. “Auuuuuggggkkkk…” jerit Nita.“Ah… tekan Omm.. enaaaakkkkk…terusssss Ommm…” Sampai beberapa menit kemudia Nita mendesah dengan panjang. “Ahh ugggh…, uuhh…, agh…, uhh…, aahh”, yang membuat Nita terkulai lemah dan aku rasa ada cairan kental yang menyempor ke jari aku dan aku menyadari bahwa Nita baru saja merasakan Orgasme yang sangat nikmat. Aku tarik tangan aku dari memiawnya dan aku meletakan tangan aku tersebut dihidungnya agar Nita dapat mencium bau cairan cintannya.

Setelah beberapa saat aku melihat Nita mulai merasa segar kembali dan kemudian aku menyuruh dia untuk mengikuti gerakan seperti yang ada di film porno yang aku putar yaitu menari striptis, namun Nita tampak malu tetapi dia kemudian bersedia dan mulai menari layaknya penari striptis sungguhan. Perlahan-lahan Nita menanggalkan baju yang ia kenakan dan tersisa hanyalah BH seksinya, kemudian disusul rok sekolahnya yang melingkar diperutnya sehingga hanya terlihat G string yang ia kenakan dan aku menyuruhnya menuju ke sofa dan meminta dia untuk melakukan posisi doggy, Nita pun menurutinya dan dia pun bertumpuh dengan kedua lutut dan telapak tangannya.

Dengan melihat Nita pada posisi demikian aku langsug menarik G string yang ia kenakan ke arah perutnya yang membuat belahan memiawnya yang telah basah terbentuk dari balik G string nya, dan akupun mengisap memiawnya dari balik G string nya dan perlahan-lahan aku turunkan G string nya dengan cepat sehingga G string yang Nita kenakan berada di ke dua paha mulusnya, sehingga dengan leluasa dan penuh semangat aku menjilat, meniup, memelintir klitorisnya dengan mulut aku.

“Aduh, Ommm…! Pelan-pelan dong..!” katanya sambil mendesis kesakitan Nita menjatuhkan tubuhnya kesofa dan hanya bertumpuh dengan menggunakan kedua lututnya. Aku terus menjilati bibir memiawnya, klitorisnya, bahkan jariku kugunakan untuk membuka lubang sanggamanya dan kujilati dinding memiawnya dengan cepat yang membuat Nita mendesah dengan panjang. “Uhh…, aahh…, ugghh…, ooohh”. “Hmm…, aumm…, aah…, uhh…,ooohh…, ehh”. “Oooom…, uuhh…” Nita menggeliat- geliat liar sambil memegangi pinggir sofa. “Ahhh… mhhh… Omm…” demikian desahannya. Aku terus beroperasi dimemiawnya. Lidahku semakin intensif menjilati liang kemaluan Nita.Sekali-sekali kutusukkan jariku ke dalam memiawnya, membuat Nita tersentak dan memiawik kecil. Kugesek-gesekkan sekali lagi jariku dengan memiawnya sambil memasukkan lidahku ke dalam lubangnya. Kugerakkan lidahku di dalam sana dengan liar, sehingga Nita semakin tidak karuan menggeliat.

Setelah cukup puas memainkan vaginanya dengan lidahku dan aku dapat merasakan vaginanya yang teramat basah oleh lendirnya aku pun membuka BH yang dikenakan Nita begitupun dengan G string yang masih melingkar dipahanya dan aku menyuruh di untuk duduk disofa sambil menyuruh dia membuka celana yang aku gunakan, tetapi Nita masih malu untuk melakukannya, sehingga aku mengambil keputusan yaitu dengan menuntun tanggannya masuk ke balik celana aku dan menyuruh dia memegang penis aku yang telah menegang dari tadi. Setelah memegang penis aku, dengan sigapnya seluruh celana aku (termasuk celana dalam aku) di turunkannya tanpa malu-malu lagi oleh Nita yang membuat penis aku yang agak besar untuk ukuran indonesia yaitu berukuran 20 cm dengan diameter 9 cm tersembul keluar yang membuat mata Nita melotot memandang sambil memegangnya, dan aku meminta Nita mengisap penis aku dan dengan malu-malu pula ia mengisap dan mengulum penis aku, namun penisku hanya dapat masuk sedalam 8 cm dimulut Nita dan akupun memaksakan untuk masik lebih dalam lagi sampai menyentuh tenggorokannya dan itu membuat Nita hampir muntah, kemudian ia mulai menjilatinya dengan pelan- pelan lalu mengulum-ngulumnya sambil mengocok-ngocoknya, dihisap- hisapnya sembari matanya menatap ke wajahku, aku sampai merem melek merasakan kenikmatan yang tiada tara itu.
Cepat-cepat tangan kananku meremas bukit kembarnya, kuremas-remas sambil ia terus mengisap-isap penisku yang telah menegang semakin menegang lagi.

Kemudian aku menyuruh Nita mengurut penisku dengan menggunakan bukit kembarnya yang masih berukuran sedang itu yang membuat bukit kembar Nita semakin kencang dan membesar. Dan menunjukan warna yang semakin merah.

Setelah puas, aku rebahkan tubuh Nita disofa dan aku mengambil bantal sofa dan meletakan dibawan bokong Nita (gaya konvensional) dan aku buka kedua selangkangan Nita yang membuat memiawnya yang telah membesar dan belum ditumbuhi bulu-bulu halus itu merekah sehingga terlihat klitorisnya yang telah membesar. Batang penisku yang telah tegang dan keras, siap menyodok lubang sanggamanya. Dalam hati aku membatin, “Ini dia saatnya… lo bakal habis,Nita ..!” mulai pelan-pelan aku memasukkan penisku ke liang surganya yang mulai basah, namun sangat sulit sekali, beberapa kali meleset, hingga dengan hati-hati aku angkat kedua kaki Nita yang panjang itu kebahu aku, dan barulah aku bisa memasukan kepala penisn aku, dan hanya ujung penisku saja yang dapat masuk pada bagian permukaan memiaw Nita.“Aduhhhhhh Omm.. aughhhhghhhhh… ghhh… sakit Omm…” jerit Nita  dan terlihat Nita menggigit bibir bawahnya dan matanya terlihat berkaca-kaca karena kesakitan. Aku lalu menarik penisku kembali dan dengan hati2 aku dorong untuk mencoba memasukannya kembali namun itupun sia-sia karena masih rapatnya memiaw Nita walaupun telah basah oleh lendirnya.

Dan setelah beberapa kali aku coba akhirnya sekali hentak maka sebagian penis aku masuk juga. Sesaat kemudian aku benar-benar telah menembus “gawang” keperawanan Nita sambil teriring suara jeritan kecil.

“Oooooohhhhgfg….. sa… kiiiit…. Sekkkallliii…. Ommmmm….”, dan aku maju mundurkan penis aku kedalam memiaw Nita “Bless, jeb..!” jeb! jeb! “Uuh…, uh…, uh…, uuuh…”, ia mengerang. “Auuuuuggggkkkk…” jerit Nita. “Ommm Ahh…, matt.., maatt.., .ii… aku…” Mendengar erangan tersebut aku lalu berhenti dan membiarkan memiaw Nita terbiasa dengan benda asing yang baru saja masuk dan aku merasa penis aku di urut dan di isap oleh memiaw Nita ,namun aku tetap diam saja sambil mengisap bibir mungilnya dan membisikan “Tenang sayang nanti juga hilang sakitnya, dan kamu akan terbiasa dan merasa enakan.” Sebelum Nita sadar dengan apa yang terjadi, aku menyodokkan kembali penisku ke dalam memiaw Nita dengan cepat namun karena masih sempit dan dangkalnya nya memiaw Nita maka penisku hanya dapat masuk sejauh 10 cm saja, sehingga dia berteriak kesakitan ketiga aku paksa lebih dalam lagi. “Uhh…, aahh…, ugghh…, ooohh”. “Hmm…, aumm…, aah…, uhh…, ooohh…, ehh”.

“Ooommm…,sakkkitt…… uuhh…, Ommm…,sakitttt……….. ahh”. “Sakit sekali………… Ommm…, auhh…, ohh…” Nita tahan ya sayang”. Untuk menambah daya nikmat aku meminta Nita menurunkan kedua kakinya ke atas pinggulku sehingga jepitan memiawnya terhadap penisku semakin kuat.. Nyaman dan hangat sekali memiawnya..! Kukocok keluar masuk penisku tanpa ampun, sehingga setiap tarikan masuk dan tarikan keluar penisku membuat Nita merasakan sakit pada memiawnya. Rintihan kesakitannya semakin menambah nafsuku. Setiap kali penisku bergesek dengan kehangatan alat sanggamanya membuatku merasa nikmat tidak terkatakan.

Kemudian aku meraih kedua gunung kembar yang berguncang-guncang di dadanya dan meremas-remas daging kenyal padat tersebut dengan kuat dan kencang, sehingga Nita menjerit setinggi langit. Akupun langsung melumat bibir Nita membut tubuh Nita semakin menegang. “Oooom…., ooohh…, aahh…, ugghh…, aku…, au…, mau…, ah…, ahh…, ah…, ah…, uh…, uhh”, tubuh Nita menggelinjang hebat, seluruh anggota badannya bergetar dan mengencang, mulutnya mengerang, pinggulnya naik turun dengan cepat dan tangannya menjambak rambutku dan mencakar tanganku, namun tidak kuperdulikan. Untunglah dia tidak memiliki kuku yang panjang..! Kemudian Nita memeluk tubuhku dengan erat. Nita telah mengalami orgasme untuk yang kesekian kalinya. “Aaww…, ooww…, sshh…, aahh”, desahnya lagi. “Aawwuuww…, aahh…, sshh…, terus Ommm, terruuss…, oohh” “Oohh…, ooww…, ooww…, uuhh…, aahh… “, rintihnya lemas menahan nikmat ketiga hampir 18 cm penisku masuk kedalam memiawnya dan menyentuh rahimmnya. “Ahh…, ahh…, Oohh…” dan, “Crrtt…, crtr.., crt…, crtt”, air maninya keluar. “Uuhh… uuh… aduh.. aduh… aduhh.. uhh… terus.. terus.. cepat… cepat aduhhh..!” Sementara nafas saya seolah memburunya, “Ehh… ehhh… ehh..” “Uhhh… uhhh…. aduh… aduh… cepat.. cepat Ommm… aduh..!” “Hehh.. eh… eh… ehhh..” “Aachh… aku mau keluar… oohh… yes,” dan… “Creeet… creeet… creeet…” “Aaaoooww… sakit… ooohhh… yeeaah… terus… aaahhh… masukkin yang dalam Ommm ooohhh… aku mau keluar… terus… aahhh… enak benar, aku… nggak tahaaan… aaakkhhh…”

AGEN CAPSA SUSUN - Setelah Nita orgasme aku semakin bernafsu memompa penisku kedalam memiawnya, aku tidak menyadari lagi bahwa cewek yang aku nikmati ini masih ABG berumur 12 tahun. Nita pun semakin lemas dan hanya pasrah memiawnya aku sodok. Sementara itu … aku dengarkan lirih … suara Nita menahan sakit karena tekanan penisku kedalam liang memiawnya yang semakin dalam menembus rahimnya. Aku pun semakin cepat untuk mengayunkan pinggulku maju mundur demi tercapainya kepuasan. Kira-kira 10 menit aku melakukan gerakan itu. Tiba-tiba aku merasakan denyutan yang semakin keras untuk menarik penisku lebih dalam lagi, dan.. “Terus.., Omm.., terus.. kan..! Ayo.., teruskan… sedikit lagi.., ayo..!” kudengar pintanya dengan suara yang kecil sambil mengikuti gerakan pinggulku yang semakin menjadi. Dan tidak lama kemudian badan kami berdua menegang sesaat, lalu.., “Seerr..!” terasa spermaku mencair dan keluar memenuhi memiaw Nita,kami pun lemas dengan keringat yang semakin membasah di badan.

Aku langsung memeluk Nita dan membisikan “Kamu hebat sayang, apa kamu puas..?” diapun tersenyum puas, kemudian aku menarik penis aku dari memiawnya sehingga sebagian cairan sperma yang aku tumpahkan di dalam memiawnya keluar bersama darah keperawanannya, yang membuat nafsuku naik kembali, dan akupun memompa memiaw Nita kembali dan ini aku lakukan sampai sore hari dan memiaw Nita mulai terbiasa dan telah dapat mengimbagi seluruh gerakanku dan akupun mengajarinya beberapa gaya dalam bercinta. Sambil menanyakan beberapa hal kepadanya “Kok anak SMP kaya kamu udah mengenakan G string dan BH seksi” Nita pun menjelaskannya “bahwa ia diajar oleh kakak dan sepupunya” bahkan katanya ia memiliki daster tembus pandang (transparan). Mendengar cerita Nita aku langsung berfikir adiknya saja udah hebat gimana kakak dan sepupunya, pasti hebat juga.

Kapan-kapan aku akan menikmatinya juga. Setelah kejadian itu saya dan Nita sering melakukan seks di rumah saya dan di rumahnya ketika ortu dan kakanya pergi, yang biasanya kami lakukan di ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, meja kerja, meja makan, dapur., halaman belakang rumah dengan berbagai macam gaya dan sampai sekarang, apabila saya udah horny tinggal telepon sama dia dan begitupun dengan dia. Nita sekarang telah berumur 14 tahun dan masih suka dateng mengunjungi rumah saya, bahkan Nita tidak keberatan bila aku suruh melayani temen-temen aku dan pernah sekali ia melayani empat sekaligus temen-temen aku yang membuat Nita tidak sadarkan diri selama 12 jam, namun setelah sadar ia meminta agar dapat melayani lebih banyak lagi katanya. Yang membuat aku berpikir bahwa anak ini maniak sex, dan itu membuat aku senang karena telah ada ABG yang memuaskan aku dan temen-temen.
Read More

Sabtu, 09 Juli 2016

Kisah Nana Wanita Desa Menjadi Wanita Malam

Kisah Nana Wanita Desa Menjadi Wanita Malam

 Agen Poker Online Terpercaya

CeritaSex - Nana begitu tak sampai hati melihat keadaan mamanya, nyonya Laila, di dalam keadaan usia tua masih terus bekerja membanting tulang semata – mata karena hanya untuk makan sehari – hari. Bagaimana nyonya Laila tdk harus demikian, karena sejak kematian tuan Rudy suaminya tak ada lagi yg memberikan makan mereka selain dengan cara yg demikian itu.
Agen Poker Online - Sedangkan disisi lain nyonya Laila hanya hidup seorang diri di desa Briming yg lengang dan tdk banyak memberikan pola kerja selain daripada menjahit pakaian – pakaian orang – orang di sekitar kebun anggur itu. Ia untuk bekerja seperti mereka – mereka nyonya Laila betul – betul sudah tak kuat. Usianya yg memasuki empat puluh lima tahun itu sangat membuat ia semakin lemah, apalagi ia sudah mulai merasakan adanya sakit rematik, sehingga pekerjaan yg semestinya dikerjakan oleh kaum lelaki itu sungguh membuat ia tdk bisa sama sekali, selain hanya dengan cara menjahit pakaian – pakaian orang yg ada di sekitar kebun anggur itu.
Pekerjaan nyonya Laila memang tdk terlalu berat, tetapi justuru di mata Nana merupakan suatu pukulan bathin karena tak sampai hati melihat mamanya yg sudah dimakan usia tua itu masih terus bekerja keras hanya dikarenakan semata – mata untuk makan sehari – hari.
Di kala tegang – tegangnya pikiran Nana memikirkan orang tuanya, tiba – tiba tuan Michael si pemilik kebun anggur itu datang ke rumahnya dan sekaligus meminta kepada orang tuanya agar Nana dapat diajak ke Switzerland untuk dijadikannya sebagai tenaga penyalur di negara kincir angin itu.
Mengetahui maksud baik Michael sudah barang tentu diterima nyonya Laila. Untuk itu ia langsung menyerahkan puterinya itu untuk dibawa Michael ke Switzerland.
“Saya memang sudah semestinya beristirahat dan di samping itu sudah waktunya buat Nana mencari kehidupan sendiri. Bawalah dia, tapi tolong jaga anak saya itu baik – baik, tuan….” kata nyonya Laila menjawab permintaan juragan kebun anggur itu.

“Ow, masalah keselamatan diri puteri nyonya, saya yg bertanggung jawab…” kata tuan Michael memberikan keyakinan kepada orang tua itu.


“Lalu rencana tuan, Nana hendak tuan jadikan apa di kota besar itu ?” seketika nyonya Laila mendesak bertanya. Tuan Michael tersenyum kecil dan menghela napas panjang.Ba“Penyalur. Setelah anggur kami ini diproduksi menjadi minuman. Jadi di Switzerland Nana kami tempatkan di sebuah toko besar dan di situlah dia akan kami berikan kepercayaan untuk menangani permasalahan jual beli. Selain untuk mengajarkan dia supaya menjadi orang cerdik, dia juga memiliki wajah menarik yg semata – mata dapat mengundang rasa senang kaum pembeli, nyonya….” sahut lelaki yg bertubuh gemuk serta pendek dan berkepala botak itu kepada nyonya Laila sambil tersenyum.

Pembicaraan yg agak panjang dan mendetail itu akhirnya semakin membuat mengerti nyonya Laila. Maka setelah itu sepetang – petang harinya juga lelaki bandar anggur itu mengajak Nana berangkat menuju Switzerland dengan mengendarai kereta api. Bukan main senangnya perasaan Nana di kala lelaki setengah baya itu mengajaknya pergi ke kota besar. Selain dia memang sudah merasa jemu dengan keadaan desa Breming yg sepi itu, ia juga merasa mempunyai kewajiban untuk menjadi seorang yg mandiri dan sekaligus dapat meringankan beban mamanya yg sudah lama menjanda itu.
Tiba di Switzerland dengan mengendarai sebuah taksi dodge kuno, gadis yg masih di bawah umur itu dibawa Michael ke sebuah kios besar yg berisikan berbagai bentuk dan model jenis minuman keras. Ketika melihat keadaan toko yg besar dan luas itu semula Nana agak bingung dengan ketdkmengertiannya. Tetapi setelah dua hari berselang dan telah diajar dengan baik cara – cara menghadapi kaum pembeli akhirnya Nana menguasai pekerjaannya itu.
Pada suatu malam, di kala waktu sudah menunjukan pukul sembilan lewat di kala toko sudah tutup, Nana berlalu ke dalam kamar mandi yg letaknya di bagian dalam toko itu. Dia tampak sudah begitu lelah dan tubuhnya yg sejak tadi berkeringat melayani pembeli yg membludak sudah membuahkan aroma bau yg kurang sedap. Gadis yg baru menginjak dewasa dan bertubuh padat sekali serta montok itu bermaksud hendak mandi.
Tetapi alangkah terkejutnya ketika tiba di muka pintu kamar mandi itu. Seperti orang terkesima, ia melihat Michael dalam keadaan telanjang bulat tengah menunduk membelakangi pintu kamar mandi asyik sekali mengocok – ngocok kemaluannya yg diborehkannya sabun miyana.
Gila…..? sentak Nana di dalam hati terpaku melihat tubuh gemuk pendek bagai babi itu dalam keadaan telanjang bulat dan seolah – olah tdk memperdulikan apapun yg terjadi ketika itu. Kocokan – kocokan telapak tangan pada batang pelernya itu membuat bunyi yg berdecak – decak di antara busa sabun mandi.
“Akkkkh,” desah gadis itu lagi mulai merasakan adanya kelainan di dalam dirinya sewaktu melihat adegan tersebut.
Agen Judi Online - Jantungnya mendadak bergetar keras dan tubuhnya menjadi gemetaran. Sedangkan kelentitnya terasa berdenyut – denyut seketika, dan akibat menahan nafsu itu tiba – tiba terasa cairan agak kental dan licin mengalir keluar dari pelupuk liang memeknya.
Michael tampak megap – megap menyeringai dengan kepala tertatap menghadap keatas langit – langit kamar mandi itu. Sedangkan pinggulnya yg padat dan berlipat – lipat karena lemak itu tampak bergoyang – goyang ke muka belakang mengikuti gerakan telapak tangan yg mengkocok kocok kemaluannya. Dan selang beberapa saat tiba – tiba lelaki itu terdengar mengerang dengan suara serak – serak parau yg kemudian dilanjutkan dengan meluncurnya denyut – denyut cairan yg memancar keluar dari lubang kemaluannya. Cairan yg tampaknya kental berwarna putih itu, mendenyut – denyut terlempar jauh sampai membentur dinding tembok kamar mandi.
“Gila…?” kata hati Nana yg masih tegak terpaku menyaksikan ulah sang majikan yg sinting sendirian itu. Ia betul – betul menjadi terangsang hebat, dan sekaligus membuatnya menjadi resah tak menentu. Namun sedemikian tegangnya keadaan yg dialami Nana ketika itu, sedikitpun ia tdk bergerak dengan wajah tertatap lurus mengarah ke arah Michael yg tampak mulai mencuci kemaluannya dengan air.
Bandar Poker Online - Setelah selesai membasuh kemaluannya lelaki itu bermaksud hendak keluar dari kamar mandi tersebut, tetapi alangkah terkejutnya ia di kala membalikkan tubuh tiba tiba menjumpai Nana yg berdiri tegak di muka pintu dengan sikap penuh keterpanaan.
“Haiii….kau……kau………….” sentak Michael dan berusaha menutupi kemaluannya dengan kedua belah telapak tangannya. Wajahnya merah padam seperti menahan malu.
“Sedang apa kau disitu?” sambungnya berusaha menggapai handuk yg tergantung di sebelah kiri dan sekaligus menutupi pinggangnya dengan handuk itu.
“Sa…..saya ingin mandi tuan………” sahut Nana dengan wajah agak pucat dan gugup.

Betapa dia tdk harus menjadi demikian? Di kala lelaki setengah baya itu membalikkan tubuh, dengan jelas mata Nana melihat sesuatu yg menggantung masih sedikit tegang itu sungguh panjang dan besar. Dan bulu jembut di bagian pangkal peler. Hal yg demikian itu sungguh membuat Nana menjadi tak kuasa menghadapi keadaan.
“Sa…….saya lelah, tubuh saya sudah bau oleh keringat. Sedang apa tuan tadi di sini sendirian?” sambung Nana lagi.
Melihat sikap Nana yg bertanya itu, sedangkan perasaan gelisah mulai pudar dirasakannya lalu dengan senyuman yg dipaksa – paksakan lelaki itu menjawab.
“Saya sedang membersihkan kemaluan saya yg amat kotor oleh kotoran. Kalau kau mau mandi, mandilah dulu…….” ujar lelaki itu dan kemudian langsung berusaha keluar dari kamar mandi itu.
Di kala lelaki itu berlalu lewat ruangan di muka pintu, Nana berusaha melangkahkan kakinya maju sekalipun dirasakannya ketika itu dadanya berguncang hebat. Dan di kala ia telah masuk ke dalam kamar mandi itu dan tak memperdulikan lelaki yg sudah berlalu meninggalkan kamar mandi, dengan di sertai tubuh yg gemetaran ia mengunci pintu dari dalam kamar mandi.
“Aaaaah…….” desah perempuan itu di kala ia meraba bagian kemaluannya yg sudah telanjang bulat.
Telapak tangan kanannya yg berusaha meraba kemaluannya itu merasakan adanya cairan – cairan kental dan licin sudah memenuhi rongga yg ada di liang memeknya. “Aku rupanya sudah mengeluarkan air nafsu, ooooohhhhh…………..” sambungnya lagi di dalam hati dan kemudian meredupkan kedua matanya di antara yg sedikit terangkat.
Kobaran rangsangan mendadak datang menggangu jiwa perempuan itu. Darahnya terasa mendesir kuat dan kemudian membuat sekujur tubuhnya menjadi hangat. Sedangkan jantungnya terasa kian berdegup keras dan membuat dadanya tergetar – getar. Tubuhnya gemetaran menahan rangsangan yg sudah tdk terkendalikan itu. Dan di seluruh bagian dalam kemaluannya semakin banjir oleh derai derai air maninya sendiri.
“Oouuuuuuukh……..eeeeeessssstttttttt………” rintih perempuan itu berusaha menggosok – gosok bagian permukaan kemaluannya dengan telapak tangan.
Dan kemudian khayalannya melayg tinggi teringat kepada masa masa lalunya yg pernah dialaminya bersama David, bekas rekannya satu sekolah di sebuah yayasan orang – orang tdk mampu.
David betul – betul membuat sekujur tubuhnya menjadi hangat dan nyaman. Kemaluannya yg besar dan panjang itu sungguh membuat ia mendelik – delik menahan nikmat yg tiada tara. Tetapi sayangnya kenikmatan yg sangat itu tdk bisa diulanginya lagi. Setelah David selesai menamatkan sekolahnya, lalu pemuda itu pergi ke John dan kemudian bekerja di sebuah pabrik perkayuan. Sejak itu Nana sudah tak pernah berjumpa lagi dengan pemuda yg pernah memikat hatinya itu.
Sambil terus menerus mengusap – usap permukaan lubang memek yg di tutupi rapat oleh bebuluan jembut. Khayalan terus menggelinyg membayangkan kejadian – kejadian yg pernah dirasakannya bersama David.
“Uuuukkh, sayang kau tak ada disini David, kalau seandainya saja kau ada disini alangkah nyamannya tubuhku ini. Tentunya kita berdua akan mendesah – desah merasakan nikmatnya sentuhan antara kelamin kita. Ooooh,….” kata perempuan itu terpejam – pejam dan terus menggosok – gosok permukaan memek, yg semakin lama semakin banjir oleh denyut – denyut air mani karena menahan nafsu yg berkobar itu.
Namun di kala asyik – asyiknya perempuan itu menghayal dan merasakan nikmatnya sentuhan telapak tangan yg mengusap – usap permukaan liang memek, tiba – tiba pintu yg tertutup terkunci itu terdengar diketuk orang dari luar. Khayalan Nana sudah melayg tinggi itu mendadak sayup dan kecut karena keterkejutan.
“Siapa di luar?” sentaknya seraya bergegas menutup bagian tubuhnya dengan handuk. Dan kemudian dari luar kamar mandi terdengar suara menyahut.
“Aku Na. buka pintu. Ada sesuatu yg ketinggalan di dalam kamar mandi….” suara dari luar menyahut yg lain tdk adalah Michael. Ded! Jantung Nana agak berdetak kaget. Sedangkan keningnya mengernyit berpikir – pikir.
“Mau apa boss? Akh biarlah aku buka pintu ini, kalau dia mau biarlah akan aku penuhi seleranya daripada mengonani seperti tadi…..?” bisiknya di dalam hati dan kemudian tangannya mulai memutar anak kunci.
“Celanaku tertinggal, aku tdk bisa mengambil pakaian kalau dengan hanya mengenakan handuk seperti ini….” kata Michael yg tampak tegak di muka pintu dengan tubuh yg hanya ditutupi selembar handuk.

Namun mata pria itu tampak berbinar tajam memperhatikan tubuh Nana yg hanya ditutupi selembar handuk juga. Namun di bagian atas dia melihat sepasang buah dada yg bulat besar dan montok sama sekali tak tertutup oleh handuk.
Dan seketika itu pula tubuhnya tiba tiba menjadi bergetar menahan nafsu ingin rasanya ia menjilat dan melumat puting susu yg tampak mencuat ke muka itu. Namun untuk itu ia masih belum berani melakukannya. Ia mempunyai pikiran, apa pendapat nyonya Laila kalau dia sampai melakukan ke kurang ajaran terhadap putrinya itu. Alangkah malunya ia seorang juragan anggur telah melakukan hal kriminil yg semata – mata membuat nama baiknya menjadi tercemar.
Maka seketika di kala itu ia berpura – pura melangkah masuk dengan tujuan ingin mengambil pakaiannya yg tergantung di dinding sebelah kiri kamar mandi itu. Tetapi tak ubahnya pepatah mengatakan pucuk dicinta ulampun tiba, mendadak setelah ia berada di dalam kamar mandi itu, dan di kala baru saja ia hendak menggapai pakaiannya yg tergantung tiba – tiba Nana mendekati dan kemudian handuk yg melingkar di pinggangnya di tarik lalu Nana pun berusaha melepaskan handuknya pula. Sehingga kedua tubuh yg ada di dalam kamar mandi itu sudah dalam keadaan terlanjang bulat.
“Gila….? kau mau apa…?” cetus juragan anggur itu dengan kepura – puraan dan dengan kedua mat membelalak.
“Tuan tdk perlu khawatir, saya mengerti semenjak nyonya Linda meniggal dunia setahun yg lalu, tuan sudah kehausan. kita tdk berbeda tuan…. saya pun haus tuan….” seloroh Nana bagai tak sadarkan diri membuka ucapan demikian.
“Haaaa?” sentak lelaki itu dengan mata agak membelalak karena penuh keterkejutan.

Namun di kala perempuan itu selesai menghabiskan kalimat ucapannya, tiba – tiba ia merasakan denyut – denyut kemaluannya yg lama kelamaan bangkit tegak berdiri. Dan di kala milik lelaki itu bangkit menegang, darah di sekujur tubuh Nana terasa menyirap kuat dan sekaligus membuat tubuhnya menjadi hangat karena menahan rangsangan. Ia betul – betul merasa gemas melihat sesuatu yg semula bergelayut itu tiba – tiba berdenyut – denyut dan kemudian tegang dengan kerasnya. Dadanya seketika berdegup keras, tulang – tulang di seluruh tubuh terasa tergetar dan seketika saja ia melangkah mendekati lelaki itu. 
“Biarlah di kamar mandi ini kita lakukan tuan….” ujar Nana lagi dengan disertai tatapan mata sayu, dan kemudian melangkah mendekati.
“Rasanya tak ada halangan sekalipun kita lakukan di tempat kosong seperti ini….”

Michael tercengang diam. Namun di hatinya ketika itu, dia memang betul – betul mengharapkan itu bisa terjadi.
Sementara Michael terdiam bengong sambil menghela napas panjang, ketika itu Nana memperlihatkan tubuhnya yg kuning langsat itu. Michael mulai menggeraygi paha Nana lalu ke atas dan sampailah ke puncak yg ditujunya.

“Oh….akh Michael  jangan ditusuk pakai jari aaakhhhh…..” kata Nana sambil menggelinjang.
Sejak kematian istrinya nyonya Linda, ia memang betul haus akan persetubuhan dan rindu sekali menikimati sentuhan lembut dari seorang wanita. Tetapi memang keadaan dirinya yg kurang menarik, wanita-wanita tdk begitu bernafsu untuk melayaninya. Muka buruk, hidungnya pesek, kulitnya hitam dan bentuk postur tubuhnya gemuk pendek serta kepala pun botak itulah penyebab wanita-wanita kurang menyenanginya.
Namun kali ini seperti katak merindukan hujan, tiba-tiba hujan itu turun dengan derasnya. Begitulah yg ada di dalam hati lelaki itu. Maka seketika ia memandang bagian selangkangan paha Nana yg tampak rimbun oleh bebuluan yg keriting dan panjang sampai menepis ke bagian bawah pusarnya. Dan ketika tatapan itu terjadi tubuhnya mendadak menjadi gemetaran karena menahan nafsu.
Di bawah pinggang yg ramping dan berkulit putih itu ia melihat pinggul Nana padat, sekal dan berlipat-lipat. Di bagian atas pinggang perempuan itu ia melihat sepasang buah dada yg bulat, padat dan dihiasi puting susu yg tampak sudah mencuat tegak berdiri. Seketika lelaki itu menelan air ludah akibat menahan nafsu, dan dibiarkannya perempuan itu mulai merendahkan tubuhnya, duduk berjongkok sambil menggenggam batang peler.
“Juuuuuhhh…” erang suara Michael menyeringai di kala telapak tangan pegawainya itu mulai menyentuh batang kemaluannya.
Agen Judi Online - Jantung yg sudah terasa berdegub menggetarkan dada terasa semakin menjadi-jadi. Apalagi setelah itu Nana tampak mulai mendekatkan bibirnya kearah bagian kepala zakar. Dan dia mengerti kalau perempuan itu ingin melakukan sesuatu, maka seketika itu ia perlahan-lahan mengangkat mukanya memandang keatas langit-langit kamar mandi itu, berusaha menikmati apa yg dilakukan Nana saat itu.
“Aaaaaakkkhh…” erang lelaki itu lagi dengan wajah tegang merah padam. Seketika sentuhan ujung lidah yg lembut menggelenyar itu menepis di bagian lubang kemaluannya. Sungguh tak terbayangkan betapa indah keadaan yg ada, sekalipun hanya terjadi di dalam kamar mandi.
Nana tdk menghiraukan kegelisahan lelaki itu. Tdk diperdulikannya Michael yg tampak sudah menggeliat-geliat menahan nikmat dan diantar tubuh yg gemetaran. Setelah selesai ia menjilat-jilat bagian lubang perkencingan lelaki itu, lalu seluruh bagian kapala zakar itu diulasnya dengan penuh mesra dan perasaan dengan permukaan lidahnya secara menyeluruh.
Michael tampak semakin resah gelisah tak menentu. Diantar desah-desah mulut yg menahan rangsangan itu, ia tampak menggeliat tak karuan. Dan kemudian saking tak sadarnya kedua telapak tangannya bergerak yg kemudian meremas-remas rambut Nana, sehingga rambut menjadi acak-acakan tak menentu.
Tetapi hal itu tak menjadi problem bagi Nana. Bahkan dengan sikap histeris yg dilakukan lelaki yg sudah tdk sadarkan diri itu, ia semakin menjadi senang, gemas seperti ada suatu kelebihan yg membuat ia menjadi serius untuk menjilat-jilat kapala zakar itu.
Lama perempuan itu mengulas-ulaskan lidah yg semakin lama keadaan kapala zakar itu semakin bersih berkilat dan basah kuyup oleh cairan air ludah. Namun hal yg demikian itu bukanlah sesuatu yg mengurangi semangat Nana untuk menjilat-jilat itu, bahkan sebaliknya dengan keadaan yg ada itu merupakan salah satu spirit yg memberikan semangat untuk mengadakan aksi itu.
Sesaat keadaan kepala peler kian basah kuyup oleh deraan air ludah. Dan kemudian jilatan itu mulai turun ke bagian batang peler, sehingga keadaan kemaluan lelaki duda itu kian menegang keras dan penuh dilingkari oleh urat-urat yg besar melingkari seluruh bagian batang zakar. Di kala seluruh batang zakar itu telah tersapu seluruhnya oleh ujung lidah perempuan itu, dan keadaan k0ntol kian basah kuyup barulah perempuan itu bangkit dari jongkoknya.
“Uuuuffhh..” desahnya dengan suara terdengar serak parau.
Sesaat di kala posisi Nana sudah tegak berhadap-hadapan dengannya, lalu dengan secara otomatis seperti yg pernah dilakukannya dengan istrinya dahulu, lelaki bertubuh gemuk pendek itu menggantikan posisi Nana.
Perlahan-lahan ia merendahkan tubuhnya duduk berjongkok dan menghadapi bagian selangkangan Nana. Di kala melihat bebuluan yg keriting panjang dan berwarna pirang itu, guncangan dadanya semakin terasa. Sedangkan kedua kaki yg tertekuk duduk berjongkok itu terasa bergetar karena menahan nafsu yg sangat meluap-luap.
“Eeeeekkhh…” erang suaranya dengan serak, sedangkan kedua belah tangannya bergerak mulai menyentuh bagian bibir memek perempuan itu.
Pada saat jemari kedua belah telapak tangan lelaki itu mulai menyentuh bagian pentingnya, tak ayal Nana langsung mengerang lagi.
“Ooooww…aaakkkhhh”.
Tetapi suara itu sudah tak terpedulikan lagi oleh Michael. Di kala jari-jarinya mulai menyibak bulu dan kemudian membengkek bibir memek itu, ia melihat dengan jelas isi memek yg sudah tampak basah kuyup oleh air mani yg sekaligus membuat keadaan yg ada didalamnya tampak berkilat seperti terkena pernis. Benda yg bergerindil berwarna kemerah-merahan dan berkilat seperti terkena penis itu sungguh membuat kobaran rangsangan yg ada di dada lelaki itu kian meluap. Maka tak banyak pikir lagi lelaki itu langsung mengeluarkan ujung lidahnya dan kemudian bibir memek yg menguak lebar itu dijilat dngan penuh perasaan.
“Aaaaauuuuww…” pekik Nana menahan nikmat.
Mata perempuan itu terpejam-pejam dan nafasnya seketika menjadi menyengal-nyengal. Sentuhan lidah yg lembut dan basah itu sungguh memberikan kenikmatan yg tiada tara. Dan semakin perempuan itu resah blingsatan tak karuan, semakin pula semangat Michael untuk melahap-lahap bibir memek itu dengan lidahnya. Seru, mesra dan senang sekali tampaknya Michael mengadakan aksi yg demikian itu.
Setiap sentuhan yg agak menekan di permukaan bibir memek yg tipis dan peka itu, semakin pula perempuan itu mendesah dan sedangkan dari pelupuk memeknya mendenyutkan cairan kental dan semata-mata membuat keadaan di liang memek itu basah dan berkilat bentuknya.
Bibir memek yg terjegal oleh jemari lelaki itu semakin lama semakin melebar di kala kedua jari-jari itu kian menekan ke arah luar. Dan semakin bibir memek itu terkuak lebar, semakin pula mata Michael melihat isi bagian bagian dalam yg bergerunjul lembut dan basah, kemudian dengan penglihatannya itu semakin pula ia merasakan kobaran nafsu di dadanya.
Sehingga bagai seekor hewan jantan yg buas tengah menjilat-jilat daerah mangsa, sedemikian pula sikap dan aksi yg dilakukan lelaki itu. Penuh nafsu, penuh gairah, penuh semangat di balik rangsangannya yg bergelora.
Bibir memek yg terjilat-jilat itu, semakin lama semakin banjir oleh denyut-denyut air mani yg keluar dari pelupuk memek. Dan cairan yg membanjir itu akhirnya menepis keluar sampai tersentuh oleh ujung lidah lelaki itu.
Tetapi dengan tersentuhnya cairan lengket dan licin itu di lidah Michael, ia tampak semakin blingsatan. Semakin bernafsu dan cairan itu kemudian ditelannya. Cairan yg ditelannya itu tak ubahnya bagai susu kental yg penuh dengan kenyamanan.

Lama Michael menjilat-jilat bagian bibir memek dan tak ayal tepian bibir memek sampai ke bagian permukaan bebuluan yg menutupi permukaan lubang kemaluan itu pun tak luput menjadi basah kuyup oleh karena terjilat-jilat. Keadaannya pun tampak bersih agak kemerah-merahan dan sudah basah kuyup oleh air serta berkilat tampaknya.
Setelah sekian lamanya lelaki itu menjilat-jilat bibir memek, lalu ia pun berusaha menghela nafas panjang dan kemudian bangkit dari duduk berjongkoknya. Kemudian lengan kirinya langsung dilingkarkannya ke bagian pinggang perempuan itu dan kemudian sambil merengkuh, bibir Nana dikecupnya kuat-kuat dan sedangkan telapak tangan kanannya bergerak meremas-remas payudara yg sudah menyekal keras itu.
“Uuuufffhh….” Suara Nana mendesah dan karena mulutnya terhisap kuat oleh mulut lelaki itu.
Tetapi menikmati rengkuhan kuat dari lelaki itu, Natalie menggeliat-geliat. Di antara mulutnya yg tersedot itu, ia merasakan sentuhan nyaman pada bagian payudaranya yg teremas-remas itu. Tetapi Michael tdk memperdulikan sikap perempuan yg tampak sudah blingsatan itu, semakin ia merasakan perempuan itu menyengal-nyengal merasa nikmat, ia semakin menekuk pinggang perempuan itu seraya terus menerus meremas-remas payudara perempuan itu. Bukan main nyaman keadaan yg diterima Nana ketika itu. Seakan-akan dendam yg selama ini terlupakan tunai sudah diterimanya.
Serangan Michael yg demikian cukup berlangsung lama. Dada keduanya semakin terasa terguncang kuat oleh degup-degup jantung yg seakan-akan tak pernah mau berhenti. Tubuh semakin terasa bergetar-getar. Nafas terdengar memburu deras dan air keringat dingin pun mulai terasa menepis di seluruh tubuh keduanya.
“Uuuuukkhh….tuuuaan…enak….” desis mulut Nana dengan kedua mata terpejam-pejam. Nafas tersengal-sengal, sedangkan tubuhnya yg masih terengkuh kuat itu menggeliat-geliat bagai seorang penari striptase.
Tetapi sikap perempuan itu tdk diperdulikan Michael. Di antara tubuh yg terasa semakin tergetar-getar, ia kemudian melepaskan kecupan itu dan kemudian sambil kian menekuk pinggang perempuan itu, bibirnya didekatkannya ke bagian puting susu yg berada di sebelah kiri dada perempuan itu. Puting susu yg berwarna agak kecoklat-coklatan dan telah mencuat tegak berdiri itu lalu dijilatinya beberapa saat. Nana kembali tampak semakin menggeliat-geliat. Sentuhan ujung lidah yg lembut dan tiba di puting susu kirinya, ia merasakan titian nafsu kian meningkat. Merasakan sekujur tubuhnya kian nyaman dan segar, sehingga akibat menahan rangsangan yg kian bergelora itu akhirnya denyut-denyut air mani di liang memeknya kian membanjir dan membecek.
Setelah selesai menjilat-jilat beberapa saat lamanya, lalu lelaki itu mulai menghisap pelan-pelan puting susu itu. Nana kian resah salah tingkah menghadapi itu. Blingsatan! Sedangkan nafasnya terde ngar mendesah seperti sulit untuk dinafaskannya. Dan dikala ia telah selesai menjilat-jilat dan melumat puting susu sebelah kiri kemudian lelaki itu melanjutkannya lagi ke bagian puting susu sebelah kanan, sehingga lama kelamaan kedua puting susu itu tampak semakin mencuat tegak berdiri dan keadaannya pun sudah tampak basah kuyup oleh air ludah Michael.
Selang beberapa saat setelah selesai menjilat dan melumat kedua puting susu itu, sampai keadaan payudara Nana semakin menyembul mengeras karena terangsang hebat lalu lelaki itu mulai bergerak merubah pola permainannya lagi.
Perempuan itu dihelanya sampai ke tepian bak mandi yg terbuat dari porselin. Kemudian kedua tangan Nana disuruhnya memegang tepian tembok porselin itu. Di kala perempuan itu mengikuti perintahnya, kemudian lelaki itu langsung mengangkat kaki sebelah kiri Nana yg kemudian diletakkannya di bahu kirinya. Dan kemudian setelah posisi Nana setengah menungging dengan kedua telapak tangan memegang tepian tembok bak, telapak tangan kiri Michael langsung menahan kaki Nana yg ada di pundaknya, sedangkan telapak tangan kanannya bergerak menggenggam batang zakarnya yg sudah menegang keras ke muka itu.
Lalu kepala zakar yg sudah tergenggam itu diarahkannya ke permukaan lubang memek. Di kala kepala kemaluannya tepat berada di permukaan lubang kemaluan perempuan itu, perlahan-lahan lelaki itu menekan pantatnya ke muka dan…..
“Blluuuuuueeeess…….”.
Zakar itu turut maju ke muka di kala pantat Michael bergerak maju, dan kemudian langsung menyeruak masuk membelah bibir memek yg keadaannya sudah basah kuyup oleh cairan-cairan kental dan licin.
Sesaat k0ntol yg telah menyrobot masuk itu perlahan-lahan terus menggesek bergerak sampai amblas seluruhnya membenam di lubang memek. Di kala pergesekan itu terjadi dengan cara perlahan-lahan, keduanya merasakan sentuhan lembut, licin yg sangat memberikan kenikmatan. Tak ayal kedua mata insan yg sudah dalam keadaan telanjang bulat itu langsung memejamkan matanya.
“Aaaaakkkhhh….uuufff….” rintih Nana merasakan sekujur tubuhnya basah kuyup oleh curahan manisnya air madu dalam khayalan. Darahnya menyirap kuat menggelusur dan kemudian membuat hangat.
“Uuuuhhh….” erang Michael dengan suara terdengar serak-serak parau seperti terdesak oleh tingginya tensi rangsangan. Kepalanya seketika menghadap ke atas langit-langit kamar mandi tiu, sedangkan kedua belah matanya tampak terpejam-pejan menikmati nyamannya perasaan di kala itu.

Bandar Judi Online - Tangan kiri yg menahan kaki kiri Nana yg berada di atas pundaknya semakin erat. Sedangkan telapak tangan kanan yg semula menggenggam batang k0ntol kemudian bergerak berusaha meremas-remas payudara kanan Natalie. Dan ketika peler itu sudah amblas masuk seluruhnya di liang memek, lalu perlahan-lahan lelaki bertubuh gemuk pendek itu menghela pantatnya ke belakang, dan kemaluannya yg sudah amblas di liang memek perlahan-lahan bergerak keluar.
Dan di kala peler itu beringsut sampai sebatas kepala zakar yg masih terjepit di belahan bibir memek, lalu Michael menekan pantatnya lagi ke muka, peler itu pun begerak maju perlahan-lahan ke muka. Dan di kala kepala zakar itu telah membentur pelupuk kemaluan Nana yg lembut dan licin, perlahan-lahan menghela pantatnya ke belakang, perlahan-lahan k0ntol yg keras tegang itu beringsut mundur sampai sebatas kepala kemaluannya saja yg masih terjepit di belahan memek.
Dan kemudian sambil mendesah-desah lelaki itu kembali menekan pantatnya ke muka, sedangkan peler pun bergerak perlahan-lahan lagi ke muka. Dan di kala peler itu sudah membenam amblas masuk di lubang memek, lalu perlahan-lahan Michael menghela pantatnya kembali ke belakang kembali. Hal yg semacam itu dilakukan Michael berulang-ulang dengan cara estafet, dan disertai gerakan yg tampak erotis sekali.
Gerakan yg penuh dengan perasaan itu, berlalu dengan penuh penghayatan. Dan hasil dari aksi yg demikian sungguh membuat keadaan keduanya seakan-akan tengah berada di alam surga yg penuh dengan keindahan serta kenyamanan. Seolah-olah tdk ada lagi yg lebih menyenangkan, lebih memberikan kenikmatan dan kenyamanan selain dengan cara itu.
Gerakan pinggul Michael yg bergerak maju mundur, lama kelamaan semakin lancar karena denyut-denyut air mani yg terus menerus mengalir dari pelupuk liang memek. Air mani yg agak kental dan licin membuat renyahnya sentuhan serta mudahnya gerakan k0ntol yg keluar masuk itu. Air itu adalah kodrat yg merupakan bahan pelumas memperlancar persetubuhan. Dan akibat gerakan yg berlangsung tak henti-henti itu akhirnya membuat air mani semakin mengalir keluar dan membanjir sehingga tak ayal membuahkan suara-suara mendecak membecek.
” Crep…crep…crep…jrot…jret….” decak-decak becek yg tak ubahnya bagai lumpur yg terpijak-pijak kaki bajak di tengah sawah.
Suara-suara itu pun sesungguhnya merupakan bahan spirit yg membuat keduanya semakin mengkhayal jauh tinggi menepis keatas awan. Semakin lupa dengan keadaan diri dan tengah apa ketika itu mereka. Yg ada di dalam pikiran keduanya hanyalah menikmati sentuhan-sentuhan lembut menggelenyar dan membuat sekujur tubuh terasa nyaman.
Lama Michael terus menggoyah-goyahkan pantatnya maju mundur, dan dengan keadaan setengah menungging dengan kaki kiri tergantung di bahu lelaki itu, Nana mengimbanginya dengan cara mengoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan. Sehingga bibir memek tampak mengempot kedalam ketika peler bergerak masuk ke liang memek dan merekah keluar ketika peler itu bergerak keluar. Keadaan bibir memek itu tak ubahnya bagai klep yg mengulas-ulas dinding-dinding batang k0ntol dengan cara lembut dan di antara sentuhan-sentuhan kelentit. Gerakan yg tak henti-henti itu pun semakin membuat keadaan batang zakar basah kuyup oleh deraian air mani perempuan itu hingga keadaannya tampak berkilat seperti polesan pernis.
Desah-desah nafas keduanya terdengar menyengal-nyengal seperti orang terserang penyakit sesak nafas. Dan karena agak lamanya gerakan yg tak henti-henti itu akhirnya membuat tubuh mereka basah kuyup oleh air keringat yg mengucur deras. Sedangkan kepala yg menghadap ke atas langit-langit kamar mandi itu bergoyah ke kiri dan ke kanan mengikuti gerakan pantat yg mereka lakukan serta tak ayal membuat rambut mereka menjadi acak-acakan. Dada mereka terguncang keras karena degup-degup jantung dan seluruh tulang-tulang yg ada di tubuhnya terasa bergetar.
Namun semua yg ada itu bukanlah merupakan suatu penghalang atau kendala bagi keduanya untuk meniti naik ke puncak orgasme. Bahkan sebaliknya semua yg terasa mengganggu konsentrasi persetubuhan itu, adalah merupakan spirit yg memberikan rangsangan untuk berlalu terus meraih puncak klimaks.
“Eest…uuuwww..aakkhh…eesstt…” desis-desis mulut Nana tak henti-henti dengan kedua belah mata mendelik-delik menahan nikmat yg teramat dalam.
“Uuuukkhh….eekkh…akhh…uuff…” erang suara Michael  tak henti-henti dan terdengar serak-serak parau.

Gerakan pantat keduanya terus berlangsung dengan serasi, erotis dan bergerak dengan cara erotis. Sedangkan sekujur tubuh semakin lama semakin terasa bergetar karena begitu kuatnya sentuhan nikmat yg mereka terima.
Hampir 2 jam mereka berada di dalam kamar mandi itu. Posisi dan aksi mereka tetap seperti biasa. Sedangkan decak-decak membecek akibat pergesekan kedua kemaluan itu semakin lama semakin terdengar kuat. Dan semakin telinga mereka mendengar suara-suara itu keduanya mulai mempercepat gerakan pantat mereka, sehingga tak ayal bibir memek itu memble ke kiri dan ke kanan di kala Nana menggoyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan.
Semakin kuat gerakan pantat itu akhirnya keduanya merasakan adanya perubahan di dalam tubuh. Sel-sel dan hormon yg tersembunyi di tulang-tulang sum-sum keduanya terasa bergerak keluar dan kemudian mengalir menuju ke kantung sperma. Dan di kala sel-sel dan hormon itu sudah masuk ke kantung sperma, lalu tubuh keduanya terasa menegang kencang. Di kala tubuh mereka mulai tegang, gerakan itu dilakukan keduanya dengan cepat dan kuat sekali. Sehingga selang beberapa kali lelaki itu menghujamkan pantatnya maju mundur, tiba-tiba terdengar suara pekikan histeris dari mulut Nana.
“Ooooouuuwww….eeeeesssstt…..” suara permpuan itu dengan kedua mata terpejam.
Di saat lelaki itu menghempaskan pantatnya kuat-kuat tiba-tiba ia merasakan sel-sel yg sudah berkumpul di dalam kantung sperma, bergerak keluar dan kemudian meluncur keluar lewat dari lubuk memeknya.
“Seerr….seerr…seerr…” denyut-denyut sel-sel yg berubah menjadi sperma, cairan yg hangat dan kental kemudian kian membanjir di liang memek.
Di kala denyut-denyut sperma itu memancar keluar, tubuh Nana yg semula tegang kencang, mendadak menjadi lemas tak berdaya sama sekali.
“Aaaaahhh….” erang Nana kembali dan kemudian dengan keadaan lemas tak berdaya dan seluruh liang memeknya terasa ngilu, ia membiarkan lelaki itu masih terus aktif menggoyang-goyangkan pantatnya maju mundur.
Sedangkan sebaliknya Michael  yg mengerti kalau pegawainya itu sudah mengeluarkan air kental, dan dia faham kalau perempuan itu sudah tdk berdaya sama sekali, maka seketika sambil memeras-meras payudara semakin kuat, ia lalu menghujamkan rudalnya maju mundur dengan cepat dan lebih kuat. Decak-decak suara yg terdengar kian membecek itu sama sekali sudah tak terpedulikan olehnya. Dan hanya selang beberapa kali ia menghempaskan pantatnya maju mundur, tiba-tiba tubuhnya semakin terasa menegang kencang dan….
“Croott…creett….seerr….seerr…”
“Aaaaaaaaakkkkhhhh…” erang suara Michael  yg terdengar tak ubahnya bagai raungan suara harimau.

Hormon yg sudah berkumpul di kantung sperma terasa bergerak keluar lewat dari lubang perkencingannya.
“Jret…jret….jret…” denyut-denyut hormon yg berubah menjadi sperma kemudian kian membanjir di pelupuk liang memek itu.
Mata lelaki itu mendelik-delik di kala ia merasakan denyut-denyut cairan hangat dan kental itu memancar keluar. Dan tubuh yg semula terasa menegang kencang, tiba-tiba berbalik menjadi lemas tak berdaya sama sekali.
“Uuuuuukh…” desahnya lagi, dengan keadaan sisa-sisa tenaga yg masih ada, lalu perlahan-lahan kaki Nana yg masih berada di pundaknya diturunkannya dan di kala kaki perempuan itu berada di permukaan lantai, perlahan-lahan lelaki itu mencabut k0ntol yg masih terbenam di lubuk memek.

“Aaaaahhhh…..” suara Nana masih merasakan sisa kenikmatan di kala lelaki itu mencabut k0ntolnya dari memek.
“Eeeekhhkh…” suara Michael  pula dan kemudian berusaha memegang batang k0ntolnya yg sudah basah kuyup oleh air mani yg bercampur dengan sperma mereka berdua, dan setelah itu, bagai orang yg kelelahan sehabis berlari jauh keduanya pun terjerembab menjatuhkan di atas lantai, dengan posisi punggung keduanya bersandar ke dinding tembok sebelah kanan kamar mandi tersebut.

Demikianlah akhir dari cerita ini yg berakhir dengan tdk ada yg buruk bagi iblis untuk sesuatu yg menjerumuskan, dan tak ada yg baik bagi bisikan iblis yg terkandung dalam kehidupan yg layak dan wajar.
Read More

Selasa, 21 Juni 2016

Kekasih Gelap Seorang PNS

Kekasih Gelap Seorang PNS

 Agen Poker Online Terpercaya

Perkenalkan namaku Roy Reynaldi saat ini, sudah beristeri dan bekerja sebagai PNS DI SUDIN KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL JAKARTA BARAT. Rumahku terletak di pinggiran kota Jakarta yg bisa disebut sebagai cipondoh sebagai PNS aku memang banyak waktu untuk pergi keluar kantor dengan alasan kerjaan.
Agen Poker Online Terpercaya - Sehingga aku biasa leluasa untuk pergi kemanapun saat jam tugas dengam alasan ada pekerjaan diluar kantor ,seperti yg saya lakukan sejak saya bertugas di kelurahan DURI KEPA dan KEDOYA SELATAN,orang taunya saya pergi ke kecamatan atau sudin padahal saya pergi ke hotel sama selingkuhan saya.
Hotel favorit saya adalah hotel xxx di sawangan dan hotel di gintung ,karena tempatnya cukup didalam dan tdk mencolok dari luar.sebut saja namanya Wiwin (samaran )….dia cewk selingkuhanku yg waktu itu statusnya masih istri orang,awal ketemu karena dia juga bekerja sebagai karyawan honorer di kelurahan durikepa. inilah yg menjadi ‘pemeran utama’ dalam ceritaku ini.
Kau sudah lama kerja di kelurahan duri kepa ,begitu masuk Wiwin hatiku langsung pingin menggodanya.. Wiwin berumur 28 tahun, dia sudah belum bersuami anaknya satu. Wajahnya tdk cantik, kulitnya putih. Tapi yg menarik dari Ratih ini adalah bodynya, sexy sekali. Tinggi kira-kira 164 cm, dengan pinggul yg bulat dan dada berukuran 36. Kulitnya putih mulus. Sering sekali aku memperhatikan kemolekan tubuh Ratih ini, sambil membandingkannya dengan tubuh isteriku yg sudah agak mekar.
Bandar Poker Online Terpercaya - Hari itu,aku dating ke kantor lebih pagi,sampai dikantor masih sepi,hanya tukang sapu yg sedang membersihkan halaman kelurahan,aku langsung masuk ke ruanganku,aku lihat Wiwin sudah ada di ruang perpustakaan….aku batalkan niatku masuk keruanganku ,langsung aku hampiri Wiwin di perpustakaan.dan seperti biasa, mataku langsung melihat tonjolan pinggul dan pantatnya juga dadanya yg aduhai itu.
“Ini Pak, pak mau baca buku apa sih ?”
Rupanya dia ngerasa juga kalau aku sedang memperhatikan pantat dan dadanya.
“Pak Roy ngeliatin apa sih” Tanya Wiwin.
Karena selama ini aku sering juga bercanda sama dia, akupun menjawab,
“Ngeliatin pantat kamu Wiwin. Kok bisa seksi begitu sih Wiwin?”
“Iiih Bapak, kan Ibu Dewi juga pantatnya gede”
“Iya sih, tapi kan lain sama pantat kamu Wiwin”
“Lain gimana sih Pak?” tanya Wiwin, sambil matanya melirik kearahku.

Aku yakin, saat itu memang Wiwin sedang memancingku untuk kearah yg lebih hot lagi.
Merasa mendapat angin, akupun menjawab lagi,
“Iya, kalo Bu Dewi kan cuma menang gede, tapi tepos”
“Terus, kalo saya gimana Pak?” Tanyanya sambil melirik genit.

Kurang ajar, pikirku. Lirikannya langsung membuat k0ntolku berdiri.
Langsung aku berjalan kearahnya, berdiri di belakang Wiwin yg masih sibuk sambil membereskan buku di rak.
“Kalo kamu kan, pinggulnya gede, bulat dan kayaknya masih kencang”, jawabku sambil tanganku meraba pinggulnya.
“Idih Bapak, emangnya saya motor bisa kencang” sahut Wiwin, tapi tdk menolak saat tanganku meraba pinggulnya.

Mendengar itu, akupun yakin bahwa Wiwin memang minta aku ‘apa-apain’.
Akupun maju sehingga k0ntolku yg sudah berdiri dari tadi itu menempel di pantatnya. Adduuhh, rasanya enak sekali karena Wiwin memakai rok berwarna abu-abu (seperti rok anak SMU) yg terbuat dari bahan cukup tipis. Terasa sekali k0ntolku yg keras itu menempel di belahan pantat Wiwin yg, seperti kuduga, memang padat dan kencang.
“Apaan nih Pak, kok keras? tanya Wiwin genit.
“Ini namanya Boy Win, sodokan nikmat” sahutku.

Agen Judi Online - Saat itu, rupanya buku-buku sudah rapi disusun, dan dia bersandar ke dadaku, sehingga pantatnya terasa menekan k0ntolku. Aku tdk tahan lagi mendapat sambutan seperti ini, langsung tanganku ke depan, ku remas kedua buah dadanya. Alamaak, tanganku bertemu dengan dua bukit yg kenyal dan terasa hangat dibalik kaos dan branya.
Saat kuremas, Wiwin sedikit menggelinjang dan mendesah,
“Aaahh, Pak” sambil kepalanya ditolehkan kebelakang sehingga bibir kami dekat sekali.
Kulihat matanya terpejam menikmati remasanku. Kukecup bibirnya , dia membalas kecupanku. Tak lama kemudian, kami saling berpagutan, lidah kami saling belit dalam gelora nafsu kami. K0ntolku yg tegang kutekantekankan ke pantatnya, menimbulkan sensasi luar biasa untukku (kuyakin juga untuk Dewi).
Sekitar 5 menit, keturunkan tangan kiriku ke arah pahanya. Tanpa banyak kesukaran akupun menyentuh CDnya yg ternyata telah sedikit lembab di bagian memeknya.
Kusentuh memeknya dengan lembut dari balik CDnya, dia mengeluh kenikmatan,
“Ssshh, aahh, Pak Roy, paak.. jangan di diperpustakaan dong Pak” dan akupun mengajak Wiwin ke hotel transit di deket kantor saya sampai di kamar, Wiwin langsung memelukku dengan penuh nafsu,
“Pak, Wiwin sudah lama lho pengen ngerasain punya Bapak”
“Kok nggak bilang dari dulu Wiwin?” tanyaku sambil membuka baju dan roknya.

Dan.. akupun terpana melihat pemandangan menggairahkan di tubuh Wiwin ini.
Kulitnya memang tdk putih, tapi mulus sekali. Buah dadanya besar tapi proporsional dengan tubuhnya. Sementara pinggang kecil dan pinggul besar ditambah bongkahan pantatnya bulat dan padat sekali. Rupanya Wiwin tdk mau membuang waktu, diapun segera membuka kancing bajuku satu persatu, melepaskan bajuku dan segera melepaskan celana panjangku.
Sekarang kami berdua hanya mengenakan pakaian dalam saja, dia bra dan CD, sedangkan aku hanya CD saja. Kami berpelukan, dan kembali lidah kami berpagut dalam gairah yg lebih besar lagi. Kurasakan kehangatan kulit tubuh Wiwin meresap ke kulit tubuhku. Kemudian lidahku turun ke lehernya, kugigit kecil lehernya, dia menggelinjang sambil mengeluarkan desahan yg semakin menambah gairahku,
“Aahh, Bapak”.
Tanganku melepas kait branya, dan bebaslah kedua buah dada yg indah itu. Langsung kuciumi, kedua bukit kenyal itu bergantian. Kemudian kujilati pentil Wiwin yg berwarna coklat, terasa padat dan kenyal (Beda sekali dengan buah dada isteriku), lalu kugigit-gigit kecil pentilnya dan lidahku membuat gerakan memutar disekitar pentilnya yg langsung mengeras. cerita sex
Kurebahkan Wiwin ditempat tidur, dan kulepaskan CDnya. Kembali aku tertegun melihat keindahan kemaluan Wiwin yg dimataku saat itu, sangat indah dan menggairahkan. Bulunya tdk terlalu banyak, tersusun rapi dan yg paling mencolok adalah kemontokan memek Wiwin. Kedua belah bibir memeknya sangat tebal, sehingga klitorisnya agak tertutup oleh daging bibir tersebut. Warnanya kemerahan.
“Pak, jangan diliatin aja dong, Wiwin kan malu” Kata kata.
Aku sudah tdk mempunyai daya untuk bicara lagi, melainkan kutundukkan kepalaku dan bibirkupun menyentuh memek Wiwin yg walaupun kakinya dibuka lebar, tapi tetap terlihat rapat, karena ketebalan bibir memeknya itu. Wiwin menggelinjang, menikmati sentuhan bibirku di klitnya. Kutarik kepalaku sedikit kebelakang agar bisa melihat memek yg sangat indah ini.
“Wiwin, memek kamu indah sekali, sayang”
“Pak Roy suka sama memek Wiwin? tanya Wiwin.
“Iya sayang, memek kamu indah dan seksi, baunya juga enak” jawabku sambil kembali mencium dan menghirup aroma dari memek Wiwin.
“Mulai sekarang, memek Wiwin cuma untuk Pak Roy” Kata Wiwin.
“Pak Roy mau kan?”
“Siapa sih yg nggak mau memek kayak gini Wiwin?” tanyaku sambil menjilatkan lidahku ke memeknya kembali.

Wiwin terlihat sangat menikmati jilatanku di klitorisnya. Apalagi saat kugigit klitorisnya dengan lembut, lalu lidahku ku masukkan ke liang kenikmatannya, dan sesekali kusapukan lidahku ke lubang anusnya.
“OooHHHh, sshsHHHhh, aahh.. Pak Roy, enak sekali Pak. Terusin ya Pak Roy sayang”
10 menit, kulakukan kegiatan ini, sampai dia menekan kepalaku dengan kuat ke memeknya, sehingga aku sulit bernafas
”Pak Roy.. aahh, Wiwin nggak kuat Pak.. sshh”Kurasakan kedua paha Wiwin menjepit kepalaku bersamaan dengan itu, kurasakan memek Wiwin menjadi semakin basah. Wiwin sudah mencapai orgasme yg pertama. Wiwin masih menghentak-hentakkan memeknya kemulutku, sementara air maninya meleleh keluar dari memeknya.
Kuhirup cairan kenikmatan Wiwin sampai kering. Dia terlihat puas sekali, matanya menatapku dengan penuh rasa terima kasih. Aku senang sekali melihat dia mencapai kepuasan.
Bandar Judi Online - Tak lama kemudian dia bangkit sambil meraih kemaluanku yg masih berdiri tegak seperti menantang dunia. Dia memasukkan kemaluanku kedalam mulutnya, dan mulai menjilati kepala kemaluanku. Ooouugh, nikmatnya, ternyata Wiwin sangat memainkan lidahnya, kurasakan sensasi yg sangat dahsyat saat lidahnya itu mengenai batang kemaluanku. Agak sakit tapi justru sangat nikmat. Wiwin terus mengulum kemaluanku, yg semakin lama semakin membengkak itu. Tangannya tdk tinggal diam, dikocoknya batang kemaluanku, sambil lidah dan mulutnya masih terus mengirimkan getaran-getaran yg menggairahkan di sekujur batang kemaluanku.
“Pak Roy, Wiwin masukin sekarang ya Pak?” pinta Wiwin.
Aku mengangguk, dan dia langsung berdiri mengangkangiku tepat di atas kemaluanku. Digenggamnya batang kemaluanku, lalu diturunkannya pantatnya. Di bibir memeknya, dia menggosok-gosokkan kepala kemaluanku, yg otomatis menyentuh klitorisnya juga. Kemudian dia arahkan kemaluanku ke tengah lobang memeknya. Dia turunkan pantatnya, dan.. slleepp.. sepertiga kemaluanku sudah tertanam di memeknya. Wiwin memejamkan matanya, dan menikmati penetrasi kemaluanku.
Aku merasakan jepitan yg sangat erat dalam kemaluan Wiwin. Aku harus berjuang keras untuk memasukkan seluruh kemaluanku ke dalam kehangatan dan kelembaban memek Wiwin. Ketika kutekan agak keras, Wiwin sedikit meringis. Sambil membuka matanya, dia berkata,
“Pelan dong Pak Roy, sakit nih, tapi enak banget”. Dia menggoygkan pinggulnya sedikit-sedikit, sampai akhirnya seluruh kemaluanku lenyap ditelan keindahan memeknya.
Kami terdiam dulu, Wiwin menarik nafas lega setelah seluruh kemaluanku ‘ditelan’ memeknya. Dia terlihat konsentrasi, dan tiba-tiba.. aku merasa kemaluanku seperti disedot oleh suatu tenaga yg tdk terlihat, tapi sangat terasa dan enaak sekali. Ruaar Biasaa! Kemaluan Wiwin menyedot kemaluanku!
Belum sempat aku berkomentar tentang betapa enaknya memeknya, Wiwin pun mulai membuat gerakan memutar pinggulnya. Mula-mula perlahan, semakin lama semakin cepat dan lincah gerakan Wiwin. Waw.. kurasakan kepalaku hilang, saat dia ‘mengulek’ kemaluanku di dalam memeknya. Wiwin merebahkan badannya sambil tetap memutar pinggulnya. Buah dadanya yg besar menekan dadaku, dan.. astaga.. sedotan memeknya semakin kuat, membuat aku hampir tdk bertahan.

Aku tdk mau orgasme dulu, aku ingin menikmati dulu memek Wiwin yg ternyata ada ‘empot ayamnya’ ini lebih lama lagi. Maka, kudorong tubuh Wiwin ke atas, sambil kusuruh lepas dulu, dengan alasan aku mau ganti posisi. Padahal aku takut ‘kalah’ sama dia.
Lalu kusuruh Wiwin tidur terlentang, dan langsung kuarahkan kemaluanku ke memeknya yg sudah siap menanti ‘kekasihnya’. Walaupun masih agak sempit, tapi karena sudah banyak pelumasnya, lebih mudah kali ini kemaluanku menerobos lembah kenikmatan Wiwin.
Kumainkan pantatku turun naik, sehingga k0ntolku keluar masuk di lorong sempit Wiwin yg sangat indah itu.
Dan, sekali lagi akupun merasakan sedotan yg fantastis dari memek Wiwin. Setelah 15 menit kami melakukan gerakan sinkron yg sangat nikmat ini, aku mulai merasakan kedutan-kedutan di kepala k0ntolku.

“Wiwin, aku udah nggak kuat nih, mau keluar, sayang”, kataku pada Wiwin.
“Iya Pak, Wiwin juga udah mau keluar lagi nih. Oohh, sshh, aahh.. bareng ya Pak Roy.., cepetin dong genjotannya Pak” pinta Wiwin.

Akupun mempercepat genjotanku pada lobang memek Wiwin yg luar biasa itu, Wiwin mengimbanginya dengan ‘mengulek’ pantatnya dengan gerakan memutar yg sangat erotis, ditambah dengan sedotan alami didalam memeknya. Akhirnya aku tdk dapat bertahan lebih lama lagi, sambil mengerang panjang, tubuhku mengejang.
“Wi..win..., aku keluar sayaang”
Muncratlah air maniku ke dalam memeknya. Di saat bersamaan, Wiwin pun mengejang sambil memeluk erat tubuhku.
“Pak Roy, Wiwin juga keluar paakk, sshh, aahh”.
Aku terkulai di atas tubuh Wiwin. Wiwin masih memeluk tubuhku dengan erat, sesekali pantatnya mengejang, masih merasakan kenikmatan yg tdk ada taranya itu. Nafas kami memburu, keringat tak terhitung lagi banyaknya. Kami berciuman.
“Wiwin, terima kasih yaa, memek kamu enak sekali” Kataku.
“Pak Roy suka memek Wiwin?”
“Suka banget Wiwin, abis ada empot ayamnya sih” jawabku sambil mencium bibirnya.

Kembali kami berpagutan.
“Dibandingin sama Bu Dewi, enakan mana Pak?” pancing Wiwin.
“Jauh lebih enak kamu sayang”

Wiwin tersenyum.
“Jadi, Pak Roy mau lagi dong sama Wiwin lain kali. Wiwin sayang sama Pak Roy”
Berita Terkini - Aku tdk menjawab, hanya tersenyum dan memeluk Wiwin. Sampai sekarang jadi Wiwin masih menjadi kekasih gelapku.Untuk melancarkan hubungan ini,dan supaya tdkterlau mencolok ,maka saya minta pindah ke kelurahn kedoya selatan,dan Wiwin saya bawa menjadi karyawan honorer di tempat saya.langsung saya belikan motor,rumah beserta isinya yg setiap saat saya bias nginep disana.
Beberapa kali istri saya,dan temen temen kantor sempet curiga,tetapi karena kepandaian saya,sehingga semuanya bias teratasi sampai sekarang
Tiap kali saya mau ngewe sama dia tinggal saya bilangada keperluan ke sudin,dan Wiwin ijin pulang lebih awal.padahal Wiwin sudah aku suruh tunggu di rumah temanya di kelapa dua.
Sampai sekarang hubungn ini masih berlanjut,kurang lebih sudah 6 tahun lamanya bahkan Wiwin rela menceraikan suaminya demi saya.
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest



Popular Posts

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © CERITA DEWASA | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com